Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts

Thursday, February 06, 2014

Kepingan Memori #410

Aku ga tau kamu ingat aku atau engga. Mungkin inget, mungkin juga samar-samar, mungkin juga mengenali wajah tapi ga inget siapa. Biasa kok, aku juga begitu ke orang-orang yang sudah bertahun-tahun ga ketemu. But I do remember you, and your name. Your full name. Even your (home) phone number. Because at the time, I have a crush on you.

Kita hanyalah bocah-bocah SD waktu itu, masih terlalu dini untuk ngerti apa itu cinta. I don't know if it is my first love or not, but I do like you. Pasti ini karena kebiasaan anak-anak di kelas yg hobi jodohin orang. Nama kita memang berdekatan di daftar absen. Habis kamu baru aku. Buat kamu mungkin hal itu ga ada artinya, cuma ledekan anak-anak. Tapi menurutku hal seperti itu bisa menyebabkan sugesti yang membuatku lama-lama jadi betul-betul suka padamu.

Recently I notice, that perhaps you are the reason why I have a weakness for girls with glasses.  Because you were wearing glasses. Both of you, actually. You and your twin sister. Aku ga ingat sejak kapan kalian memakai kacamata, sepertinya sejak kelas 1. Hal yang menurutku aneh, karena di usia sekecil itu sudah harus pake kacamata. Kadang aku juga berpikir kalo aku mungkin suka pada kalian berdua, tapi yg jelas aku lebih suka kamu.

Rumahmu ada di dalam gang kecil, yang dekat dengan rumah temanku dimana aku biasa datang untuk ikut main nintendo. Kadang aku melewati gang depan rumahmu ketika pulang dari rumah temanku, berharap siapa tahu kamu sedang ada di luar, dan mungkin aku bisa mengucapkan hai atau semacamnya.

Pernah sekali, anak-anak yang lain mengunci kita berdua saja di kelas. Kamu sempat menangis, dan aku tidak tahu apa yang mesti kulakukan dan diam saja. Betapa bodohnya aku waktu itu. Selebihnya tidak pernah ada apapun di antara kita. Hanya aku saja yg diam-diam suka dengan kamu, anak kembar berkacamata yang mungkin saja adalah cinta pertamaku.

Aku tidak tahu kabarmu sekarang, dan aku pun tak hendak mencari tahu. Ini hanyalah salah satu memori yang tersisa dari masa itu, masa yang sudah lama berlalu.

Wednesday, February 05, 2014

Dear Reight Book Club

Dear Reight Book Club(bers),

What are you guys reading right now? As for me, I'm just start reading Metropolis by Windry Ramadhina. I'm sure you all have your own reading.

Sewaktu tahun lalu mbak yuska ngajak beberapa orang (termasuk aku) untuk bikin klub buku, aku antusias banget. Apalagi waktu itu aku baru mulai rajin baca buku lagi dan aktifin akun goodreads. Pasti bakal seru.

Klub kita pun terbentuk. Agenda tiap bulan adalah, kita membaca satu buku yg sama, lalu nulis review tentang buku itu, lalu ngadain meeting buat bahas sama-sama (sekalian kumpul-kumpul dan makan bareng). Buku yg dibaca ditentukan secara bergiliran oleh tiap anggota. Klub buku kita juga diikutkan ke arisan buku Gagas-Bukune, jadi dalam satu periode itu (6 bulan), kita bakal dapet buku gratis dari penerbit, sekali, untuk semua anggota. Kita dapet giliran arisan kita di bulan November btw.

For a while it's fun. The meetings are fun. The books are good. Semua buku yg jadi bacaan Reight selalu bagus, selalu aku kasih rating minimal 4 bintang. Bagiku sendiri, dengan ikut Reight, aku jadi makin sering nulis review buku (yg panjang) dan makin cinta sama buku-buku. And of course, the meeting's fun. Untuk orang yg cukup antisosial sepertiku yg jarang ngumpul2 kecuali di kantor, it is really fun.

Kemudian masalah bermunculan. Prioritas, kesibukan lain, antusiasme yang berkurang. Apalagi sejak memasuki tahun baru, mbak Yuska sudah tidak aktif. Adit pindah ke lain pulau. Dan klub ini pun vakum.

And so, the fun (in this club) is over (for me). That's how I see.

Of course this is not the end. We can still read our own books, with or without the club. And there's always a chance that we could all meet again like we used to.

Thank you for all the good times we've had,
and I'm sorry if I complained a lot.

Tuesday, February 05, 2013

Thank You, Wanda Maximoff


Sewaktu pertama melihat gambarmu tercantum sebagai hero baru, yang diberi label nilai paling tinggi, 90 CP, setara dengan hero-hero utama lain seperti Captain America dan Hulk, kami sempat ragu dan meremehkanmu. Kami kira kamu tidak pantas diberi nilai setinggi itu, berdasar fakta bahwa kami tidak begitu mengenal namamu sebelumnya. Sekarang kami tahu kalau kami salah, dan untuk itu, kami mohon maaf karena sudah meragukanmu, Wanda.

Betapa kami salah besar, karena kamu terbukti menjadi salah satu andalan kami yang paling berharga. Kamu adalah pilihan pertama kami untuk maju ke turnamen PVP, bertanding dengan hero-hero lain di sana. Tidak peduli apakah agen yang kami kirim memakai kostum blaster, bruiser, scrapper, atau infiltrator. Tidak peduli apakah kami memilih Hercules, Doctor Strange, atau Ghost Rider sebagai hero pendamping, kamu, Scarlet Witch, tetap menjadi pilihan utama kami dan tak tergantikan oleh lainnya.

Tentu saja, sebelumnya kami minta maaf karena sebelumnya kami lebih memilih Emma Frost untuk menjadi andalan kami. Itu terjadi sebelum kami menyadari bahwa kamu jauh lebih hebat dari dia. Well, juga karena kami tidak memiliki alternatif kostum untuk Emma. Sementara di luar sana, tim-tim lain yang menyertakan Emma hampir semuanya memiliki kostum Phoenix 5, yang membuatnya (dan juga rekan-rekannya) berpotensi mengeluarkan Cosmic Power, dimana kekuatan mereka menjadi berlipat ganda. Sekali lagi maaf karena kami membandingkanmu dengan hero lain.

Kamu sangat berperan dalam kemenangan-kemenangan kami selama ini. Kekuatanmu betul-betul berguna dalam mengatasi lawan-lawan kami. Kemampuan Hex Sphere milikmu membuat serangan lawan seringkali meleset dan berbalik menyerang mereka. Kemudian ketika kami berada di situasi yang tidak menguntungkan, kemampuanmu yang lain, Chaos Shield dan Probability Field seringkali mengeluarkan kami dari kesulitan itu dan mengubahnya menjadi keuntungan. Energi kami yang tadinya menipis bisa kembali pulih karenamu, luka-luka akibat pendarahan, terbakar, racun, dan sebagainya, bisa lenyap seketika, dan sebaliknya seringkali lawanlah yang menerima wabah dan efek-efek merugikan dari Probability Field yang kamu hasilkan.

You're really helping us a lot, Wanda.

Beberapa minggu yang lalu, ketika kami akhirnya membaca komik Marvel edisi Avengers vs X-Men, barulah kami paham, betapa pentingnya seorang Scarlet Witch. Kamulah satu-satunya individu yang mampu mengimbangi Cyclops dan 4 X-Men lain yang sudah memiliki kekuatan Phoenix, yang menjadikan mereka tak tertandingi. Kamu satu-satunya anggota Avengers yang mampu mengalahkan mereka, di saat Captain, Iron Man, bahkan Hulk tak berdaya. Andaikan tidak ada kamu, Wanda, The Avengers pasti sudah hancur lebur dan tamat riwayatnya. Dan kami pun mengambil kesimpulan penting.

You are the most powerful human/mutant in the Marvel Universe.

(Well, between you and Phoenix, perhaps.)

Keyakinan akan kekuatanmu membuat kami semakin mantap untuk mengandalkanmu dalam turnamen PVP yang terakhir. Bersama dengan Hercules, kalian berhasil memenangkan sebagian besar pertandingan dengan tim lain. Kami pun yakin akan memperoleh hasil yang bagus kali ini, sama seperti turnamen sebelumnya. We were on good run.

Kemudian lawan-lawan tangguh pun mulai bermunculan. Lawan yang lebih tangguh dari sebelumnya, semakin tangguh dan tim kalian tak mampu mengalahkan mereka. Ketika satu kekalahan disusul dengan kekalahan-kekalahan berikutnya, kami pun sempat putus asa. Kami mencoba melakukan sedikit perubahan di tim, dengan memasukkan Tigra sebagai pengganti Hercules, dengan kamu Wanda tetap tak tergantikan. Kalian mendapat hasil yang cukup bagus, dengan rentetan kemenangan dan hanya sekali dua kali kalah, sebelum akhirnya kalian tak kuasa untuk menghalau rentetan kekalahan.

Apa daya. Lawan semakin beringas, rela mengeluarkan emas dengan jumlah banyak untuk memperkuat tim mereka. Senjata-senjata yang sangat menyulitkan, sulit untuk dihalau, serangan bertubi-tubi, kekalahan demi kekalahanlah yang kalian terima.

Kami pun gagal. Ya Wanda, bahkan dengan bantuanmu, kami gagal memperoleh tahta yang kami inginkan. Maafkan kami karena tak cukup kuat untuk mendampingimu, membuat kekuatanmu menjadi sia-sia. Maafkan kami karena mengecewakanmu, dan sempat menyalahkanmu atas kegagalan ini. Bagaimanapun, kamu adalah satu yang tak tergantikan, yang terkuat di antara yang lain. Kami sudah mengambil keputusan untuk tak lagi berkompetisi di turnamen berikutnya. Sudah cukup kami meminta bantuanmu selama ini. Kami tak akan membebanimu lebih jauh lagi, Wanda.

Thank you, Wanda Maximoff.


#30HariMenulisSuratCinta edisi tokoh fiksi

Note: Wanda Maximoff (Scarlet Witch), salah satu karakter di Marvel Universe, anggota The Avengers, juga playable character di game Marvel Avengers Alliance.