Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

Saturday, May 23, 2015

[Summary] A Clash of Kings


A Clash of Kings
author: George R.R. Martin
2nd book of 'A Song of Ice and Fire' series

plot by chapter

Prologue
Maester Cressen, Pylos, Shireen Baratheon, Patches, Ser Davos Seaworth, Lord Stannis Baratheon, Lady Selyse Baratheon, Lady Melisandre of Asshai

Maester Cressen di Dragonstone, bekerja untuk Stannis. Shireen dateng, nanyain kabar tentang summer yg akan berakhir, (alias Winter is Coming). Patches ini fool (badut)nya Shireen. Dulu dibawa dari Volantis, tapi karena kapalnya karam, dia hilang ingatan, dan jadinya ga selucu yg diharapkan. Cressen ketemu sama Davos, bahas bahwa ga ada high lord yg mau dukung Stannis jadi raja. Stannis merasa ga adil, karena dia dikasih Dragonstone, sementara Storm's End (daerah House Baratheon) buat Renly, dan bahwa para bannermen lebih milih Renly ketimbang dia. Cressen ngusulin aliansi dan minta bantuan Stark, tapi Lady Selyse ngusulin Stannis nyingkirin Renly, supaya bannermennya pindah dukung dia. Cressen yg peduli sama Stannis, hendak ngeracunin Melisandre, sebab dialah yg ngasih pengaruh buruk ke Stannis. Cressen yg sebenarnya ga diundang, ikut pesta bersama para bannermen, dan berhasil mengajak Melisandre minum dari gelas yg sama. Tapi Melisandre ga kenapa2, dan Cressen mati minum racunnya.

Tuesday, March 10, 2015

[Summary] A Game of Thrones

Kemaren2 baca ulang A Game of Thrones, dan sambil nyatet ringkasan plotnya tiap chapter.
Langsung aja, ga diedit banyak2.

A Game of Thrones
author: George R.R. Martin
1st book of 'A Song of Ice and Fire' series

plot by chapter

Prologue
Ser Waymar Royce, Gared, Will

3 Night Watch patroli. Ser Waymar ini anak bangsawan, dan gared dan will ga begitu suka ama dia karenasok jago dan ngotot pengen ngeliat kamp wildling. Ga taunya, mereka ketemu the others (undead). Ser Waymer bertarung tapi kalah, mati. Tapi bangkit lagi sebagai undead.

Chapter 1: Bran
Bran, Robb Stark, Jon Snow, Lord Eddard Stark, Theon Greyjoy, Jory Cassel, Hullen, Harwin
Bran ikut dengan rombongan ayahnya untuk ngeliat eksekusi deserter dari Night Watch (yg di prolog), yaitu Gared (yg tua). Will mati dicekek sama Ser Waymer yg undead. Lord Stark eksekusi sendiri karena budaya dari First Men masih dipake di Stark, jadi mereka sendiri yg eksekusi. Kemudian mereka nemu direwolf yg udah mati. Ada 5 anak direwolf, masing2 untuk anak2 Stark. Dan ada satu lagi, buat Jon.

Bran umur 7 tahun.
Lord Stark: 35 thn.
Theon: 19thn.
Jon: 14 thn. Robb juga 14.

Tuesday, January 06, 2015

My 2014 in Books

Sepanjang tahun 2014 kemarin, gw berhasil baca 50 judul berbeda, dan ada berapa kali baca ulang sih. Nambah dari tahun lalu yg 40. Buku2 yg dibaca ini campuran antara tumpukan buku sendiri, buku pinjeman, pinjeman dari kakak, atao ebook.

Sudah ga ada bacaan wajib dari Reight Book Club yg vakum. Gantinya, sejak pertengahan tahun, ikutan Agatha Christie reading challenge dari Klub Buku Sel-sel Kelabu di goodreads, makanya tiap bulan pasti baca satu judul AC. Ohiya, karena untuk menentukan buku yg mau dibaca pake random.org, dan karena mencakup semua, ya, semua buku yg ada di rumah, jadinya ada juga buku2 nonfiksi yg gw baca.

Here it is.
1. Welcome to Dead House (Goosebumps #1)
by R.L. Stine
2. The Alchemist
by Paulo Coelho
3. Rose Madder
by Stephen King
4. Refrain
by Winna Efendi
5. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
by Tere Liye
6. Pembunuhan di Malam Natal
by Agatha Christie
7. Metropolis
by Windry Ramadhina
8. Biru pada Januari
by Aditia Yudis
9. LOST
by Eve Shi
10. 5 cm
by Donny Dhirgantoro
11. Seven Days
by Rhein Fathia
12. Benabook
by Benazio Putra
13. Putri Hujan & Ksatria Malam
by Sitta Karina
14. Gerbang Nasib
by Agatha Christie
15. Kei: Kutemukan Cinta di Tengah Perang
by Erni Aladjai
16. 7 Favorite Stories of Sherlock Holmes Choosen by Sir Arthur Conan Doyle
by Arthur Conan Doyle
17. Rahasia Sunyi
by Brahmanto Anindito
18. Kejutan Sebelum Ramadhan: Kolaborasi Terbaik
by 17 finalis kolaborasi #ProyekMenulis nulisbuku
19. A Game of Thrones (A Song of Ice and Fire #1)
by George R.R. Martin
20. Love You Even More
by Petronela Putri
21. Bilangan Fu
by Ayu Utami
22. Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa
by Maggie Tiojakin
23. The Mysterious Affair at Styles
by Agatha Christie
24. The Pilgrimage
by Paulo Coelho
25. Young Samurai: The Way of the Sword
by Chris Bradford
26. Batman: The Dark Knight #6-7 Special Issue
by David Finch, Paul Jenkins, Richard Friend
27. Misteri Dua Cinta di Dalam Satu
by V. Lestari
28. The ABC Murders
by Agatha Christie
29. Misteri Tragedi Rumah Warisan 1
by S. Mara Gd
30. Misteri Tragedi Rumah Warisan 2
by S. Mara Gd
31. The Tokyo Zodiac Murders
by Soji Shimada
32. Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
by Indra Herlambang
33. The Murder at the Vicarage
by Agatha Christie
34. Oksimoron
by Isman H. Suryaman
35. Tarbiyah Ruhiyah
by Abdullah Nashih Ulwan
36. Looking for Alaska
by John Green
37. Tasauf Modern
by Hamka
38. The Mysterious Mr Quin
by Agatha Christie
39. Ayat Amat Cinta
by Asma Nadia dkk
40. The Cold Moon
by Jeffrey Deaver
41. Unforgiven
by Eve Shi
42. Badai di Pulau Karang
by Adi Buana
43. SHOOT 21
by Tsukasa Ooshima
44. Murder is Easy
by Agatha Christie
45. Samurai X 15
by Nobuhiro Watsuki
46. Dengarlah Nyanyian Angin
by Haruki Murakami
47. Cirque Du Freak: Mimpi Buruk Jadi Kenyataan
by Darren Shan
48. Crooked House
by Agatha Christie
49. Mukjizat Al-Quran dan As-Sunnah tentang IPTEK
by Ahmad As Shouwy dkk
50. The Secret Adversary
by Agatha Christie

Sekian. Selengkapnya bisa dilihat di halaman goodreadsnya.



Monday, March 24, 2014

[Review Buku] Rahasia Sunyi


Author: Brahmanto Anindito
Penerbit: GagasMedia
372 halaman

Buku ini direkomendasikan oleh puput sebagai bacaan bulan Maret. Dari testimoninya puput sih bagus banget katanya. Setelah baca, gw setuju. Emang bagus banget. Awalnya yg gw tau genrenya agak misteri detektif gitu, mengungkap kasus kematian seseorang, tapi ternyata unsur mistis juga berperan penting di sini.

Saturday, January 18, 2014

[Review Buku] Rose Madder


alias: Wanita dalam Lukisan
Author: Stephen King
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
766 halaman

Buku ini gw beli 2 tahun lalu di IBF atau Pesta Buku Jakarta, entahlah apa waktu itu istilahnya, yg di Istora, bersama dengan buku2 lain. Harganya murah, cuma 20 ribu aja waktu itu. Buku ini jadi buku pertama yg gw baca dari paketan buku waktu itu. Juga buku Stephen King kedua yg gw baca, setelah waktu jaman kuliah baca Bag of Bones.

Okay. Ceritanya, Rose Daniels mengalami abuse dari suaminya, Norman Daniels, yg seorang polisi. Norman ini suka mukulin Rose di perut, pokoknya parah banget, tapi Rose terlalu takut buat ngelawan. Hingga akhirnya setelah 14 tahun pernikahan mereka, dia mendapati tetes darah di selimutnya (dari tenggorokannya), yang membuat dia memutuskan untuk pergi dari Norman. Kabur. Tak lupa membawa kartu ATM Norman untuk mengambil uang secukupnya, dia pergi terminal bis dan pindah ke kota lain. Tak lupa, Rose kembali menggunakan nama gadisnya, Rosie McClendon.

Friday, January 10, 2014

Liebster Blog Award 2014


Sudah dari 2 hari lalu mendengar tentang Liebster Blog Award, dari postingannya mbak yuska. Intinya, kita menjawab 10 pertanyaan tentang buku, lalu disebar ke 10 orang lain untuk menjawab 10 pertanyaan yg kita buat. Gue kira tadinya mainan ini khusus untuk anak2 BBI, tapi tadi gw dapet todongan dari puput.

Baiklah, mari jawab pertanyaannya.

1. Apa alasan kalian suka baca buku?
Sama halnya alasan nonton film. Otak butuh asupan cerita-cerita supaya bisa aktif berimajinasi dan biar ga bosan.

2. Fiksi atau non fiksi? Why?
Fiksi. Karena fiksi pasti ada cerita (plotnya).

3. Punya jam-jam khusus untuk membaca? Jika, ya, berapa jam sehari? Jika tidak, kapan saja kalian biasanya meluangkan waktu untuk baca buku?
Ga ada sih. Sesempetnya aja kalo ada waktu, kalo hari biasa mungkin ga sempet, cuma sejam atau dua jam. Kalo lagi libur, bacanya bisa dipuasin seharian. Ga nonstop sih, diselingin kegiatan yg lain-lain.

4. Prefer online or offline shop untuk belanja buku? Why?
Online shop, karena ada diskonnya. Kalo offline, udah harganya ga didiskon, pake ongkos pula. Jadi nambah biayanya.

5. Genre favorit kalian?
Kriminal dan science fiction. Tapi pada dasarnya, gw ga masalah baca genre apa aja.

6. Berapa budget yang kalian sediakan dalam sebulan untuk belanja buku? : )) Kira-kira aja, sekedar survey.
Ga ada budget khusus sih, karena untungnya uang ga pernah jadi masalah dalam beli buku. Yg masalah adalah seringnya gw terlalu pelit untuk beli buku sendiri, terutama buku impor (ga pernah beli imporan sampe saat inI). Untuk buku2 yg harganya normal, gw mulai mengurangi jumlah pembeliannya, karena memikirkan space yg tidak tersedia. Tapi kalo untuk buku2 yg didiskon besar, yah ga mungkin ga tergoda. Sebelumnya kalo beli sebulan itu 100-150rb tiap mesen (biasanya 2 buku).

7. Apa rating orang di Goodreads/review orang lain di blog mereka memengaruhi keinginan kalian untuk membeli sebuah buku?
Rating pembaca tertentu, engga, tapi kalo rating keseluruhan di GR, iya. Tentu pertimbangan rating ini mesti dikombinasikan dengan pertimbangan harga bukunya.

8. Cover buku apa yang menurut kalian paling kece sejauh ini? Kalau bisa, tolong posting gambarnya juga, dong :p
Cover sebenarnya bukan yg utama buat gw. Kalo ceritanya kayaknya bagus, asal covernya ga jelek2 amat, ya ga masalah. Covernya The Ocean menurut gw bagus, tapi banyak juga yg bilang ga suka ama posisi huruf2 judulnya. Buku2nya Agatha Christie yg dicetak ulang menurut gw covernya bagus2. Karena disesuaikan sama cerita yg paling gw suka, cover pilihan gw adalah And Then There Were None.


9. Tokoh fiksi yang paling bikin kalian jatuh cinta? (Tokoh fiksi cewek untuk yang cowok, tokoh fiksi cowok untuk yang cewek)
Kemaren2 ada postingan tentang itu sih, tapi untuk buku yg dibaca tahun 2013 aja. Pilihan pertama gw adalah Hazel Grace. Tapi sebenarnya ada tokoh lain gw gw suka jauh sebelumnya. Luna Lovegood dari serial Harry Potter.

10. Buku apa saja yang tahun lalu menyesal kalian baca/tidak kalian selesaikan? Mengapa?
Kalo menyesal, ga ada. Buat gw, semua buku yg ada di depan mata adalah tanggung jawab untuk dibaca, ga peduli nantinya bagus atau jelek. Tapi kalo yg ceritanya mengecewakan sih ada. Valharald (link goodreads), buku terbitan diva. Udah plotnya diulur2, belom selesai pula, dan buku lanjutannya belum ada. Berhenti di tengah jalan.


Oke, gw ga berniat untuk melanjutkan postingan Liebster ini ke 10 orang lain, jadi cukup sampai di sini saja. Semoga terhibur dengan jawaban-jawaban tadi.

-OoO-

Tuesday, December 31, 2013

[Review Buku] Slammed


alias: Cinta Terlarang
Author: Collen Hoover
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
336 halaman


Blurb:

Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya.

Will memang menarik. Dengan ketampanan dan senyum memikat, pemuda itu menularkan kecintaannya pada slams––pertunjukan puisi. Perkenalan pertama menjadi serangkaian hubungan intens yang membuat mereka semakin dekat, hingga keduanya bertemu lagi di sekolah...

Sayangnya, hubungan mereka harus berakhir. Perasaan yang mulai tumbuh antara Will dan Layken harus dihentikan. Pertemuan rutin mereka di kelas tak membantu meniadakan perasaan itu. Dan puisi-puisi menjadi sarana untuk menyampaikan suara hati. Tentang sukacita, kecemasan, harapan, dan cinta terlarang mereka.

Review:

Lake (panggilan utk Layken) bertemu Will di hari pertama dia pindah. Lake berumur 18, Will 21. Mereka cepat akrab dan langsung ngedate di hari berikutnya dan langsung ciuman. Masalah muncul ketika Lake mulai masuk ke sekolah barunya, dan mendapati bahwa Will bekerja menjadi guru di sekolah itu, dan lebih parahnya, dia mengajar salah satu kelas yg diambil Lake, yaitu Puisi. Mungkin dari sinilah kenapa judul terjemahannya Cinta Terlarang, karena antara guru dan murid (meskipun cuma beda 3 tahun, dan dalam situasi lain sah-sah banget) tidak diperbolehkan.

Masuk ke background keluarga mereka berdua. Keduanya sama-sama menjalani hidup yg berat. Ayah Lake meninggal beberapa bulan sebelumnya, dan dia pindah ke Michigan bersama ibunya, Julia dan adiknya, Kel. Sementara Will sudah lebih dulu kehilangan kedua orangtuanya bertahun-tahun sebelumnya, dan mesti hidup berdua dengan adiknya, Caulder. Seakan belum cukup, Lake juga dihadapkan dengan berita buruk lainnya tentang ibunya.

Keadaan yg cukup sulit inilah yang membuat hubungan Lake dan Will mesti dikesampingkan. Will tidak ingin kehilangan pekerjaan yang menghidupi dia dan Caulder. Walhasil hubungan mereka merenggang dan menjadi semacam tarik ulur, yg bikin pembaca seperti gw gemes dan kesel. Kesel karena Will ga konsisten, sebentar pengen sebentar menjauh. Setidaknya mereka mestinya bisa ngakalin pihak sekolah lah biar ga ketahuan kalo pacaran. Ribet amat kayaknya persoalannya. Lake sendiri juga terlalu sering berasumsi dan menduga2 dan mengambil kesimpulan sendiri dan kesal sendiri. Ga cuma ke Will tapi juga ke ibunya.

Anyway... selain permasalahan antara Lake dan Will, dibahas pula permasalahan lain tentang ibu Lake, Kel dan Caulder, dan teman-teman Lake, terutama Eddie yg menjadi teman baik Lake.

Pada akhirnya gw memberi 4 bintang, karena drama yang didapat dari permasalahan-permasalahannya dapet dan realistis. Hal lain yg gw suka adalah, beberapa kali ada adegan ciumannya, haha.

(1) First Impression
Drama young adult. Percintaan remaja. Kedengarannya standar cerita remaja. Ternyata ceritanya lebih dari itu ya.

(2) How did you experience the book?
Cukup membacanya dua hari. Isinya kental dengan drama, tapi bukan drama yg bikin eneg atau dibuat-buat.

(3) Characters
Karakter utama, Lake dan Will. Sering bertindak bodoh dengan ketidakjelasan sikap mereka, tapi cukup oke menurut gw. Cuma tentang Will kayaknya digambarkan terlalu sempurna.

Karakter lainnya adorable dan cool. Julia, Kel dan Caulder, lalu Eddie. Mereka ini digambarkan cukup kuat karakternya. Ada satu karakter yg kurang bagus, Javi, murid bandel di kelasnya Will, yg kemudian juga jadi pemicu konflik.

(4) Plot
sudah cukup dibahas di atas

(5) POV
dari sudut pandang Lake.

(6) Main Idea/Theme
dua anak manusia yang mesti menghadapi berbagai cobaan sulit di usia mereka yg masih belia, tapi somehow bisa melaluinya dengan baik karena dukungan dari orang2 sekitar mereka.

(7) Quotes
catchphrase dari Will, "bukan ide yang bagus." Kalimat ini sering diucapkan Will ke Lake.

Monolog Will di halaman 251, ketika dia menceritakan momen pertama dia melihat Lake yg baru pindah. Cuplikannya,
"Aku mau dia tahu bahwa dia tidak sendirian. Beban apa pun yang sedang dia pikul, aku mau memikulkan beban itu untuknya."

puisi Lake berjudul Pembelajaran yg dia baca di panggung. (hal 320)
"Aku mendapat pembelajaran tahun ini dari semua orang."

yg dibalas dengan puisi Will berjudul Lebih Baik dari Tempat Ketiga. (hal 324)
"Aku bertemu seorang gadis"

kemudian terakhir, surat dari ibu Layken, yg isinya poin2 kata mutiara. (hal 331)
"Jangan berhenti memasak basagna."

Kecuali catchphrase Will, quote2 dari monolog Will dan puisi2 mereka ini panjang banget, tapi menurut gw keseluruhan kalimatnya itu berkesan banget, keren. Terutama dua puisi dari Lake dan Will, yg membuat endingnya sweet dan enak diikuti.

(8) Ending
Endingnya oke. Scene di pembacaan puisi itu berhasil banget.

(9) Questions
nanti, sehubungan dengan slam

(10) Benefits
Kenal dengan puisi2 slam yang bener2 keluar dari hati.

(11) Lain-lain
Gw masih belom begitu ngerti puisi slam itu kayak gimana. Karena kalo dengan tulisan aja, masih belom kebayang. Gw coba nyari2 contoh puisi slam, tapi belom ada yg isinya menggugah. Apalagi berkaitan dengan penulisan di buku, maksudnya apa ya bagian2 yg ditebelin, trus pemenggalan baris, itu kalo dibacakan jadinya seperti apa. Alangkah bagusnya kalo Ms Hoover juga menyediakan puisi yg merepresentasikan puisi2 di bukunya.

Rating: 4/5

-OoO-

Review dari pembaca lain:
Review dari @sofiadhe di dunia-sofia
Review dari @Kopilovie_ di petronelaputribooks
Review dari @_raraa di ratnainapril
Review dari @psstBee di montalier

Sunday, December 29, 2013

Book Kaleidoscope 2013 - Day 1: Top Five Girl Characters

Sesudah membaca 2 postingan sejenis dari puput dan tammy, gw jadi pengen ikutan bikin (meskipun gw bukan anggota BBI dan ga punya blog buku sendiri). Meme (postingan khusus) ini  dipelopori dari blog Fanda Classiclit.

Day 1 - Top Five Book Boy/Girl Friends
From all the books you have read throughout the year, rank five male characters (if you are female) or five female characters (if you are male) you love the most. Tell us the reason, and it would be great if you use images to describe them (if the book has been made into movie, you can share photo(s) of the best actors/actresses to perform them). 


Awalnya gw sempet ragu, karena hampir semua yg ikutan cewek. Dan gw ga begitu suka dengan istilah top five girl friends, makanya diganti jadi character aja. Jumlah buku yg gw baca di tahun ini sebenarnya ga banyak kalo dibandingkan sama yg lain, tapi kalo dibandingkan sama jumlah yg gw baca tahun lalu, jelas meningkat banget. Sejauh ini udah 39 buku (bakal jadi 40 di akhir tahun), dan banyak juga yg berupa kumpulan cerita, jadi pilihan karakter ceweknya ga begitu banyak. Untungnya, dari yg sedikit itu, ada lima yg menurut gw keren.

5. Mei (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye)
Guru muda yg manis dan cantik ini setia menumpang sepit (perahu motor) Borno, yang membuat Borno jatuh cinta padanya. Di balik sifatnya yg pemalu dan jarang bicara, dia menyimpan rahasia penting tentang Borno. Saking kekeuhnya megang rahasia, dia sampai menyakiti diri sendiri dengan pergi meninggalkan Borno, sampe jatuh sakit. Gw membayangkan orang yg cocok memerankan gadis Tionghoa ini adalah Laura Basuki. Pas.


4. Liv (Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi)
Liv adalah murid SMA yang pas ulangtahun ke 17 mulai bisa melihat hantu di sekelilingnya, dan dia ga seperti karakter2 di cerita2 horor pasaran yg penakut. Dia belajar untuk menyesuaikan diri dengan kemampuan barunya, dan menggunakannya untuk menyelesaikan suatu misteri. Hmm, kalo diwujudkan secara visual, gw juga rada bingung siapa yg pas, soalnya ga apal artis2 muda Indonesia. Mungkin Maudy Ayunda cocok yah.


3. Lettie Hempstock (The Ocean at the End of the Lane by Neil Gaiman)
Gadis misterius yang memiliki pengetahuan luas dan kemampuan yang tak bisa dimengerti oleh manusia biasa. Usianya entah sudah berapa lama, tapi wujudnya tetap sebagai seorang anak umur 11 tahun. Dia melindungi si anak yg menjadi karakter utama di buku ini, dan bahkan mengorbankan dirinya supaya si anak tetap hidup. Buku ini katanya mau diadaptasi jadi film, tapi gw belom tau siapa yg bakal jadi Lettie. Gw juga ga banyak tahu aktris cilik Hollywood, tapi Mackenzie Foy, yg memeranin Renesmee di film seri Twilight, sepertinya cocok.


2. Johanna Mason (Catching Fire by Suzanne Collins)
Salah satu peserta Hunger Games Quell, Johanna ini sudah kelihatan karakternya sebagai pemberontak. Sejak awal dia ga suka para pemenang dipanggil lagi, dan dia ga begitu peduli dengan peraturan2 yg ditetapkan Capitol. Karakter ini sukses mencuri perhatian, dan terlihat lebih garang daripada Katniss. Versi filmnya yg keluar tahun ini, menampilkan Jena Malone (aktris favorit gw dari film Donnie Darko) sebagai Johanna. Hasilnya, Jena sukses memerankan karakter ini.


1. Hazel Grace (The Fault in Our Stars by John Green)
Sebagai penderita kanker, Hazel tidak terlihat depresi atau meratapi nasibnya, tidak juga berlagak optimis dengan semangat yg dibuat2. Normal saja, tanpa mengeluh, dan melanjutkan hidup seperti biasanya. Hazel adalah salah satu karakter paling cerdas yg pernah gw baca. Kalimat-kalimatnya yang ga biasa itu bikin kita terkagum-kagum. Di versi film yg akan dibuat, yg menjadi Hazel adalah Shailene Woodley, tapi gw ga begitu kenal. Menurut gw, Chloe Moretz akan lebih cocok memerankan Hazel.

Tuesday, November 12, 2013

[Review Buku] Aku Tahu Kamu Hantu

"Lambat laun kamu akan terbiasa. Kalau tak dihiraukan, mereka bosan sendiri."



Author: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia
269 halaman


Buku bacaan Reight book club edisi November, yang akhirnya kebagian juga buku hasil arisan GagasMedia. Buku inilah yang ditunjuk untuk dibahas.


Sinopsis:

Liv (Olivia), di ulang tahunnya yang ke 17, bukannya dapet hari yang membahagiakan, malah menerima hadiah tak mengenakkan berupa 'penglihatan'. Sewaktu di toilet sekolah dan bercermin, dia melihat penampakan wanita berpakaian serba putih berambut panjang yang membelakanginya. Disusul dengan penampakan-penampakan lain, seperti anak kecil yang mengetok2 jendela kamarnya... yang terletak di lantai 2! Kemudian ada pula Frans, salah satu murid di sekolahnya yang sudah hilang berhari-hari.

Setelah bertemu dengan mamanya yang sudah bercerai dengan ayahnya, Liv diberitahu kalau penglihatan yang dimilikinya merupakan turunan dari keluarga ibunya. Intinya, sekarang dia bisa melihat roh halus. Liv tentu saja mesti membiasakan diri dengan hal ini, di samping permasalahan lain yang sedang dihadapinya sebagai seorang murid SMA. Perseteruan dengan murid2 populer yang sok, sahabat yang menjauh, murid lain yang suka sama dia, dan seubrek masalah dan subplot lain.

Liv punya satu misi penting yang mesti dia selesaikan. Menemukan Frans, dan mencari tahu siapa pelaku yang sudah menyebabkan kematiannya.

Review:

(1) First Impression
Waktu tahu kalo klub buku kita kebagian buku ini, saya berpikir "yah, kok dapetnya ini, bukan buku lain yg lebih terkenal.. mana horor pula." Mana waktu cek di goodreads, kok beberapa yg komen nyebut kalo mereka dapet pengalaman yg ga enak sewaktu baca, ya ngeliat penampakan2 seperti Liv lah.  Saat itu, anggapan saya ke buku ini langsung berubah. Buku ini buku yg ga bisa dianggap enteng, mesti diwaspadai, berbahaya. Kemudian setelah itu, temen2 saya di klub yang udah baca bilang kalo ga seserem yg dibayangkan, tapi setuju kalo buku ini bagus. Baiklah, sepertinya ga terlalu seram.

(2) How did you experience the book?
Saya membaca buku ini selama 3 hari, di dua hari pertama baca sewaktu hari terang, di sepertiga akhir, di bagian klimaksnya, baca pas dini hari. Tujuannya biar bisa lebih meresapi isi dan suasana yg ada di dalam bukunya.

Seperti yang sudah dikatakan teman2 yg lain, ceritanya memang tidak seram atau menakutkan. Sewaktu awal2 Liv ngeliat hantu, dia memang ketakutan, tapi berikutnya dia lebih merasa terganggu dan ga nyaman ketimbang takut. Semakin ke belakang, bagian tentang melihat hantu ini pun bukan menjadi permasalahan utama bagi Liv.

Tentang buku ini yang tidak terlalu seram, saya punya dua pendapat. Pertama, karena mungkin tema utamanya bukan horor atau hantu, melainkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi Liv. Kedua, karena cerita horor akan lebih efektif jika disampaikan melalui media film, karena ada aspek audio visual yang tidak ada pada buku.

Meskipun tidak terlalu seram, tapi saya suka dengan buku ini, yang tidak terjebak dengan pola-pola cerita horor biasa dimana karakternya terus menerus ketakutan, dan hantu2nya ga berhenti menakuti orang. Penjelasan di buku ini, yang disampaikan lewat karakter2 mamanya Liv atau tetangganya Liv, cukup logis dan bisa diterima, sehingga Liv dan juga yang baca ga merasa takut.

Saya juga kagum dengan kompleksitas karakter dan subplot di buku ini. Baru memasuki halaman 20an, saya sudah bertemu banyak karakter yang masing-masing ada namanya. Semakin ke belakang, makin banyak lagi karakternya, dan masing2 punya subplotnya sendiri, yang ga dibiarkan liar, tapi ada tujuannya ketika cerita memasuki bagian akhir. Rapi pokoknya.

Kemudian detail2 lain juga ditulis dengan rapi, dan pastinya sudah melalui riset yang sungguh-sungguh. Misalnya penamaan kelas di SMA jaman sekarang, atau penyanyi yg populer di jaman dulu, dan lainnya.

(3) Characters
Karakter utamanya adalah Liv, cewek yang baru berulangtahun ke 17, bisa ngeliat hantu, dan ikut klub karate. Mandiri dan kuat. Ini jenis karakter yg saya suka.

Karakter lainnya adalah orangtua, guru-guru, dan murid-murid sekolah yang... banyak banget. Seperti yang tadi udah saya sebut, masing2 dibangun dengan rapi. Kalo dibahas satu-satu bisa panjang sekali. Saya mau nyebutin tiga karakter aja.

Pertama, Kenita. Saya suka dengan karakter ini. Dari teman sebangku yang cuek, dia menjelma menjadi sahabat baik Liv.

Kedua, Daniel. Saya ga begitu suka, karena karakternya mengecewakan. Yang awalnya teman baik Liv, tapi malah makin menjauh. Di akhir banget buku ini, terkuaklah penyebabnya.

Ketiga, Ines. Dia pacarnya Stefan, salah satu murid populer yg jadi antagonis di buku ini. Saya ga suka dan ga simpati sama karakter ini, meskipun dia sempat jadi korban. Sebabnya adalah, udah tau pacarnya brengsek, tapi dia masih belain, dan niat banget cari masalah sama Liv.

(4) Plot
Keseluruhan cerita terjadi dalam 9 hari, dan saya suka dengan pembagian yang sistematis ini. Diurutkan sesuai hari, kemudian di dalamnya ada lagi bab-babnya. Klimaks terjadi di hari ke-8, di malam harinya.

(5) POV
Sudut pandang orang ketiga dari Liv, yang kalau diamati sebenarnya mirip sekali dengan POV 1.

(6) Main Idea/Theme
Masalah-masalah yang dapat muncul dalam kehidupan seorang murid sekolah, ketika dia bisa melihat hantu.

(7) Quotes
Jika rumah ini hidup oleh tawa, semarak oleh kasih sayang, mungkin ia takkan pernah melihat hal-hal tak terjelaskan di sekolah. (hal 31)

"Lambat laun kamu akan terbiasa. Kalau tak dihiraukan, mereka bosan sendiri." (hal 59)

"Yang mereka datangi cuma manusia yang tahu keberadaan mereka," (hal 90)

(8) Ending
Cukup memuaskan, semua antagonis mendapat balasannya, dan menyisakan satu twist di akhir cerita.

(9) Questions
- Sewaktu menulis buku ini, si penulis ingin menjadikannya genre apa? Apakah cerita horor yg menyeramkan, atau ingin mengangkat genre lain?
- Kenapa hantu Frans tidak bicara sama sekali? Hantu2 lain biasanya memanggil-manggil Liv.

(10) Benefits
Membuat saya lebih paham dengan situasi yang dialami orang2 yang bisa melihat penampakan, bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang mesti ditakuti terus-terusan.

(11) Lain-lain
Ilustrasi bukunya yang muncul di tiap bagian Hari Pertama, kedua dst, menurut saya ga cocok, karena isinya tidak seseram yang digambarkan ilustrasinya.

Rating: 4/5.


-OoO-

Review dari pembaca lain:
Review dari @adit_adit di catatanpunyatia
Review dari @_raraa di ratnainapril
Review dari @yuska77 di lustandcoffe
Review dari @psstBee di montalier
Review dari @Kopilovie di petronelaputribooks
Review dari @saidumar164 di beerandbear164
Review dari @indtari di missquabooks
Review dari @danissyamra di syamra-reightbookclub
 

Tuesday, November 05, 2013

[Review Buku] The Fault in Our Stars

"Dunia bukanlah pabrik pewujud keinginan"




alias: Salahkan Bintang-Bintang
Author: John Green
Penerbit: Qanita
424 halaman


Buku bacaan Reight book club edisi Oktober.

Sinopsis

Hazel Grace Lancaster bertemu dengan sesama penderita kanker, Augustus Waters di pertemuan Kelompok Pendukung. Mereka cepat menjadi akrab dan saling mengenal lebih jauh.

Meskipun sama-sama penderita kanker, kondisi mereka cukup berbeda. Hazel menderita kanker paru-paru, dan bertahan hidup dengan kondisi paru-paru yang payah, dan mesti memasang alat bantu pernapasan. Sementara Augustus pernah menderita kanker tulang dan sebelah kakinya diamputasi, tapi saat ini bisa dibilang dia sudah sembuh. Kondisi inilah yang membuat Hazel enggan untuk menjalin hubungan dengan Augustus. Dia kuatir akan membuat Augustus terluka ketika dia mati.

Hazel memiliki satu buku yang sangat disukainya, berjudul Kemalangan Luar Biasa, karya Peter van Houten. Buku yg isinya mirip sekali dengan kondisinya, tentang seorang anak perempuan penderita kanker. Sudah sejak lama, Hazel penasaran dengan nasib tokoh2 pendukung di buku itu setelah ceritanya berakhir. Dia sudah berkali2 mengirim surat pada si penulis tapi tidak pernah mendapat balasan.

Hingga kemudian Augustus ikut mencoba mengirim email, dan mendapatkan hasil. Si penulis saat ini tinggal di Amsterdam, dan tidak pernah menulis lagi. Dia tidak akan memberitahukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Hazel kecuali mereka datang dan bertemu langsung dengannya.

Tak disangka, Augustus memiliki jalan untuk mewujudkannya. Dengan bantuan lembaga Peri yang mengabulkan Keinginan Augustus, mereka berhasil pergi ke Amsterdam dan menemui Peter van Houten.

Akan tetapi, hasil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Dan, ada kejutan lain yang tak menyenangkan untuk Hazel.

Review & Komen

(1) First Impression
Buku ini terpilih sebagai Best Young Adult Fiction dari Goodreads Choice Awards 2012. Naturally, gw yakin kalo buku ini bagus banget, meskipun bukunya ga begitu rame di Indonesia.

(2) How did you experience the book?
Membaca buku ini, suasana hati dibuat jungkir balik. Di satu bagian, kita dibuat kagum dengan tokoh2 utamanya yang cerdas. Kemudian cerita menjadi manis ketika momen2 kedekatan Hazel dan Augustus muncul. Tak kurang, kita dibuat ikut kesal dan marah ketika Peter van Houten bertingkah seperti bajingan dan menghina Hazel. Tapi yang lebih banyak adalah kesedihan, ketika dihadapkan dengan penyakit mereka dan konsekuensi tak terhindarkan yang dihasilkannya.

Gw juga suka dengan gaya bahasa yang digunakan, percakapannya juga mengalir, ga kaku.

(3) Characters
Kedua tokoh utama, Hazel dan Augustus, adalah karakter yang bakal disukai pembaca. Mereka cerdas dan kuat. Mereka melalui kesulitan tanpa mengeluh, bersikap normal, seakan penyakit mereka merupakan hal yang biasa. Seringnya mereka malah menjadikan kondisi mereka sebagai bahan candaan.

Kemudian gw baru sadar, memang seperti itulah yang dirasakan mereka. Biasa-biasa saja. Kita sajalah sebagai yang kondisinya lebih baik yang melihat mereka berbeda, berpikir bahwa kondisi mereka pastilah sulit dsb.

Anyway, ada kebiasaan unik Augustus, dimana dia meletakkan sebatang rokok pada mulutnya, tapi tidak pernah menyalakannya. Ini bukan buat sekedar gaya, tapi metafora.
"Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan."

Dan Augustus selalu manggil Hazel dengan Hazel Grace, ketimbang Hazel saja. Something sweet about it.

Selain mereka, karakter pendukung seperti orang tua mereka juga lovable. Lalu ada Isaac, teman mereka yang menderita kanker mata, dimana matanya mesti diambil sehingga dia buta. Kemudian ada Peter van Houten, si penulis buku Kemalangan Luar Biasa.... yang ternyata seorang bajingan pemabuk yang menolak memenuhi janjinya memberi jawaban untuk Hazel.

Menurut gw memang ada yg aneh dengan cara van Houten yang ngotot ga mau ngasihtau kelanjutan ceritanya, padahal dia bisa aja asal ngarang supaya Hazel puas. Pastilah ada sesuatu, dan betullah. Cerita di buku KLB ternyata semacam kisah nyata dari putrinya yang meninggal karena kanker. Makanya setelah itu dia ga nulis lagi, dan Hazel ngingetin dia akan putrinya.

(4) Plot
Menurut gw, klimaks cerita ada di Amsterdam, dimana selain pertemuan dengan van Houten yang mengecewakan, momen romantis antara Hazel dan Augustus mencapai puncaknya. Makan malam berdua, lalu besoknya ketika mengunjungi museum Anna Frank, Hazel dan Augustus berciuman, dan setelahnya ketika kembali ke hotel, untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan seks.

Kemudian datanglah kejutan yang tak menyenangkan, dimana kanker Augustus kambuh lagi, dan keadaannya segera memburuk. Ceritanya mulai antiklimaks dari sini, dan itu cukup panjang, masih 1/4 buku lah. Ironis sekali, karena awalnya Hazel yang kuatir akan mati lebih dulu dan membuat Augustus terluka. Tapi ternyata malah kondisi Augustus yang lebih buruk.

(5)POV
Sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama, yaitu Hazel.

(6) Main Idea/Theme
Menurut gw, tema utama dari buku ini adalah bagaimana penderita kanker menjalani hidupnya dengan optimis, dimana mereka juga bisa jatuh cinta dan berpacaran, dan memiliki impian dan keinginan. Dalam hal ini, keinginan Hazel adalah mendapatkan jawaban atas kelanjutan cerita KLB.

(7) Quotes
"Dunia bukanlah pabrik pewujud keinginan."

Aku tidak benar-benar berbohong. Aku hanya memilih di antara kebenaran-kebenaran yang ada. (hal 65)

"Terkadang orang tidak memahami janji yang mereka ucapkan ketika mereka sedang mengucapkannya." (hal 86)

"Aku granat dan suatu ketika aku akan meledak, sehingga aku ingin meminimalkan jumlah korban, oke?" (hal 136)

"kegembiraan yang kau bawa untuk kami jauh lebih besar daripada kesedihan yang kami rasakan karena penyakitmu." (hal 141)

"Keadaan telah menjadikannya begitu kejam. Dia bukan orang jahat." (hal 266)

"Kau tidak bisa memilih apakah kau akan terluka di dunia ini, tapi kau bisa ikut menentukan siapa yang melukaimu." (hal 418)

(8) Ending
Di antara antiklimaks yang mengiringi kemunduran kondisi Augustus hingga kematiannya, ada subplot yang berusaha membuat cerita tetap hidup. Rupanya Augustus mengirimkan surat pada van Houten, dan Hazel berusaha untuk mencari tahu isi surat itu. Isi surat itulah yang menjadi penutup.

Isi surat itu, dan orangtua yang mencintainya, cukup untuk memberi semangat pada Hazel untuk melanjutkan hidupnya.

(9) Questions
Apakah Peter van Houten akan insaf dan menulis buku lagi? Atau setidaknya, jadi orang yang lebih baik?

(10) Benefits
Jelas, membaca buku ini membuat kita lebih bersyukur dengan keadaan kita yang jauh lebih sehat ketimbang Hazel dan Augustus.

(11) Lain-lain
Tentang terjemahan buku ini, secara umum cukup oke, tapi ada beberapa terjemahan yang miss. Contoh yang konsisten muncul adalah, sepertinya sih, "Well, " yg muncul di percakapan, diterjemahin jadi "Wah, ". Dan terjemahan tentang istilah-istilah dan judul buku/game, membuat gw pengen baca versi bahasa Inggrisnya biar lebih klop.

Tentang bagian yang katanya disensor, gw cuma menduga2 kalo itu adalah bagian detail dimana Hazel dan Augustus melakukan seks. Dan menurut gw itu ga masalah, karena di versi terjemahan sudah diberitahu kalo mereka memang melakukannya, cuma detilnya aja yg ga diceritakan.

Dan di bagian akhir, kayaknya bagian dari akhir surat Augustus dan jawaban dari Hazel kecampur, font dan stylenya lupa dibedain.

(12) Bagian Favorit
Ada tiga. Pertama, sewaktu Augustus cerita ke Hazel kalo Para Peri mengabulkan keinginannya dan akan membiayai perjalanan mereka ke Amsterdam. (hal 123-124)

Kedua, konfrontasi antara Hazel dan van Houten, dimana Hazel sampai marah dan menuntut jawaban dari si penulis bajingan itu. Sampe dia bilang, "Dengar, Bajingan," yang dalam bahasa aslinya pastilah berbunyi, "Listen, Asshole." (hal 260-262)

Ketiga, sewaktu mereka berciuman di museum Anne Frank, ga peduli ama orang2 yg lagi nonton, yang kemudian malah tepuk tangan buat mereka. (hal 274-276)

Kesimpulan: gw suka sekali dengan buku ini. Rating: 5/5.

-OoO-

Review2 dari pembaca lain:
Review dari @iiphche
Review dari @psstBee
Review dari @_raraa
Review dari @kopilovie
Review dari Miss G

Friday, September 27, 2013

[Review Buku] Ciuman Untuk Eros



Author: Komunitas Penulis Punya Mimpi
Penerbit: LeutikaPrio
115 halaman


Gw dapet buku ini sebagai hadiah kuis dari @siputriwidi. Dari awal promosi buku ini, gw penasaran juga sih dengan isinya yang katanya membahas tentang seksualitas.

Buku ini adalah kumpulan cerpen bertema seksualitas dari 9 penulis yg tergabung dalam Komunitas Penulis Punya Mimpi, diterbitkan secara self-published lewat LeutikaPrio.

1. Adam Adam by Nugroho Yogho Pratomo
Seorang pria berusaha membuktikan sesuatu dengan mendatangi tempat hiburan malam, dan bercinta dengan seorang pelacur. Ternyata dia gagal membangkitkan gairahnya, dan pria itu kembali pada pasangan gaynya.

Hmm, gw ga begitu suka yg ini sih, karena temanya homoseks.

2. Bersimbah Darah by Yanelis Prasenja
Ceritanya diawali dengan sepasang kekasih yang bercinta di sebuah rumah di perkampungan. Nah, setelahnya cerita menjadi absurd. Karakter ceweknya berjalan melewati gang-gang yang sepi dan rawan, lalu dia pulang ke rumahnya, tetapi waktu seakan2 lompat dan berlalu dengan sangat cepat, kemudian dia bertemu hantu. Absurd pokoknya.

Gw ga begitu mengerti jalan ceritanya, tapi gw suka keabsurdannya.

3. Imaji by Aifia A. Rahmah
Seorang anak laki-laki yang baru dewasa, baru berusia 17, sedang mempelajari kedewasaannya, mulai dari mimpi basah, dan rasa ketertarikannya dengan cewek sekolah lain yang ditaksirnya, serta obrolan tentang masturbasi dengan teman baiknya.

Temanya menarik, membahas hal2 khas cowok yg mungkin jarang diketahui cewek2. Bahasanya juga sopan, meskipun dialog antara Adam dan temannya terlalu kaku utk percakapan antar cowok.

4. Kesalahan Terbesar by Setya Ai Widi
Sebuah perselingkuhan, dan Ve berusaha merebut Ren dari pacarnya, dengan bercinta dengannya, lalu diam-diam mendatangi rumah Ren. Bermaksud memergoki dan mengejutkan Ren dan pacarnya, Ve malah terkejut sendiri karena mendapati pacarnya Ren ternyata cowok.

Dibandingkan dengan cerpen lainnya, cerpen ini terlalu singkat.

5. Kita dan Tuhan Saja by DeAnnita
Ceritanya diawali dengan percintaan sepasang kekasih, yang sudah berencana untuk menikah di kemudian hari. Mereka belum menikah karena terhalang status si cewek yg masih kuliah.

Gw suka dengan cerita yg ini. Semacam opini yang jujur tentang kenyataan yang sering terjadi saat ini. Dalam cerpen ini, Andari, karakter cewek, memakai kerudung yg disebutnya hijab, tapi beda dengan kerudung lebar yang dipakai akhwat2 di kampusnya. Dibahas pula perbedaan kerudung yg seadanya dengan kerudung lebar, status akhwat yg eksklusif, dan intinya kerudung lebar atau hijab seadanya tidak menjamin bahwa perilaku mereka benar-benar terjaga, dan itu yang mau ditekankan dari cerpen ini.

Cerpen ini wajib banget dibaca.

6. Koitusisme by Putri Widi Saraswati
Menampilkan Eros, malaikat yang dikaitkan tentang cinta dan hawa nafsu. Manusia sudah melupakan Eros dan menyalahgunakan hawa nafsu seenaknya. Dalam hal ini adalah Dewa, petualang cinta yang berhubungan seks dengan wanita yang berbeda-beda, tanpa ikatan. Eros memberinya mimpi tentang masa depan Dewa, konsekuensi dari tindakannya yang kelewatan.

Cerpen ini memberi peringatan tentang bahaya2 penyakit yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan seks yang ga sehat, berganti2 pasangan dsb. Penampilan karakter Eros mungkin ga begitu perlu, tapi pesan yang dimaksud tersampaikan dengan pas.

7. Rima, Kekasihku! by Andaru Intan
Seorang laki-laki yg bekerja sebagai penggali kuburan dan memiliki istri di rumah. Kasus pencurian mayat ramai dibicarakan. Ternyata dialah pelakunya, yang mencuri mayat lalu memperlakukan mayat itu sebagai istrinya.

Necrophilia. Unik juga temanya.

8. Sepasang Benalu by Dedy Sulistiyanto
Sepasang kekasih yang terpisah, karena si pria mesti menikah dengan wanita yg dijodohkan orangtuanya. Secara kebetulan, mereka dipertemukan lagi melalui lingkungan pekerjaan mereka. Twist yang disajikan adalah, karakter satunya lagi, ternyata bukan wanita, tapi pria.

Rapi dan cerdik dalam menutupi identitas kelamin si karakter kekasih yg ternyata pria. Meskipun gw udah tau kalo ternyata itu laki-laki, gw tetap menikmati membacanya dengan membayangkan kalo karakternya itu cewek, dan pas2 aja.

9. Tangkai-tangkai Dosa by Lea
Ryan yang hendak melangsungkan pernikahan dengan calon yg dijodohkan padanya, Airin, tidak bisa melarikan diri dari kenyataan kalau dia tidak bernafsu dengan wanita. Sebabnya adalah pelecehan yang dilakukan ayah tirinya sejak dia kecil.

Gw merasa ceritanya mirip dengan cerpen pertama yg juga membahas homoseks. Bahasa yang digunakan sering mengandung kiasan, dan gw ga begitu yakin tangkai-tangkai yang dimaksud ini apa.

-oo-

Secara keseluruhan, cerpennya bagus-bagus. Yg menjadi pertanyaan buat gw adalah, tujuan yg tercantum di kata-kata pembuka dan di cover belakang. Yg gw tangkep, buku ini bermaksud untuk membuka cara pandang pembacanya agar tidak selalu menilai seksualitas sebagai sesuatu hal yang tabu dan salah. Nah, tapi beberapa cerpen di dalamnya justru secara tersirat menunjukkan sebaliknya. Pada cerpen pertama misalnya, tokohnya sendiri merasa bersalah dengan keadaannya. Lalu ada necrophilia, bahaya seks bebas, sodomi pada anak, perselingkuhan.

Saya jadi bingung dengan tujuan yang dimaksud.

Sunday, September 22, 2013

[Review Buku] reasons




Author: Aditia Yudis
Penerbit: teen@noura
332 halaman



Buku bacaan Reight book club edisi September.

Plot:

Adeline dan Amber, dua cewek yg bersekolah di tempat yang sama, sebelumnya ga terlalu kenal satu sama lain, masing-masing punya latar belakang dan permasalahan keluarga sendiri. Dan keduanya sama-sama ingin masuk ke UI, dan kebetulan sama-sama menjadi peserta lomba karya ilmiah, dimana pemenangnya akan langsung diterima di UI.

Konflik dimulai karena Adeline menjadi pemenang dan diterima di UI. Amber ga terima dia kalah dari Adeline. Ditambah tekanan berat dari orangtuanya yang memaksakan kehendak mereka, Amber merancang rencana jahat untuk Adeline. Dia dan teman baiknya, Marina, mulai menyebarkan gosip-gosip yang jelek tentang Adeline. Adeline awalnya berusaha untuk mengabaikan, tapi ketika ulah mereka makin menjadi dan menyebar gosip bahwa ibu Adeline gila, dia marah dan tidak tinggal diam. Konfrontasi terjadi antara Adeline dan Amber, yang menyebabkan iphone milik Amber terjatuh, dan kemudian dibalas oleh Amber yang merobek buku Adeline. Amber juga meminta Adeline mengganti iphone-nya yg rusak.

Padahal keuangan Adeline sendiri pas-pasan, dia harus menabung untuk biaya kuliahnya nanti. Demi menyelesaikan konflik dengan Amber, supaya dia berhenti mengganggunya, Adeline menggunakan uang tabungannya untuk mengganti hape Amber. Masalah di antara mereka pun (sementara) tuntas, ditambah lagi karena lulus, mereka tidak akan bertemu lagi di sekolah.

Setelah itu, mereka bersiap memasuki masa kuliah dan mencoba mengatasi masalah2 yang mereka alami. Adeline berhasil membiayai kuliahnya berkat pinjaman dari Bang Rizal, sekaligus bekerja di warnet miliknya bersama Sigit, kenalan Bang Rizal. Adeline dan Sigit pun berteman akrab.

Sementara Amber akhirnya juga berhasil kuliah di UI melalui jalur tes, meskipun tidak sesuai dengan jurusan yang dikehendaki orangtuanya. Amber memutuskan untuk pindah dari rumahnya dan tinggal bersama kakaknya, Abimantra.

Masalah antara Adeline dan Amber kembali muncul, ketika orang-orang di sekitar mereka saling berinteraksi. Amber yang naksir dengan Sigit, dan Abimantra yang naksir Adeline. Hanya tinggal menunggu waktu hingga Adeline dan Amber kembali bentrok, dan menuntaskan konflik mereka yang belum selesai.

Review & Uneg-uneg:

To be honest, gw ga mengira kalo gw bakal suka sama ceritanya. Awalnya gw ragu, soalnya gw ga begitu ngefans sama gaya nulisnya adit yg biasanya mendayu-dayu di cerpennya. Bahasa yang digunakan di buku ini cukup lugas, ga bertele-tele.

Plotnya cukup padat. Selain Adeline dan Amber yang memiliki masalahnya sendiri, karakter2 pendukung yaitu Sigit dan Abimantra pun diberi masalah masing-masing, dan banyak detil-detil tentang mereka yang disajikan dengan komplit.

reasons, judul buku ini, sepertinya mengacu pada alasan-alasan di balik tindakan para tokohnya. Dimulai dari Amber yang dengan ganasnya berusaha menghancurkan Adeline. Itu terjadi karena dia sendiri tertekan oleh sikap orangtuanya yang pilih kasih. Mereka selalu membandingkannya dengan Abimantra, kakaknya, dan apapun prestasi yang diraih Amber, tidak pernah cukup buat mereka. Perlakuan orang tua yang seperti ini berbahaya sekali lho, bisa menyebabkan anaknya melakukan hal-hal mengerikan. Sudah ada contohnya di cerita lain, misalnya Loki yang merasa diabaikan Odin, dan Sasuke yang dibanding-bandingkan dengan Itachi. Hasilnya rusak kan.

Sedangkan Adeline yang sepanjang cerita sebenarnya sudah oke, mendekati akhir cerita kemudian ikut terpengaruh oleh pertikaiannya dengan Amber. Demi membalas perlakuan Amber, Adeline mengiriminya email dengan mengatasnamakan Sigit. Yang ga jelas alasannya mungkin si Marina itu. Cuma ngikut-ngikut dan ngomporin Amber.

Jadi, Adeline dan Amber punya masalah dan alasannya masing-masing, tapi menurut gw si Amber ini keterlaluan. Ga seharusnya masalah yang kita miliki menyebabkan kita menyakiti orang lain yg ga terlibat. Apalagi dia tahu kondisinya Adeline yg sama-sama sulit, bukannya bersimpati, malah menindas. Dan ada satu titik dimana Adeline kepikiran untuk bunuh diri. Kejam banget.

Setelah konflik mereka sempat reda, lalu berjuang dengan masalahnya sendiri, gw kira Amber bakal berubah. Ternyata belom. Begitu ketemu Adeline lagi, dia (dan Marina) masih sama jahatnya. Halaman 242, kalimatnya Marina, "Ngapain sih orang itu muncul lagi. Gue kira udah mampus deh, waktu kita kerjain dulu." Gw emosi baca bagian ini. (Kalo mungkin, gw akan nulis nama Amber, Marina, dan orangtuanya Amber di Death Note.)

Masalahnya Amber ini sendiri berasal dari orangtuanya yang brengsek. Orangtua yang ga memberi anaknya pilihan untuk menentukan masa depannya, dan ga menghargai anaknya.

Coba dipikir lagi deh. Mereka kesal dan ga puas gara2 Amber gagal masuk UI karena kalah di lomba karya ilmiah. Gw pengen bilang: YAELAHBROOO banget ini. Lomba itu kan cuma salah satu jalur untuk masuk ke UI. Seperti yg disebutkan, masih ada jalur lain, yaitu jalur undangan (istilahnya dulu PMDK) dan jalur tes (smptn). Lagian, jalur tes itu lebih bergengsi menurut gw, lebih mencerminkan kualitas si anak. Eeh, mereka malah mempermasalahkan hal ini. Masalah yang sebenarnya ga perlu dibesar-besarkan. Gara2 itu, Amber nyari sasaran pelampiasan pada Adeline, dan malah sibuk menghancurkan Adeline ketimbang belajar buat ujian masuk.

Haduh. Padahal kalo mereka bersikap normal, dan berpikiran jernih kalo masih ada jalur seleksi, masalah dengan Adeline tidak akan pernah ada. Tapi kalo begitu buku ini jadi ga ada isinya sih, haha.

Rating: 4/5

Point-point untuk General Discussion:

1. First Impression
Gw kirain ceritanya bakal boring dan mendayu-dayu, plus tadinya gw ga suka sama nama karakternya Abimantra. Aneh. Untungnya tidak.

2. How did you experience the book?
Buku yg gw beli ternyata cacat. Halamannya ada yg lompat dan ilang. Makanya gw putuskan untuk langsung baca hari ini sampe abis, soalnya kalo dikirim ulang utk dituker sama yg baru, takutnya makan waktu lama. Ada 16 halaman yg hilang di buku yg gw punya, dari halaman 155-170. Untungnya waktu itu udah pernah dikirimin draftnya sama adit, jadi di bagian yg hilang itu gw baca softcopynya, trus lanjut baca bukunya lagi. Setengah hari, bukunya selesai dibaca.

3. Characters
Karakter utama di buku ini dua cewek bernama Adeline dan Amber, yg melalui masa-masa akhir di SMA hingga kuliah di semester awal. Karakter pendukung, Sigit dan Abimantra. Lainnya, Marina, Rani, orangtuanya Amber, ibunya Adeline, dan Bang Rizal. Tiap karakter dibangun dengan baik. Karakter yg gw ga suka cuma Amber, Marina, sama orangtuanya Amber.

4. Plot
Linear.

5. POV
diceritakan dengan pov orang ketiga, yang silih berganti membahas Adeline dan Amber, sesekali membahas Abimantra dan Sigit.

6. Main Idea/Theme
Banyak yg bilang kalo temanya adalah impian, tapi menurut gw bukan. This is not about dream. This is about war. Perseteruan. Kalo tentang impian mereka yg pengen masuk UI, di pertengahan cerita udah selesai masalahnya, tapi malah lanjut, dengan perang di antara Amber dan Adeline. Perang bikin masing-masing pihak mengeluarkan sisi terburuk mereka, termasuk Adeline.

Gw jadi inget sama novelnya adit yg lain, Bittersweet Love. Ceritanya agak mirip, dua cewek yg saling bermusuhan karena keadaan.

7. Quotes
Ehm, menurut gw, quote yg "there is some good in this world" itu ga termasuk, karena itu kan quote Tolkien dari buku lain, yg dimasukin di sini.
Kalimat2 di buku ini sendiri ga banyak yang bisa dijadiin quote sih,  tapi ada satu yg gw tandain.
"Lain kali, kalau ada yang berani menindas lo seperti itu, cerita ya ke gue. Gue enggak suka yang kayak gitu." Sigit.

Trus ada satu lagi nih.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Meski begitu, setiap orang punya hak untuk mendapatkan maaf dan diberikan kesempatan kedua.
Err, lucu juga nih si Adeline membatin begitu, padahal dia ga ngasih kesempatan itu buat Abimantra.

8. Ending
Cukup memuaskan karena Adeline dan Amber (sepertinya) berdamai.

9. Questions
Hmm, ga ada

10. Benefits
Pelajaran yang bisa diambil:
Orangtua tidak boleh memaksakan kehendak pada anaknya.
Anak juga sebaiknya memiliki sikap dan pendirian yang teguh akan pilihannya.
Jangan melampiaskan masalah yang kita miliki ke orang lain yang tidak terlibat.
Tindakan penindasan harus dilawan, dan sebaiknya dilaporkan. Tapi jangan dibalas dengan cara2 kotor.

11. Lain-lainnya
- Penggunaan elemen2 fandomnya adit di buku ini, misalnya Star Trek, The Hobbit dll, tadinya gw pikir bakal mengganggu. Ternyata engga, karena banyak juga yg jadi bagian dari plot.
- Typo di buku ini ga terlalu banyak, palingan ada beberapa yg kurang spasi.
- Ada yg lebih mengganggu sih, yaitu penggunaan ", kan," yg ditaruh di tengah2 dialog. Penempatan tanda komanya menurut gw aneh. Tiap kali nemu ini, serasa mesti berhenti jalan sejenak, lalu lanjut lagi. Contoh: "Bukan bermaksud menguping, tetapi ini, kan, wilayah publik"
- Tentang dialog dimana Adeline ngomong aku-kamu sementara lawan bicaranya (Sigit) ngomong gue-lo, menurut gw ga masalah. Karena memang ada orang2 yg konsisten seperti itu.
- Overused word: kedai kopi. Ga ada istilah lain apa ya, lama2 bosen denger kata kedai kopi untuk menggambarkan Starbucks.
- Dan benar, ada dialog Amber-Marina yang kaku, padahal mereka ngomongnya gue-lo.


-OoO-

Monday, August 26, 2013

[Review Buku] The Ocean at the End of the Lane



alias: Samudra di Ujung Jalan Setapak
Author: Neil Gaiman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
264 halaman


Buku bacaan book club edisi Agustus. Buku pertama Neil Gaiman yg gw baca. Beliau dikenal sebagai penulis di genre fantasi.

Plot:

Karakter utama di buku ini adalah seorang anak laki-laki (tak disebutkan namanya). Dia tidak memiliki teman, suka membaca buku-buku, dan suka kucing. Ayahnya menyewakan salah satu kamar di rumahnya yang besar, dan suatu ketika, orang yang tinggal di sana adalah seorang penambang opal. Si penambang membawa mobil ayahnya hingga ke ujung jalan setapak, dan kemudian bunuh diri di dalamnya. Si anak dan ayahnya dipanggil ke sana, dan saat itulah si anak juga berkenalan dengan Lettie Hempstock, anak perempuan yang tinggal di rumah di ujung jalan itu, serta ibunya, Mrs Hempstock, dan neneknya, Mrs Hempstock tua.

Kejadian aneh bermunculan setelah kematian si penambang itu. Si anak bermimpi mulutnya kemasukan sesuatu, dan setelah terbangun, dia mendapati uang logam di dalam mulutnya. Kejadian aneh lain terjadi pada orang2 di sekitar, uang bermunculan secara tiba-tiba. Tidak ada yang bisa menjelaskannya kecuali Lettie, dan keluarga Hempstock yang bukan orang sembarangan. Mereka mengetahui banyak hal. Menurut Lettie, hal itu dipicu oleh si penambang opal, yang dengan tindakan bunuh dirinya, mengundang mahluk2 dari dunia lain.

Lettie membawa si anak menyeberangi lahan pertaniannya yang luas ke dunia lain, dunia dimana langitnya berwarna oranye, dimana mereka bertemu dengan mahluk kain kanvas yang berkibar-kibar dan robek, yang mengaku sebagai penguasa tempat itu. Dialah yang menyebabkan kejadian-kejadian aneh tadi. Dengan keahliannya, Lettie mengikat mahluk itu, menahannya agar tidak mengganggu orang-orang.

Tapi ini bahkan bukan akhir cerita. Karena sebuah kesalahan yang dilakukan si anak, mahluk itu berhasil mengikutinya, dan mewujudkan diri dalam bentuk wanita muda pengurus rumah bernama Ursula Monkton. Dengan cepat, Ursula Monkton menguasai keluarganya, dan mengurung si anak. Tipu daya Ursula begitu berbahaya hingga ayahnya yang terhasut bahkan mampu melakukan hal-hal mengerikan.

Si anak mesti meminta bantuan pada Lettie dan keluarga Hempstock, karena merekalah satu-satunya yang bisa mengatasi masalah ini. Masalah dengan Ursula Monkton, dan mahluk-mahluk pemangsa yang jauh lebih berbahaya daripadanya. Masalah yang menyebabkan salah satu dari mereka mengorbankan dirinya, untuk menjaga yang lain tetap hidup.

Review:

Bagus banget. Mungkin gw mesti baca buku ini lagi, biar tambah ngerti isinya. Buku ini memasukkan keberadaan dunia lain (ato disebutnya negeri) yang gw ga terlalu paham, karena ga bisa ngikutin deskripsinya. Ada negeri lain yang bisa dilewati dari pertanian Hempstock. Buku ini menyajikan misteri-misteri yang belum dijelaskan, seperti siapa sebenarnya keluarga Hempstock, kenapa mereka tidak bertambah tua, dan apa peran mereka terhadap negeri ini, dan negeri lain. Mungkin itu juga yang dirasakan si anak, ga terlalu mengerti tentang semua yang terjadi. Setidaknya sampai dia menyelami samudra Lettie. Ini juga hal lain yang bikin takjub. Samudra yang berisi segala macam pengetahuan, yang mengaliri seluruh tubuh dan membuat kita mengetahui segalanya, tapi jika terlalu lama berada di sana, menurut Lettie, dapat membuat kita hanyut dan melebur di dalamnya.

Mungkin sengaja dibikin misterius ya, ga dijelasin secara gamblang tentang hal2 tadi. Kalo dijelasin nanti malah ga jadi istimewa lagi.

Buku ini bukan buku untuk anak-anak, karena ada hal-hal berat dan mengerikan di dalamnya. Kalo cuma keberadaan mahluk2 dari dunia lain, mungkin masih bisa dicerna anak2 ya. Tapi masalah perselingkuhan ayah si anak dan Ursula, bunuh diri si penambang tua, dan yang paling mengerikan buat gw adalah sewaktu si ayah yg di bawah kendali Ursula (ato tidak ya?) mencoba menenggelamkan si anak di bak kamar mandi. Itu ngeri banget si ayah sampe begitu.

Momen terbaik buat gw adalah waktu si anak memutuskan untuk nyebrang lahan Hempstock yg terlindungi, untuk menyerahkan diri ke mahluk2 pemangsa. Soalnya kalo ga gitu, mereka bakal terus memakan apapun hingga dunianya lenyap. Abis itu Lettie nyusul dia dan melindungi si anak dari serangan mahluk2 tadi, dan akibatnya dia terluka. Ga mati, menurut keluarga Hempstock, tapi butuh istirahat di dalam samudra. Entah apa sebenarnya yg terjadi sama Lettie, kapan dia bakal keluar lagi. Tapi coba liat si anak tadi. Dia bisa mengambil keputusan yang penting. Mengorbankan diri demi menyelamatkan dunia.

Anyway, di awal disebutkan si anak yang sekarang sudah dewasa, baru dateng dari pemakaman. Pemakaman siapa ya? Gw masih belom tahu.

Rating: 4/5.

Point-point untuk General Discussion:

1. First Impression
Covernya bagus, anak perempuan yang terjun ke dalam air. Sepertinya itu Lettie ya. Karena sudah dengar reputasinya Neil Gaiman, harapannya ceritanya bagus. Dari sinopsisnya juga, sepertinya ceritanya seru.

2. How did you experience the book?
Hmm, review di atas tadi cukup menjelaskan.

3. Characters
Karakter si anak dan Lettie yang menonjol, abis itu Mrs Hempstock tua, Mrs Hempstock, Ursula Monkton. Tapi semua karakternya dibangun dengan baik sih, sampe yg kecil2 seperti ibu sama adiknya si anak itu, juga si penambang opal. Karakter si anak hebat juga, dia lebih dewasa daripada umurnya, ga takut untuk menentang yg menurutnya salah. Mungkin hasil dari membaca buku-buku yang banyak itu. Dan dia suka kucing. Ini salah satu bagian yg gw suka, interaksinya dengan kucing2 di buku ini. Keberadaan Lettie sepertinya berandil besar pada sifat si anak. Lettie, yang berwujud anak-anak, tapi apakah dia memang anak-anak?

Menarik untuk mencerna apa arti Lettie bagi si anak, dan apa arti si anak bagi Lettie. Mereka bukan sekedar teman, tapi bagi si anak, Lettie adalah kakak yang akan melindunginya dari apapun.

4. Plot
Plotnya merupakan flashback. Sepertinya lagi trendy ya penceritaan seperti ini. Karakter utama yg lebih dewasa, mengingat2 kejadian di masa silam. Uniknya, si karakter dewasa ini sepertinya hanya bisa mengingat masa lalunya ketika dia berada di dekat kolam samudra itu. Soalnya disebutkan kalo dia ga inget udah pernah dateng ke rumah Hempstock sebelumnya. Dan begitu dia pergi, memorinya hilang lagi.

5. POV
diceritakan dengan pov orang pertama dari si anak (si Pencerita yg sepertinya mewakili Neil Gaiman).

6. Main Idea/Theme
Menurut gw, tema utamanya adalah anak-anak. Hal-hal yang bisa dilakukan dan dialami oleh anak-anak, tapi tidak oleh orang dewasa. Di beberapa bagian buku ini juga disebutkan, bahwa tidak ada di antara kita yang menjadi dewasa, bahwa kita sebenarnya hanyalah anak-anak, badan kita saja yang tumbuh. Mungkin karena pikiran anak2 masih jernih, dan belum dicemari oleh hal-hal lain, yg menyebabkan mereka bisa melihat segala sesuatu seperti apa adanya. Dan itu sebabnya, Lettie yg usia entah sudah ratusan tahun, tetap berwujud sebagai anak-anak.

7. Quotes
Sepertinya banyak yg ambil quote tentang anak mengambil jalan berbeda dengan orang dewasa. Kalo quote yg gw pilih sih diantaranya:

Aku tidak pernah menanyakan pada anak-anak lain di kelas, kenapa mereka tidak datang ke pestaku. Aku tidak perlu bertanya. Mereka toh bukan teman-temanku. Mereka hanyalah anak-anak yang kebetulan satu sekolah denganku. (hal 19)

"Mereka makhluk-makhluk sederhana, dan yang mereka inginkan adalah uang, hanya uang, tidak lebih." kata si mahluk kain kanvas. (hal 63)

"Seandainya aku mati di sini, maka aku akan mati sewaktu menunggunya (Lettie), dan mati dengan cara begitu lebih baik daripada dirobek-robek hingga berkeping-keping olehmu..." si anak ke mahluk pemangsa. (hal 203)

"Membosankan, mengetahui segalanya. Kau mesti melepaskan semua itu kalau ingin bermain-main di sini." Lettie (hal 212)

Aku sama sekali tidak ingin mati. Tetapi aku tak bisa membiarkan semua ini dimusnahkan, padahal aku berkuasa untuk menghentikannya. (hal 227)

"Tidak ada yang tetap sama. Entah itu cuma sedetik kemudian atau seratus tahun. Semuanya selalu bergolak dan berputar. Dan orang-orang juga berubah seperti halnya samudra." Mrs Hempstock tua (hal 237-238)

"Tidak ada dua orang yang mengingat hal-hal yang sama persis, entah mereka mengalaminya atau tidak. Walaupun dua orang berdiri bersebelahan, ingatan mereka bisa berpulau-pulau jauhnya." Mrs Hempstock tua (hal 250)

8. Ending
Endingnya menyimpan pertanyaan tentang Lettie, dan juga bikin merenung di bagian epilog.

9. Questions
Pemakaman siapa sih yg di awal cerita?
Si anak suka membahas cerita dari buku2 lain yg dia baca. Apa maksudnya ya?

10. Benefits
Ada hal-hal yang bisa dijadikan renungan, sifat-sifat baik yang dimiliki anak2, apakah kita sebagai orang dewasa masih memilikinya?
Sebagai cerita fantasi, memberikan suplemen berbeda yang menarik.
Memberi nilai tentang persahabatan, kepercayaan, dan pengorbanan.


-o0o-

Friday, July 12, 2013

[Review Buku] Notasi



Author: Morra Quatro
Penerbit: GagasMedia
294 halaman


Buku ini merupakan buku pertama yang dibahas dalam book club Reight yang baru terbentuk bulan ini. Sewaktu diadakan polling tentang buku yg akan dibahas, gw belom pernah baca buku2 Morra sebelumnya, jadi ga begitu kenal gaya nulisnya. Waktu itu pun sebenarnya milih yg lain juga, berdasarkan satu-satunya parameter andalan gw: jumlah halaman. Jadi, gw milih yg paling tebel aja, hahaha. Dan itu bukan buku ini sebenarnya. Tapi gpp lah, itung2 baca jenis buku baru.

Review:

Nalia, menjelang pernikahannya dengan Faris, mengunjungi Jogja dan kampus UGM-nya ketika/setelah Merapi meletus. Ternyata, masih ada kenangan yang masih menghantuinya. Kenangan tentang masanya berkuliah di sana, awal2 ketika dia yang kedokteran gigi bertemu dengan anak2 teknik elektro, dan seseorang yang menempati hatinya setelah itu, Nino. Orang yang kemudian menghilang darinya setelah puncak ketegangan di tahun 1998 berlalu, dan masih menghantuinya hingga sekarang.

Ceritanya bagus, dan gw ga nyangka kalo isinya tentang pergerakan mahasiswa gitu. Di awal2 menarik untuk dibaca, sewaktu rombongan anak2 fkg mulai berseteru sama anak teknik, dan kemudian di tengah2 itu Nalia malah deket sama Nino. Semakin seru dan menegangkan di tengah2, apalagi ketika masuk ke bagian demo segala macem. Mengingatkan kita akan tragedi dan peristiwa penting waktu itu.

Anyway, kenapa judulnya Notasi ya?
lalu satu hal yg cukup mengganggu, banyak typo berupa kurang spasi, kata-kata atau titik yg langsung nyambung ke kata berikutnya.

Rating: 4/5.

Point-point untuk General Discussion:

1. First Impression
Covernya seperti cover2 Gagas lain, selalu bagus. Ga ada bayangan ceritanya tentang apa. Kalo dari judulnya, Notasi, mungkin ada hubungannya dengan musik. Gataunya bukan, kan.

2. How did you experience the book?
Karena gw bacanya pelan-pelan, ya dinikmati aja halaman demi halaman. Udah mulai asyik begitu masuk flashback dan ketemu konflik antara Naila dan anak2 radio teknik. Berikutnya ngalir terus dan makin seru.

3. Characters
Tokoh utamanya Naila dan Nino, ditambah temen2 mereka seperti Tengku, Farel, Ve, dll. Semua karakternya baik2, terutama Nino yg kalem dan damai. Awalnya kan anak2 teknik agak musuhan sama fkg, tapi ga berapa lama udah ilang konfliknya, karena keadaan, dan mungkin juga karena dijembatani Naila dan Nino yg deket.

4. Plot
Menarik dan bikin gw larut bacanya. Bacanya 2 hari, ga langsung baca dari awal sampe akhir. Alur utamanya diceritakan dalam flashback. Terbagi jadi 3 bagian, dimana bagian 3 alurnya menjadi lambat dan gw ga begitu suka yg ini, karena Nino-nya udah ilang dan cuma muncul lewat surat-suratnya.

5. POV
diceritakan dengan pov orang pertama dari Naila. Yang bikin gw agak susah membayangkan Naila ini rupanya seperti apa, secantik apa dia.

6. Main Idea/Theme
Cinta yang belum tuntas, dan masa-sama menegangkan di tahun 98 yang dialami mahasiswa di Jogja.

7. Quotes
kalimat yg udah nongol di cover, dan kemudian diulang2 lagi oleh Nino, "suatu hari aku akan kembali", atau "suatu saat aku pasti kembali"

8. Ending
Awalnya, gw mengira endingnya itu mengada-ada. Kok bisa-bisanya dia ketemu Nino lagi, tapi setelah baca penjelasan Nino, oh iya mungkin sih. Tapi sayang banget kenapa mereka ga ketemu lebih awal.

9. Questions
Judul Notasi itu jadi sebenarnya maknanya apa?
Siapa orang yang menjadi dasar untuk karakter Naila?

10. Benefits
Memberi gambaran yang terjadi ketika peristiwa tahun 98 terjadi, dari sisi mahasiswa yg aktif, terutama yang di UGM. Karena yang gw tau palingan yg di Jakarta doang, itupun ga terlalu inget banyak. Juga ngasih gambaran tentang kondisi mahasiswa di jaman itu, tentang persaingan antar BEM.

-oo-

Thursday, March 28, 2013

[Review Buku] Singgah


Author: Jia Effendie dll.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
232 Halaman


Gw masih inget taun lalu, sekitar bulan Mei kayaknya, waktu mbak Jia ngadain sayembara Singgah, yaitu bikin cerpen yang bertemakan stasiun, terminal, bandara, atau dermaga, untuk dijadikan kumpulan cerpen dan dibukukan. Namanya sayembara, tapi sebenarnya cuma dua yang dipilih untuk melengkapi tulisan2 dari para penulis yang sudah diajak oleh mbak Jia. Gw ga ikut, karena ga sempet nulisnya, dan karena sadar persaingannya berat, kalo adit aja ikut. Jadinya nulisnya terlambat, dan ga buat diikutkan ke Singgah, tapi Ruang-nya teguhpuja.

Sayembara selesai, dan setelahnya keliatan adem ayem aja. Ga ada berita kapan pastinya Singgah bakal terwujud jadi buku. Bahkan proyek Ruang telantar itu malah terbit duluan (lewat nulisbuku). Hingga akhirnya awal tahun ini muncul lagi, dengan promo besar-besaran dari mbak Jia. Dan yg nerbitin adalah GPU lho, wow. Satu persatu penulisnya kemudian ngadain kuis yg berhadiah bukunya. Gw sempet ikut di hampir semuanya sih, tapi ga pernah beruntung, hehehe.

Hingga kemudian acara launching bukunya di Kikonukiya, Senayan. Mbak Yuska, yg juga salah satu penulisnya, nawarin utk order buku, yg bakal ditandatanganin ama para penulis yg dateng ke launchingnya. Tadinya gw ga begitu minat beli sih, inget tumpukan buku yg belom kebaca dari taun lalu. Tapi entahlah, iming2 tandatangan penulis ini kayaknya sayang dilewatkan (sepertinya saya jadi ketularan dian), jadinya ikut mesen lah. Hari Senennya langsung dikirim setelah masalah transfer beres. Kemudian bukunya langsung dateng besoknya, dan bergabung dengan deretan buku lain yg belum dibaca.

Hingga akhirnya saya memutuskan utk memulai membaca buku2 ini, di waktu2 luang. Setelah menyelesaikan Hollow Bender-nya mamih, Singgah (sebagai salah satu buku terbaru yg saya punya) berikutnya. Oke, sudah kepanjangan intronya. Mari masuk ke bagian reviewnya.


==== REVIEW ====

Singgah berisi 13 cerita pendek yang berasal dari 11 penulis. Mbak Jia dan Mbak Anggun nulis 2 cerpen, sisanya 1. Di antara 13 cerpen ini, hanya satu yg berlatar terminal, tiga di stasiun, tiga di bandara, dan justru terbanyak berlatar dermaga, yaitu enam. Rata2 cerpen panjangnya 12-16 halaman, perkecualian cerpen benzbara yang hanya 8 halaman (terpendek) dan cerpen Putra yang 26 halaman, terpanjang.

1. Jantung (by Jia Effendie)
seorang perempuan yang terdampar di sebuah stasiun sepi, tanpa tujuan yang jelas. Dia bertemu dengan nenek tua menyeramkan (yg dalam bayangan gw mirip nenek lampir) yang bersedia memberinya makanan tapi meminta imbalan yang tak masuk akal. Antara janin yg dikandungnya, atau jantung yang dibawanya di dalam kotak. Rupanya perempuan ini mendatangi pacar yang menghamilinya, meminta tanggung jawab, ditolak, dan kemudian membunuh dan mengambil jantungnya.

Sadis dan surreal. Mistis, apalagi dengan kemunculan nenek hantu itu. Penuh kiasan, dan gw ga yakin kalo plotnya ini terjadi di dunia nyata. Kata-kata yg digunakan Mbak JIa di cerpen ini top, pake bahasa tingkat tinggi seperti halnya cerpen2 di Kompas otu.

2. Dermaga Semesta (by Taufan Gio)
seorang laki-laki bepergian dengan modal seadanya ke sebuah pulau, mengikuti jejak mantan kekasihnya yang sudah pernah kesana. Berbekal foto-foto dari sang mantan, dia menelusuri tempat-tempat di pulau itu, dan membangkitkan kenangan tentangnya, juga bertemu dengan seekor anjing putih yang meskipun singkat, sudah menjadi temannya. Merasakan kembali setiap momen yang terekam dalam setiap foto, misinya pun tuntas.

Tadinya gw ga tau mantannya ini kenapa, apakah putus doang ato wafat. Tapi barusan gw cek ulang deng, ternyata mantannya (bukan mantan berarti ya) sudah mati, dan rencana mereka utk ke pulau itu berdua tak terlaksana, makanya dia pergi sendiri ke sana dan mengingat2 kembali kenangan mereka. Cukup haru ya kalo dipikir2. Cerita ini sendiri katanya berdasar pengalaman Taufan yg pergi ke pulau bareng temen2nya dan ketemu Snowy, anjing putih yg dimaksud. Masalah mantan dan kenangannya sepertinya ditambahkan sebagai tema utama.

3. Menunggu Dini (by Alvin Agastia Zirtaf)
seorang laki-laki yang sedang menunggu jemputan di stasiun, bertemu dengan bapak tua yang juga sedang menunggu kekasihnya (?). Flashback, bapak itu pun bercerita tentang dia dan kekasihnya, yang kemudian menjadi istrinya, tentang perjalanan dan suka duka hidup mereka untuk bertahan hidup dengan segala kesulitan yang ada, hingga akhirnya dia setia menunggu istrinya kembali dari pekerjaannya di Jakarta. Padahal istrinya sudah tiada, dan bapak itu masih juga menunggunya.

Perjalanan hidup yang menyentuh dari bapak dan DIni, istrinya. Yang membuat gw heran, ini si cowok yg lagi nunggu jemputan, kepentingannya apa ya di cerita ini, kalo dia cuma dengerin cerita doang? Mending sejak awal bapak itu yang jadi tokoh utamanya.

4. Moksha (by Yuska Vonita)
seorang perempuan keturunan India, yang beralih profesi menjadi model, jatuh cinta dengan fotografernya. Hubungan yang tak disetujui keluarganya yang sudah menjodohkannya dengan pria lain, yg juga keturunan India. Dilema, dia pergi ke India untuk mencari pencerahan, meditasi selama lebih dari dua minggu dan merasakan 'surga' dan 'neraka'. Pada akhirnya, cintalah yang dipilihnya.

Cerita yang kental dengan pembahasan berbagai istilah dalam budaya India, yg berujung pada Moksha, kebebasan dari segala beban pikiran, menjadi judul. Mbak Yuska juara banget dalam risetnya. Dan kayaknya pemerhati India (dan Bollywood?) banget. Ngingetin akan ceritanya di The Coffee Shop Chronicles yg ada unsur India juga.

5. Kemenangan Apuk (by Bernard Batubara)
Apuk, seorang anak laki2 Kapuas, yang selalu diejek teman-temannya karena dia tidak bisa berenang, memutuskan untuk meladeni tantangan mereka. Apuk ingin membuktikan diri pada mereka, juga pada kedua orangtuanya yang sudah tiada, Apuk tidak ingin diremehkan.
Dan kita tahu hasilnya seperti apa, Apuk pun meninggal karena tenggelam. Ironisnya, justru kematiannya itu yang memberinya kemenangan, karena teman-temannya sudah tidak berani mengejeknya lagi.

Terlalu singkat. Apalagi ceritanya langsung skip, tidak mendeskripsikan Apuk yang sedang berusaha berenang, dan loncat ke epilog dimana dia sudah tiada. Padahal bagian itu bisa dibahas dan menambah durasi cerita.

6. Langit di Atas Hujan (by Dian Harigelita)
Kinan, seorang wanita karier, berkenalan dengan Angga lewat dunia maya, dan kemudian menjalin semacam affair. Akrab, lalu lost contact, hingga mereka bertemu ketika Kinan pergi ke Jogja untuk urusan bisnis. Dalam 2-3 hari yang singkat itu, mereka menghabiskan waktu bersama. Perbedaan prinsip di antara mereka lah yang membuat Kinan dari awal sadar kalau mereka tidak akan berakhir sebagai pasangan. Dia pun kembali dan menemui pacarnya yang lebih konservatif.

Saya suka sekali dengan cerita uni Dian ini. Selain bahasa yang enak dan mengalir (tanpa macem2 gaya), tema2 tentang pertemuan seperti ini emang gw suka. Entah, karena ceritanya mirip2 dengan pengalaman nyata barangkali. Dan karakter Angga yang bebas tanpa ikatan, beban segala macem itu, sesuai banget dengan gw. Ah entahlah, sentimental jadinya.

7. Semanis Gendhis (by Anggun Prameswari)
Sukro, seorang pemuda yang jatuh cinta pada Mbak Gendhis, pemilik warung kopi di terminal dimana mereka tinggal. Tapi ini bukan tentang mereka, melainkan tentang Mas Broto, suami Mbak Gendhis, sebagai pemimpin dari para sopir angkot, pedagang asongan, semua yang mencari nafkah di terminal, ketika mereka dihadapkan dengan orang2 dari developer mall yang akan menggusur terminal dan meminta mereka pindah. Mas Broto melawan, dan pihak mall yang mundur kemudian mengeluarkan cara liciknya. Kebakaran, dan Mas Broto mati, meninggalkan Mbak Gendhis yang berduka dan memutuskan kembali ke kampung, dan Sukro yang tak mampu berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Cerpen terbaik di buku ini. Buat gw, karena tema yang diangkatnya. Realita kehidupan orang-orang kecil di terminal, berhadapan dengan 'kekuatan luar' yang tak bisa mereka cegah. Cerpen2 dengan tema seperti ini mesti diperbanyak.

8. Rumah untuk Pulang (by Anggun Prameswari)
Arum, seorang istri yang kabur dari rumahnya dan terdampar di sebuah stasiun, again, tak jelas arah tujuannya. Arum capek dengan kehidupannya di rumah, dengan perannya sebagai istri dan ibu, dan ingin menemukan rumah dimana kebebasannya berada. Suaminya kemudian menjemputnya dan membawanya pulang.

Sebuah gambaran kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga, dimana istri merasa jenuh. Di cerita ini, gw sedikit bingung, apakah istrinya ini berhalusinasi ato mungkin overthinking dan jadinya stres, karena di epilog digambarkan suami dan mertuanya tidak seburuk yang dia kira.

9. Memancing Bintang (by Aditia Yudis)
Grace yang menyukai bintang, dan Nic (Nicolas, Nico?) yang suka memancing, keduanya sudah bersahabat sejak lama, sering menghabiskan waktu untuk memancing bersama di dermaga. Untuk mengejar impian dan hal yang disukainya, Grace pergi (kuliah) dan mereka terpisah. Setiap kali Grace pulang, mereka kembali bertemu dan memancing bersama di tempat yang sama. Hingga akhirnya, setelah berkali-kali mendapat penolakan, usaha Nic untuk melamar Grace akhirnya diterima.

Pokoknya gw suka cerita yg ini, sweet banget, dan karakternya ga nyebelin ato terlalu cool.

10. Para Hantu & Jejak-jejak di Atas Pasir (by Adellia Rosa)
Sepasang gadis kembar, sewaktu bayi mereka terdampar di tengah lautan dan ditemukan seorang nelayan yang membawa pulang dan mengasuh mereka seperti seorang ayah. Suatu ketika, si ayah ini tenggelam sewaktu melaut. Roessa, si kembar yang satu, tak bisa menerima hal ini dan pikirannya terganggu, sedangkan Rosetta karena tak tahan dengan kegilaan saudarinya, pergi. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali untuk menyadarkan Roessa.

Cerita yg ini bikin gw mikir keras, maksudnya apaaaa gitu. Apa karena penyampaiannya yg pake bagian-bagian gitu. Dan gw ga menangkap apa penyebab Roessa gila, soalnya ayah angkat yg tak kembali itu kurang terasa kuat untuk jadi alasannya.

11. Koper (by Putra Perdana)
Seorang pria sibuk berlari dan bersembunyi dari kejaran para petugas di sebuah bandara, karena kopernya tertukar. Selagi berusaha menemukan koper miliknya, dia mengingat kembali wanita cantik misterius yang kemungkinan besar menyebabkan permasalahan ini. Dan ternyata semua itu adalah imajinasinya yang sedang berada di atas pesawat.

Setelah gw pikir lagi, cerita ini  nyebelin. Kenapa? Karena udah ngabisin 25 halaman, paling panjang, hampir 2 kali dari cerpen2 lainnya. Alurnya cuma muter2 di situ saja, dan si karakternya terlalu banyak memikirkan hal-hal yang akhirnya dituliskan di cerpen. Dan yang lebih menyebalkan adalah, ternyata ini cuma mimpi sewaktu dia tertidur di pesawat. Yaelah bro, udah panjang2 ga taunya mimpi. Serasa ga adil ama cerpen2 lain yg panjangnya hanya belasan halaman.

12. Persinggahan Janin di Pelabuhan Cerita (by Artasya Sudirman)
Venus, seorang wanita yang baru ditinggal ayahnya tiada, bepergian ke Eropa seorang diri, untuk mengenang kembali ayahnya yang pernah menghabiskan waktu di sana. Dari Yunani, ke Jerman, lalu Italia. Setelah berulangkali mengacuhkan ibunya yg sudah berpisah dengan ayahnya, dia pun membuka hatinya kembali.

Agak bingung dengan tema yang mau diangkat, soalnya porsi traveling log (catatan perjalanan yang biasa ditulis para traveler) lebih mendominasi dengan detail-detail perjalanannya. Porsi tentang hubungan Venus dengan ibunya sedikit, dan terkesan hanya sebagai tambahan. Gw belom pernah baca buku2 traveling secara utuh, tapi kayaknya cerpen ini masuk ke kategori itu.

13. Pertemuan di Dermaga (by Jia Effendie)
Hilya, seorang perempuan yang baru patah hati, traveling seorang diri (yg seharusnya bersama pacarnya, yg sudah mantan) dan malah bertemu dengan orang lain. Lalu mereka saling suka, sempat pacaran, dan kemudian pisah lagi. Kemudian mereka bertemu lagi, dalam sebuah pertemuan 'awkward' dimana masing2 sungkan untuk mengungkapkan isi hati mereka.

Yah, saya bisa merasakan banget awkward-nya pertemuan seperti itu. Cerita yg menusuk dalem. Tapi terkesan singkat. Cewek yg baru patah hati lalu ketemu orang baru dan lalu dengan cepat udah putus. Mungkin bagian awal dimana dia baru putus ga perlu dibahas, karena dalam cerita ini berarti dia udah putus dua kali. Little bit too much. Bagian dimana mereka menjalin hubungan perlu dipanjangin lagi, jadi ga kaget tiba2 udah putus aja.

Overall, cerita yang disajikan bagus-bagus, beberapa bagus banget bahkan. Masing-masing penulis punya gayanya sendiri. Yang terbaik menurut gw itu yg 'Semanis Gendhis' nya mbak Anggun, sedangkan favorit gw itu 'Langit di Atas Hujan' nya uni harigelita dan 'Memancing Bintang' nya adit.

Meski begitu, isinya ga seperti yg gw kira. Ternyata kebanyakan ceritanya tidak benar2 berlatar lokasi-lokasi persinggahan yang dimaksud, melainkan hanya menjadi bagian pendukung cerita.

My rating: 4/5.

Tuesday, February 26, 2013

[Review Buku] Pembunuhan Atas Roger Ackroyd


Author: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


Ini salah satu buku yg gw beli duluuu banget, waktu smp. Di waktu gw masih baca buku2 Goosebumps, gw juga udah hobi baca Agatha Christie. Buku ini juga salah satu buku karangan AC pertama yg gw beli sendiri. Sisanya kebanyakan ikut baca dari buku2 yg kakak gw pinjem dari perpus sekolah, yg mana sewaktu gw SMA ikut nerusin kebiasaan itu. Minjem buku dari perpus sekolah setiap minggunya. Kebiasaan yg bertahan sampe kelas 2 saja, karena begitu masuk kelas 3, stok buku2 yg pengen gw baca udah ga terlalu banyak.

Karena udah lama banget (cetakannya aja taun 96), sampulnya aja udah agak2 burem, bolong-bolong dan ada nodanya, sementara halamannya udah menguning. Kalo sekarang mungkin udah dua kali dicetak dengan cover yg berbeda, yg lebih baru. Tapi tetep aja versi yg jadul ini udah cukup buat gw. Buku ini sempet terselip di kolong tempat tidur ato tempat2 lain yang ga terjamah, akibat buruknya sistem penyimpanan buku di rumah waktu itu. Untungnya masih bertahan sampe sekarang.

Novel ini disebut-sebut sebagai salah satu karya terbaik Agatha Christie. Menampilkan Hercule Poirot, detektif yg merupakan salah satu karakter andalan Agatha Christie. Diceritakan Poirot yang sudah pensiun dari kehidupan sebagai detektif swasta di kota besar, pindah ke desa kecil bernama King's Abbott. Tentu saja karena ini novel misteri, ada kasus kematian di sana. Seorang bernama Roger Ackroyd yang merupakan salah satu orang terkaya di desa itu telah dibunuh. Kematiannya yang terjadi di awal cerita sekaligus memberikan waktu tampil yang sangat singkat untuk karakter yang namanya menjadi judul novel ini.

Dengan bantuan dokter lokal, James Shephard yang juga merangkap sebagai narator cerita ini, Poirot pun mulai menyelidik. (Biasanya peran narator ini dilakukan oleh Hastings, sahabat Poirot). Seperti halnya cerita-cerita Agatha Christie lain, faktor keluarga besar menjadi sajian utama. Satu persatu dari anak-anaknya, pelayan-pelayannya, sampai anak haramnya pun dibahas, dimana masing-masing memiliki motif untuk melakukan tindakan kriminal tersebut. Red herring, istilah untuk hal-hal yang akhirnya hanya menjadi tambahan plot yang bukan merupakan kesimpulan cerita, bermunculan. Pelayan yang suka mencuri dengar dan juga suka mencuri barang, putrinya yang ternyata juga mengambil sejumlah uang, dan anak haram yang kurang ajar yang keras kepala meskipun banyak bukti yang memberatkannya. Semua itu menjadi red herring yang mengisi cerita ini.

Agatha Christie memberikan salah satu twist paling tak terduga di buku ini. Siapa pelaku sebenarnya yang melakukan pembunuhan atas tuan Roger Ackroyd, yang akhirnya diketahui di klimaks cerita, betul-betul tak terduga. And that's why we love it. Sewaktu pertama kali baca, gw merasa ditampar dan tertipu, karena tidak menduga kalo pelakunya ternyata orang ini. Mungkin banyak kritikus yang menilai Agatha curang, tapi bagi gw justru hal ini yang membuat seru.

Mau tahu siapa pelakunya? Tanyalah, nanti bakal gw jawab di bagian komen :D

*review ini dibuat untuk partisipasi di #KuisLoveFool nya @kopilovie. Partisipasi aja sih, biar rame. Urusan menangnya ga terlalu penting. *dibahas