Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Tuesday, October 30, 2012

Target MAA

Dari yg gw liat di sekitar, dari orang2 yg main game, ada dua jenis game. Pertama, yang sifatnya lepas, ga ada targetnya. Contohnya maen PES atau FIFA yg tanding satu lawan satu. Ga ada tujuan akhir atau storyline, maen aja sekali, trus abis itu udah juga beres. Mungkin yg maen kepengen jadi tambah jago dan akhirnya terus berlatih, nah itu urusan lain. Jenis game yg kedua adalah, game yg ada tujuan akhir, ada plotnya. Makanya waktu dulu di SD kalo maen SEGA ato nintendo gw lebih suka maen yg ada level2nya yg sifatnya petualangan ngelawan musuh. Karena tujuan akhirnya jelas. Jadi ketimbang maen Dragon Ball yg cuma tarung, lebih suka maen Bare Knuck Kle.

Marvel Avengers Alliance. Game yg sejak Juni kemaren gw maenin, dimana temen2 gw udah pada ga maen, tapi gw tetep lanjut maen sendiri ini, apakah ada ujungnya? Ada, gw netapin target sendiri. Jadi bukannya tanpa akhir.
Targetnya adalah:
1. 5-starring all chapters and missions
2. Recruit all heroes
3. Levelling up all heroes to level 12 (max)
4. Completing all research

Mungkin nanti ditambah dapetin item2 yg muncul di epic boss sampe dapet. Dan, kalo itu udah tercapai, tinggal nunggu special ops berikutnya buat dapet hero baru. Dan mereka emang ngeluarin hero baru secara berkala, biar gamenya ga stuck. Itu aja lah. Ga bisa membiarkan hidup kita dikendalikan hal-hal remeh seperti ini.

Sunday, October 28, 2012

[Marvel Avengers Alliance] Your Hero Collection: Part 2


Jadi setelah bagian pertama waktu itu, jumlah hero gw udah sekitar 2 kali lipatnya. Sekarang total udah ada 26 hero, dengan 2 diantaranya didapet dari special operation.

Sebelum special ops 2 (Emma Frost) gw punya Iron Man, Black Widow, Hawkeye, Cyclops, Ms Marvel, Invisible Woman, She-Hulk, Iron Fist, Captain America, Daredevil, sama Colossus.

Setelah dapet Emma Frost dan special ops 2 selesai, berhasil ngumpulin CP lagi dan ngerekrut Thor dan Sif. Alasan beli Thor (90CP) dulu karena masalah kemunculan aja sih, dia dipake sebagai deploy hero di mission 1-4. Sedangkan Sif (23 CP) jadi deploy hero di mission 1-5.

Lalu masuk ke special ops 3. Again, demi memenuhi salah satu task utamanya, rekrut Black Panther (90CP), dan kemudian dapet Magik sebagai reward utama dari special opsnya. Aslinya untuk special ops Avengers vs X-Men ini, ada dua bagian task. Task pertama kalo ngambil misi di Avengers side, utk lawan epic boss, mesti deploy Black Panther. Nah, sebenarnya ada satu lagi utk X-Men side, mesti deploy Night Crawler, Gambit, dan Rogue. Tapi karena ga sempet ngumpulin CP, jadinya dipass aja pake 25 gold, hehehe.

Setelahnya, bener-bener ngumpulin CP yang giat dan ngerekrut Human Torch, Black Cat, Luke Cage, Spider-Man, Dr Strange, War Machine, Storm, dan Hulk. Kali ini mulai jelas tujuannya dan alasannya. Human Torch (33 CP) direkrut duluan karena salah satu blaster yang terkuat, dan punya premium mission tersendiri di chapter 7. Iyah, ada epic mission yg persayaratan utamanya udah punya hero tertentu, dan gw mengutamakan utk rekrut hero2 itu. Dan sejauh ini baru punya Iron Man utk premium mission chapter 2, Phoenix di chapter 6, dan Thor di chapter 8.

Berikutnya Black Cat (23 CP). Bukan karena premium mission, tapi dia jadi syarat untuk munculnya epic boss di mission 2-3. Dan karena harganya murah.Berikutnya Luke Cage (23 CP). Dia juga syarat epic boss di mission 6-3, juga nanti, yg masih coming soon, premium mission di chapter 10 (entah kapan keluarnya). Spider-Man (90 CP), nah si hero yg suka ngeselin kalo jadi lawan ini, membuka banyak pintu. Bukan cuma premium mission di chapter 3, tapi juga untuk membuka epic boss di mission 3-5 dan 7-3. Dr Strange (23 CP), karena premium mission di chapter 9, yang tak terduga minggu lalu akhirnya dirilis juga. Dan untuk blaster hero dengan kekuatan cukup besar, harganya terbilang murah. War Machine (48 CP), membuka premium mission di chapter 5. Storm (48 CP), membuka epic boss di mission 4-4. Terakhir, Hulk (90 CP), untuk premium mission di chapter 1.

Gila juga kalo diitung2 perjuangan dapet CPnya. Apalagi 2 diantaranya, Spidey dan Hulk, nilainya masing2 90 CP. Berdasarkan alasan2 di atas, mestinya hero berikutnya yang jadi target rekrutan adalah Wolverine, utk unlock premium mission, tapi eh udah ada special ops yang baru lagi, dan mesti beli beberapa hero baru. Huh.


Saturday, October 27, 2012

Postulat tentang Jatuh Cinta

"Most of the time, falling in love only happen to one side, not both. The other side learn to love the first one."

Jatuh cinta, hanya terjadi pada salah satu pihak, bukan keduanya.
A jatuh cinta pada B, entah karena alasan apa.
B tentu tidak tahu kalau A jatuh cinta padanya,
hingga kemudian A memutuskan untuk menunjukkan pada B kalau dia jatuh cinta.
Bertahap, tidak terburu-buru, A menunjukkannya ke B, untuk kemudian menyatakan dan memberitahu B kalau dia jatuh cinta padanya.
B sebagai pihak lainnya, tidak serta merta balik jatuh cinta ke A.
Karena bukan itu esensinya.
Ketika padanya tumbuh perasaan suka, B kemudian menerima A,
B tidak jatuh cinta pada A, tapi dia belajar untuk mencintainya.

Lalu apa yang terjadi jika A sebagai pihak yang jatuh cinta, tidak menuntaskan tugasnya?
Kemungkinan B tidak akan tahu kalau A jatuh cinta padanya.
Karenanya dia tidak akan belajar untuk mencintai A.
A tentu boleh berharap B akan jatuh cinta padanya, dengan kemungkinan yang kecil sekali.

Apa pelajaran yang bisa diambil?
Bahwa siapapun itu, yang sedang jatuh cinta, tidak peduli laki-laki atau perempuan, dan dia ingin jatuh cintanya terbalaskan, wajib menunjukkan dan kemudian memberitahu pihak yang dimaksud.
Dan pihak yang jatuh cinta, tidak bisa mengharap pihak yang lainnya jatuh cinta kepadanya, sebesar rasa cinta yang dimilikinya. Akan selalu ada pihak yang mencintai lebih besar dari pihak lainnya. Mengertilah akan hal tersebut.

Bagaimana dengan orang yang puas hanya dengan jatuh cintanya sendiri, tanpa mengharapkan orang yang dimaksud membalasnya?
Mungkin terlihat pedih, tapi sesungguhnya mereka menikmati hal itu, dan berbahagia dengan keterbatasannya.
Yang sulit adalah orang yang jatuh cinta, tapi tak mau menunjukkannya, dan berharap orang yang dicintainya membalasnya.
How?


*Pas lagi nunggu solat Id, jadi punya waktu buat ngelamun dan kepikiran ini aja.

Monday, October 15, 2012

[Review Film] Perahu Kertas 2


Director: Hanung Bramantyo

Cast:
Maudy Ayunda
Adipati Dolken
Reza Rahadian

Plot:
Ceritanya dimulai lagi sejak Kugy ketemu Keenan di acara nikahannya Eko dan Noni. Masing2 yg udah punya pacar baru, Kugy dengan Remi, dan Keenan dengan Luhde, biar bagaimana seneng luar biasa karena akhirnya bisa dipertemukan lagi. Sejak itu mereka pun jadi deket lagi, ngelanjutin kerjasama mereka dalam nulis dongeng dan gambar ilustrasinya. Kedekatan yang bikin pihak lainnya merasa dikesampingkan, terutama Remi yang rada2 posesif, begitu kuatirnya kalo ga ada kabar dari Kugy berapa jam aja.

Hingga momen2 yg menentukan terjadi. Remi ketemu dengan Keenan, dan Kugy ketemu Luhde, kemudian masing2 menyadari hubungan yg lainnya. Kemudian Remi ngasih Kugy cincin, secara informal mengajukan tunangan. Kugy yg bingung karena belom bisa nentuin sikapnya, sempet ngumpet di rumah kakaknya, hingga akhirnya Keenan datang. Meskipun mengakui perasaannya ke Kugy, Keenan bilang kalo momen utk mereka sudah lewat, dan bahwa Kugy mestinya menerima Remi.

Sekilas kelihatannya keadaannya stabil. Tapi tidak. Remi kemudian sadar kalau di hati Kugy selalu ada bayang-bayang Keenan, dan karenanya dia pun melepaskan Kugy. Begitu juga dengan Luhde, dia menyuruh Keenan pergi karena hati Keenan tidak untuknya, or semacam itulah. Dan, eng ing eng, di epilog meskipun ga ditunjukin secara eksplisit, Kugy pun akhirnya bersama Keenan.

Komennnn:

Hmmm, gimana ya, meskipun endingnya sesuai dengan yg kita harapkan (dan sesuai buku tentunya), bagian kedua ini memang kurang dari yg pertama. Kurang adanya momen2 yg menyentuh. Mungkin karena porsinya diabisin semua ama Kugy Keenan Remi (Luhde juga, meskipun ga sebanyak yg 3 tadi). Hampir ga ada bagian tentang persahabatan dengan Eko dan Noni. Padahal bagian itu yg di film pertama bikin saya terharu berkali-kali.

Salah satu momen utama yg bikin sedih mungkin waktu Kugy terombang-ambing perasaannya, dan kemudian Keenan datang menyusul ke tempatnya Karel. Sayang, adegan yg kalo di buku saya bayanginnya keren banget itu, di film jadi agak gimana gitu. Karakter Karelnya sih, biasa aja, padahal saya bayanginnya kalo di buku itu dia berwibawa banget.

Lalu, lalu lalu, ini nih, concern setelah liat endingnya. Dugaan saya benar ternyata seputar tokoh tambahan, yaitu Siska dan Banyu.

Waktu itu saya pernah bikin semacam komen seputar nasib2 tokoh pendukung seperti Remi dan Luhde yg ga dikasih decent ending, di sini. Nah, jelaslah, banyak juga yg berpikiran seperti itu. Makanya karakter Siska dan Banyu dimunculkan. Tujuannya apa, sebagai plan B bagi Remi dan Luhde biar mereka mendapat decent ending, ga ditelantarkan begitu aja di akhir cerita.

Tapinya, rada aneh juga menurut saya. Kesannya terlalu ngebut, yaiya gitu, abis putus dari Kugy, Keenan langsung jalan bareng Siska? Agak maksa, mungkin mestinya dibikin tersirat aja, mengarah ke sana, tapi yg ga buru2, ato kalo mau, pas berapa bulan kemudian gitu. Ada ending yg munculin Wanda (pacarnya Keenan yg dulu itu lho) dengan pacar barunya. Naah itu baru masuk akal, karena rentang waktunya udah agak lama dari sejak dia putus dengan Keenan.

Dan kemudian, satu yg menurut saya bad influence dari film ini, yg dinyatakan dengan ucapan Luhde "Hati itu bukan memilih, tapi dipilih" atau sejenisnya. Sodara-sodara, beneran ini falsafah yg menyesatkan. Coba ya. Kugy dan Remi itu aslinya udah cocok2 aja, begitupun Keenan dan Luhde. Keduanya udah bisa nerima pasangannya yg sekarang. Lalu kenapaaaa mesti dibawa2 lagi masa lalu? Nyebut2 hati memilih dipilih lah. Yakalo berdasarkan falsafah ini, ga ada kesempatan dong buat jadian ama yg baru, terus aja gitu stuck ama masa lalunya karena masih ada di hatinya.

Dalam kehidupan nyata, masalah hati dipilih itu juga menyesatkan kan. Orang2 move on dari masa lalunya, ketemu dengan orang yg baru, lalu mulai hubungan yg baru. Meskipun masih ada bayang2 orang sebelumnya, waktu akan membuat mereka mengatasi hal itu, dan settle dengan pasangan barunya. Tsahh, macam ahli aja gw, haha.

Rating saya: 7.5/10. Kalo yg pertama barangkali 8.5/10


Btw kurang suka ama posternya. Aneh aja ngeliatnya, kesannya jadi film komedi2 gitu, padahal ini drama lho yg banyak adegan mengharukannya.

Saturday, October 13, 2012

Monas, finally!

Jadi setelah setahun lebih biasanya cuma ngelewatin jalan depan Monas pas berangkat dan pulang, akhirnya kali ini gw nyobain langsung masuk ke monas dan naik sampai puncaknya.

Ga terlalu direncanakan sih, kepikiran aja. Soalnya hari Kamisnya gw masuk siang, trus nginep, dan ga pulang, soalnya Jumatnya masuk siang lagi. Jadi, abis mandi, jalan2 dulu ke kebon sirih, makan di warteg, trus abis itu jalan aja ke Monas. Jauh ternyata ya dari pintu luarnya ke dalem Monasnya sendiri. Bahkan dari jalan melingkar yg di depan Monas itu pun, ga asal langsung masuk.

salah satu chopper keren yang ditampilkan

Waktu itu tanggal 5 Oktober, dan lagi ada pameran alutsista TNI, jadinya beruntung bisa liat heli2 yg keren, juga mobil semi tank, perahu2 dan laen2nya yg keren2. Nah, jadi gw mesti muter hampir keliling monas dulu baru nemu jalan masuknya.

lokasi masuk ke monas, lewat bawah. btw itu mbak2 bule yg dimaksud

Jadi masuknya itu ga lewat depan, tapi lewat lorong di bawah. Ada tulisan petunjuknya kok, jadi turun tangga ke bawah, trus lewat lorong gitu, kyk di Sabuga. Nah, tapi itu baru masuk keluar naek tangga lain, dan nembus langsung ke depan Monasnya. Akhirnya, menginjakkan kaki di monas.Itu pun ga langsung ke atas, tapi turun lagi ke bawah, dimana ada area luas yg merupakan museum, agak gelap gitu disana. Baru abis itu naek lagi kalo mau sampe puncak, dan bayar tiket lagi. Kalo tadi tiketnya cuma 2500, sekarang 5000. (tapi ga jelas gitu sih mestinya bayar berapa, tulisan keterangannya ga berlaku kali yak).

baru akhirnya pas di depan monasnya

Naik tangga, keluar di bagian bawah monas (yg di atas tangga), jalan ke sisi sebaliknya monas, nah di bagian situ baru ada elevator yg menuju ke puncak. Dan di puncak itu adalah ruangan ga begitu lebar (mungkin sekitar 5x5 meter ya), dengan ventilasi terbuka dengan pemandangan ke bawah sana. Anginnya kenceng boi. Jumat pagi itu, ternyata entah kebetulan lagi banyak banget pengunjungnya, jadi pas di puncak banyak orang gitu. Juga ada booth kecil, yg ada petugasnya, buat beli koin khusus yg dipake kalo kita mau make teropong di sana.

suasana di atas, booth penjual koin, rame lah

suasana di puncak monas

pemandangan stasiun gambir dari atas

Setelah sekitar 10 menit gw puas ngeliatin pemandangan di bawah sana, lucu-lucu keliatannya, apalagi jalur kereta itu, waktu keretanya ngelintas. Juga jadi tau sejauh apa sih stasiun yg abis gambir itu. Juga bisa tau istana sebelah mana sih, trus di sebelah situ ada gedung apa aja sih, kementrian apa aja sih. (ada petunjuk gambar di sebelah atas, hasil zoom). Pengen udahan trus turun lagi, tapi berhubung orangnya banyak banget, yg ngantri turun juga banyak, akhirnya gw cuma muter2 di kotak sempit itu hingga setengah jam kemudian baru bener2 turun.

Oiya, ada satu mbak2 bule yg keliatannya punya niat yg sama utk nyobain naek ke monas, dan sejak gw masih nyari2 jalan ke dalem monas, mbak bule ini di depan gw. Makanya gw ngikutin aja, karena gw sendiri juga kan baru pertama. Sayang ga bisa ngikutin lebih lama, karena begitu di museum ada petugas yg sigap banget nyamperin trus ngajak ngobrol. Bahasa inggrisnya lancar juga sih, yaudah lah gw tinggalin aja tuh mereka. Baru ketemu lagi di atas kemudian ama itu mbak bule, dan masih ditemenin ama petugasnya dong! Gilak, berarti si mas petugas ini emang niat. Pas gw turun naek elevator juga bareng mereka, dan abis itu gw lihat petugasnya bawa mbak bulenya ke pinggiran balkon monas, dan ngobrol aja mereka berdua. Walah, pedekate kayaknya si mas petugas ini. Kelanjutannya gw ga tau, soalnya gw keluar, dan balik ke kantor buat jumatan.

Udah sah jadi warga ktp jakarta lah ya kalo udah ke monas :D Besok2 mungkin mau kesana lagi, mau ngeliat2 museumnya dengan seksama, banyak diorama di dalemnya soalnya.

Friday, October 12, 2012

Special Operations 3 - Avengers vs X-Men, Accomplished!



Emang susah sih ya kalo udah dedikasi dan committed untuk maen game ini. Mau istirahat bentar, eeeh ada event special ops mission lagi, berjarak sebulan setelah special ops sebelumnya, dimana berhasil gw selesaikan. Seperti yg sebelumnya, reward untuk event ini adalah: unlock new hero. Kali ini, hero itu adalah Magik. Yakin deh, pasti banyak yg ga tau ini siapa, seperti halnya gw. Magik adalah adeknya Colossus, anggota X-Men juga (katanya)

Tentang judulnya, Avengers vs X-Men, mirip ama judul komik Marvel yg akhir2 ini beredar. Ceritanya, ada semacam Phoenix Force jatuh ke bumi, yg membuat beberapa anggota X-Men bertambah kuat. Cyclops, Phoenix, Colossus, Emma Frost. Mereka berencana make kekuatan ini untuk nyelamatin kelangsungan mutant. Tapi di sisi lain, The Avengers kuatir kalo kekuatan ini justru bisa membahayakan yg laen karena bisa mengubah anggota X-Men jadi jahat. Dan, mereka pun mesti menyelesaikan kesalahpahaman dan perbedaan pendapat ini.

Unik juga misinya. Di tiap mission (ada 3), ada pilihan mau pilih Avengers side ato X-Men side. Kalo pilih Avengers side, ga bisa maenin hero X-Men (Cyclops dkk). Tapi jangan kuatir, karena yg spesifik hero tertentu cuma beberapa, sisanya free agent, boleh dipake di kedua side (She-Hulk, Iron Fist dsb). Keuntungannya kalo main di X-Men side adalah bisa team-up dengan anggota2 X-Men seperti Storm, Rogue, Night Crawler, Kitty Pryde, atau Gambit di tiap battle. Jadi ga perlu kuatir karena ga punya hero X-Men.

Untuk mendapatkan hadiah utama, Magik, yg mesti dilakukan adalah melengkapi 25 task yang meliputi macam, seperti mengalahkan objek tertentu, lawan boss di tiap misi, termasuk research item tertentu, dan PVP. Dari 26 hari yang disediakan, gw udah bisa nyelesaiin semua task dalam 13 hari. Hurray. Yup, kali ini lebih lancar ketimbang special ops 2 kemarin. Why? Ini alasan-alasannya.

Experience. Karena udah pernah maen special ops 2, jadi paham gimana aturan-aturannya, jadi ga bikin kesalahan yg sama. Juga, karena ikut grup Marvel Avengers Alliance di FB, sering ada diskusi atau info2 yg berguna banget. Dari info2 itu ada link ke special operations guide, yg lengkap banget, sangat membantu dalam menyelesaikan misi. Guide itu nyebutin 25 task itu apa aja, lalu juga dikasih masukan2 dan saran buat ngelewatinnya. Keren abis pokoknya.

Masalah yg lalu2 kan, kita ga tau tasknya apa aja, jadinya begitu energy (unstable ISO, or UISO)nya abis, jadi macet dan terhambat. Kali ini udah dibeberin semua urutan misinya, lalu research yg butuh berapa iso dan makan waktu sampe 48 jam. Dengan guide ini, gw jadi lancar nyusun strategi untuk berhemat UISO, atau ketika farming CP (yg juga ada guidenya).


Beberapa hal penting: Ada beberapa task yg bisa diselesaikan di luar special ops, hence ga usah make UISO, bisa dihemat. Juga, ga semua battle mesti diikutin, cukup yg level medium dan hard aja. Lalu seperti sebelumnya, di 2 task terakhir, mesti ngalahin epic boss. Artinya, semua battle termasuk yg easy, dan semua deploy mesti dijalanin, baru deh keluar epic bossnya. Yg jadi masalah adalah, hero utk deploy ini. Di X-Men side, mesti deploy Nightcrawler (48 CP), Gambit (90CP), dan Rogue (90CP). Di Avengers side, deploy Black Panther (90CP). Waduh, belom pada punya semua itu.

Untungnyaaa, saya sudah berpengalaman. Jadi tau strateginya. Untuk Avengers side, cuma perlu 1 hero 90 CP. Bisa diusahakan dengan farming CP intensif, terutama waktu lagi mentok research ato UISOnya abis. Nah, untuk X-Men side, farming 228 CP rada2 susah. Yang bisa diganti dengan alternatif, langsung skip task itu dengan 25 golds, yg notabene lebih gampang diraih lewat naik level. Dan masalah konversi, 25 gold itu setara 50CP (1gold=2CP), jauh lebih hemat ketimbang 228CP. Dan emang sih, yg tadinya gw level 80an, pas dapet Magik itu level agent gw di 100.

Yang juga ga kalah membantu adalah, kejutan2 dengan link2 bonus seperti 2 gold, 2 CP, dsb, yang paling dahsyat tentu bonus 50 CP dan 5 gold. Hohoho, dengan bonus 5 gold itu, gw bisa menyelesaikan misi dan dapetin Magik 2 hari lebih awal. Dan, inilah Magik. Recruited.



Btw, boss-boss untuk tiap misi di special ops ini.
Mission 1.
Avengers side
Mini-Boss: Avalanche
Boss: Emma Frost
X-Men side
Mini-Boss: Juggernaut
Boss: Black Widow & Hawkeye

Mission 2
Avengers side
Mini-Boss: Executioner
Boss: Magik & Colossus
X-Men side
Mini-Boss: Enchantress
Boss: Thor

Mission 3
Avengers side
Mini-Boss: Viper
Boss: Cyclops
Epic-Boss: Phoenix
X-Men side
Mini-Boss: Baron Zemo
Boss: Captain America
Epic-Boss: Iron Man

Wednesday, October 10, 2012

[Review Film] Our Town (2007)


Prelude:

Jadi ceritanya gw lagi liat2 salah satu film Taiwan di RED, salah satu channel tv kabel yg khusus nayangin film2 Asia. Filmnya Would You Still Love Me kalo ga salah, yg mana ceritanya gw ga tau apaan, soalnya cuma ngeliatin pemeran ceweknya doang yg cakep. Lalu pas di iklan liatlah iklan film Korea yg menarik banget. Judulnya Our Town. Dari trailer iklan itu, disebutin a gifted killer meet natural born killer, atau semacam itulah. Wow, another Korean thriller movie. Pasti bagus nih. Karena itulah gw tonton lagi yg siaran ulangnya.

Plot? Hmm, karena biasanya gw beberin plotnya detail banget, kali ini gw coba ulas dengan cara lain.

Years ago, seorang anak kecil hidup bersama ibunya. Ibu yg cuek-cuekan sama anaknya, berprofesi rentenir, dan hampir tiap hari membawa pacar2nya ke rumah, dan menyuruh anaknya diam. Si anak dalam hati membenci ibunya yang despicable itu. (susah nyari padanan bahasa Indonesia yg bagus)

Lalu ada dua orang anak, beberapa tahun lebih tua dari anak tadi, yg berteman baik, hampir seperti saudara. Orangtua Gyeong-ju punya pabrik furnitur, dan dia sering mengajak Jae-shin, temannya itu mampir ke rumahnya.

Kemudian rentetan peristiwa terjadi di masa itu, mencemari sifat baik anak2 itu, dan menyebabkan permasalahan yang terjadi di kemudian hari.

Ayah Gyeong-ju yg pemabuk menghina Jae-shin yg yatim piatu. Hal itu cukup untuk membuat Jae-shin kesal dan kembali setelahnya untuk membakar rumah mereka. Tak terduga, ayah Gyeong-ju muncul, dan Jae-shin sempat berkelahi dengannya, membuatnya pingsan.

Kejadian itu membuat rumah itu terbakar, dan ayah-ibu Gyeong-ju tewas. Gyeong-ju sendiri yang sebenarnya berada di sana, menyelamatkan dirinya sendiri sementara ibunya masih berusaha menyelamatkan ayahnya. Kejadian ini membuatnya merasa bersalah. Juga demikian dengan Jae-shin yang keesokan paginya mendapati bahwa tak hanya rumah yg terbakar, tapi orangtua teman baiknya juga.

Kejadian yang membawa ke kejadian berikutnya. Setelah kebakaran itu, aset2 pabrik gyeong-ju diambil alih oleh wanita rentenir tadi. Gyeong-ju mengira wanita itu turut bertanggung jawab atas kematian ibunya, karena itulah dia membunuh wanita rentenir itu. Wanita yg merupakan ibu dari Hyo-i. Dan Hyo-i menyaksikan kejadian itu. Setelahnya dia terliaht memelintir kepala kucing peliharaannya.

Ketiga anak itu, Gyeong-ju, Jae-shin, dan Hyo-i kemudian sempat berada dalam satu lingkungan yg sama, di panti asuhan (karena Gyeong-ju dan Hyo-i kehilangan orangtuanya, menyusul Jae-shin yg sudah lebih dulu orphan). Di tengah2 bully oleh teman2 seumurannya, Gyeong-ju berperan sebagai kakak Hyo-i dan melindunginya, hingga Hyo-i memanggilnya 'guru'. Ironis, karena Gyeong-ju tidak menyadari kalau anak itu adalah anak dari wanita yang dibunuhnya.

Benih dari peristiwa2 kriminal yang terjadi kemudian.

Pembunuhan berantai, dimana korbannya selalu wanita, dengan modus yang sama.

Gyeong-ju sekarang menjadi penulis yg kesulitan membayar uang sewa rumahnya. Dia menulis cerita kriminal, dengan detail yg akurat, termasuk tingkat kekerasannya. Semua detail yang muncul karena pengalamannya membunuh di waktu kecil. Tak hanya itu, otaknya pun menjadi sangat imaginatif, dalam satu adegan dia membayangkan pembunuhan sepasang orang lewat secara mendetail, yg dilakukan sendiri olehnya. Pertikaian dengan nyonya pemilik rumah yg menagih uang sewa dan menghina orangtuanya, membuatnya melakukan pembunuhan lagi, dan menyamarkannya sebagai copy cat dari pembunuhan berantai yg sedang terjadi.

Jae-shin, yang dulunya anak bandel, menjadi polisi, pangkat letnan, yg menangani kasus pembunuhan berantai ini. Terlepas dari statusnya sebagai orang luar (bukan polisi), Jae-shin sering bertemu dan minum2 bersama Gyeong-ju, sembari menceritakan kasusnya. Hingga kemudian dia menyadari bahwa Gyeong-ju kemungkinan besar adalah pelakunya. Jae-shin menolak untuk menahannya, karena merasa bertanggung jawab telah membuat Gyeong-ju menjadi pembunuh. Tapi kemudian dia pun paham kalau ada pembunuh yang asli, pelaku dari pembunuhan berantai ini.

Hyo-i. Thanks to Gyeong-ju yang membunuh ibunya (yg sebenarnya membuatnya senang), kemudian menjadi pelindungnya di panti, Hyo-i mencontoh Gyeong-ju. Dia pun mulai membunuh. Jika dibandingkan dengan Gyeong-ju, Hyo-i lebih gila. Psikopat sejati. Dan dia cerdas, lebih cerdas ketimbang Gyeong-ju dan Jae-shin. Dia berbaur dan membuka toko.

Kemudian mereka bertiga bertemu pada klimaks cerita.

Gila. Satu lagi film thriller Korea yang membuat gw mikir keras. Bukan sekedar pembunuhan berantai, tapi juga latar belakang dan tiga tokoh utama yang kuat, masing2 punya ceritanya sendiri yang saling berkaitan. Dalem banget pokoknya, apalagi kalo udah bagian flashback. Sedih dan ngeri nontonnya.

Disini kita juga bisa liat dengan jelas gimana psikopat yg sebenarnya itu, si Hyo-i. Yang dengan mudahnya membunuh anjing peliharaannya, karena anjing itu memakan jatah makanan Hyo-i. Bagaimana dia bersikap sebagai anak muda yg sopan dan rajin membantu orang lain. Bagaimana dengan tenangnya dia menyamar sebagai wartawan dan menyelinap ke markas polisi. Bagaimana dia dengan sengaja memberikan banyak petunjuk untuk dipecahkan. He wants to be caught, but he's not gonna make it easy.

Karakter Gyeong-ju menimbulkan simpati. Tadinya gw kira emang dia pembunuhnya lho, termasuk adegan bunuh orang yg lagi parkir mobil di jalan malem2. Ga taunya cuma bayangin. Dia juga, karena pernah membunuh orang, jadi paham cara berpikir pembunuh. Meski masih terlambat, dengan cepat dia bisa menyimpulkan siapa korban yg sebenarnya menjadi sasaran di pembunuhan berantai. Iya, pembunuhan berantai yg mirip pembunuhan ABC-nya Agatha Christie, hanya ada satu korban saja yg sebenarnya diincar. Yang lain hanya melengkapi.

Kemudian teringat kata-kata Gyeong-ju ke Jae-shin: "You want to catch the killer, you gotta think outside the box, think like them."

Rating: 9/10.