Vania mengerjapkan matanya. Terbangun di tengah malam. Dia masih bergelung di atas sofa, tapi kali ini sudah ada selimut yang menyelubunginya. Pasti tadi Papa dengan pengertiannya membawakan selimut dari kamar, dan bukannya membangunkan dan menyuruhnya pindah ke dalam. Kalaupun dibangunkan, biasanya Vania bakal enggan untuk beranjak dari sana. Euforia setelah seminggu ini bergulat dengan soal-soal UN, Vania yang menemukan kembali kebebasannya memang berniat untuk menghabiskan malam dengan menonton beberapa koleksi DVD filmnya di ruang tengah.
Tidak ada suara bising dari TV. Pasti Papa juga sudah mematikannya tadi. Sunyi. Lamat-lamat hanya terdengar suara Papa dari kamarnya. Mungkin sedang menelpon. Vania tidak bisa mendengarkan dengan jelas suara Papanya, dan dia pun masih mengantuk. Dia kembali memejamkan mata dan terlelap.
Tidak ada suara bising dari TV. Pasti Papa juga sudah mematikannya tadi. Sunyi. Lamat-lamat hanya terdengar suara Papa dari kamarnya. Mungkin sedang menelpon. Vania tidak bisa mendengarkan dengan jelas suara Papanya, dan dia pun masih mengantuk. Dia kembali memejamkan mata dan terlelap.