Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Sunday, December 11, 2011

The Best of L'Arc-en-Ciel #VersiGw

Sabtu kemaren gw coba lagi donlotin lagu-lagunya L'Arc-en-Ciel. Padahal sebenarnya udah punya lumayan komplit, tapi di hardisk komputer, yang udah berapa bulan ga bisa nyala dengan bener. Karena males nyopot hardisk dan nyari2 PC orang yg bisa ditumpangin, yaudah donlot lagi aja.

Kebetulan kemaren itu ternyata ada pemutaran film konsernya Laruku, di Epicentrum 21. Gw ga ikut, karena tiketnya 100rebu (pelit). Yah, soalnya secara definisi itu cuma film dokumenter, yg bisa gw tonton kalo mau nanti donlot, mirip dengan video konser yg waktu itu gw juga pernah liat. Tapi gw bilang ke @pipis, "When they finally here in a concert, I'll be there."

Tentunya ga semua didonlot, cuma lagu2 yg gw suka dengerin aja. Kalo dikompilasi, bisa jadi semacam album the best versi gw kali ya. Marilah.

1. Perfect Blue
Unik lagunya, ada nuansa2 kayak Hawaii gitu.
2. Pieces
Lagu yg lumayan slow, dan syahdu. Sejak awal gw beli kaset Clicked Single Best 13-nya Laruku, ini salah satu favorit. Suka pas bagian string/biolanya, yg diikuti dengan manuver gitar listriknya.
3. Hitomi no Jyuunin
Lagu yg juga slow dan santai, dan menghanyutkan, tapi kemudian bisa emosional juga.
4. Feeling Fine
Are you feeling fine? Lagu yang bersemangat, nyanyinya pun mesti bersemangat pula.
5. Yuki no Ashiato
salah satu lagu dari album Laruku yg paling akhir di tahun 2007 silam. Vokalnya hyde sampe mendayu2, beda aja.
6. Finale
Nuansa seram dan gelap, wajar kalo lagu ini jadi soundtracknya film The Ring 0. Tapi begitu masuk ke reff, langsung hidup.
7. MY HEART DRAWS A DREAM
#PokoknyaEnakDidenger #HarusCoba. Lagu unggulan dari album KISS tahun 2007.
8. Flower
#PokoknyaEnakDidenger #HarusCoba. Salah satu lagu the best dari kaset Clicked SIngle Best 13 yg gw beli itu.
9. The 4th Avenue Cafe
Lagu Laruku pertama yg gw kenal, karena OST dari anime Samurai X (Rurouni Kenshin), meskipun cuma diputer di 5 episod doang (inget sampe segitunya dong). Karena lagu inilah, gw tertarik dengan kaset L'Arc-en-Ciel yg gw temukan di Aquarius.
10. LINK
Iramanya enak banget, bersemangat, tapi ga terlalu ngerock.
11. winter fall
kesannya biasa-biasa aja, tapi enak diikutin kalo udah di tengah-tengah.
12. Jiyuu e no Shoutai
#PokoknyaBagus Salah satu lagu unggulan di album AWAKE.
13. Hurry Xmas
Lagu2 semangat khas Natal. Meski ga merayakan, dengerin lagunya boleh kan, enak soalnya.
14. New World
Ini dia lagu yg bener2 rock. Liat juga video klipnya yg keren abis.
15. Anemone
Nuansa yg sedih dan dalam. Hanyut pokoknya.
16. Anata
Salah satu lagu slow (genre favorit gw juga) yg gw suka. Dengerin pertama kali lewat radio.
17. Blurry Eyes
Lagu pertama di kaset Clicked Singles Best 13. Lagu perkenalan yg asik banget. So why do you stare at the sky with your blurry eyes?
18. Niji
Lagu ini sudah gw denger sebelumnya di album OST Samurai X, muncul di OVA-nya kalo ga salah. Tapi waktu itu belom tau kalo ini lagunya Laruku juga, soalnya vokalnya agak beda sama 4th Avenue Cafe.
19. READY STEADY GO
#PokoknyaBagus Lagu yg juga bersemangat, unggulan di album Smile. Sejak awal pasti dibawa ngikutin ketukannya yg cepet.
20. Killing Me
Salah satu lagu rock yg jadi unggulan di AWAKE. Dan cepet pula.

21. Dive to Blue
Lupa dicantumin. Gw udah menganggap Dive to Blue ini sepaket sama winter fall.

Begitulah. Masih banyak sih lagu2 yg dulu sering gw denger, tapi nanti jadinya kebanyakan kalo mesti didonlot semuanya.

Saturday, December 10, 2011

Keluhan tentang Tampilan Baru Twitter

Sejak Jumat kemarin, tampilan Twitter web gw berubah. Istilahnya sih, yg gw denger dari orang2, redesign. Bisa dilihat di gambar berikut. Sekarang jadinya tetep 2 kolom, cuma bagian twit ditaroh di sebelah kanan. Kolom kiri isinya keterangan tentang profil, follower, trending topic dsb, yang statik.


Yang jelas gw ga suka dengan tampilan baru ini. Poin2nya ada di bawah. Kesannya twitter cuma memperhatikan masalah penampilan, tapi melupakan fungsionalitasnya. Buat apa tampilan dirombak terus, tapi fitur edit retweet (RT manual), ato quote yg notabene ada di aplikasi2 laennya, malah ga dimunculin.

Adapun hal-hal di tampilan twitter baru yg gw gak suka:

1. Yg ditebelin sekarang itu full namenya, bukannya nama akun (username). Misal tadinya yg ditebelin itu @pipis, sekarang Pribadi Prananta. Hello, kita mana apal nama orangnya, yg kita peduli mah username kalii.

2. Detil twit, seperti misalnya siapa yg reply, retweet, image, conversation dsb ditampilin di situ juga, kebawah, padahal tadinya udah ada slotnya sendiri di sebelah kanan. Yg sekarang itu jadi menuh2in tempat dan distracting.

3. Space buat nulis twit baru juga mengecil. Letaknya ga diatas update, tapi di bawah profil. Kecil pokoknya. Jelek.

4. di twit, sekarang jadinya yg ada nama akun orang (mention) dikasih warna abu2, jadi susah diliatnya, boi. mending yg biasa napa, warna biru gitu. Begitupula hashtag jadi susah keliatan karena warnanya kurang jelas.

5. message, sekarang ga ada pagenya sendiri, cuma pop up. dan sekarang ga ada keterangan, ada berapa DM yg ada. yg kemaren kan ada.

Tapi ini masih subjektif sih, lagipula mungkin karena kaget aja, belom terbiasa. Tapi kayaknya untuk poin nomer 1 dan 4 itu paling telak, susah untuk gw suka dengan desain baru ini kalo kedua hal itu ga dikembalikan seperti semula.

Wednesday, December 07, 2011

the dark knight: a social experiment

Baru saja menonton kembali salah satu masterpiece dari tahun 2008, The Dark Knight. Kali ini bukan untuk review, ataupun nulis semua quotes yg bisa diambil darinya (tempting though), tapi untuk membahas salah satu scene paling berkesan di film ini.


Di klimaks film ini, Joker mengancam penduduk Gotham agar meninggalkan kota jika tak ingin terlibat dalam 'permainannya'. Penduduk yang panik pun  diangkut menggunakan kapal ferry, karena jembatan sudah diblokir. Ternyata hal ini merupakan perangkap yang sudah disiapkan Joker.

"Tonight, you're all gonna be a part of a social experiment. 
Through the magic of diesel fuel and ammonium nitrate, 
I'm ready right now to blow you all sky-high.
If anyone attempts to get off their boat, you all die.
Each of you has a remote to blow up the other boat.
At midnight, I blow you all up. 
If, however, one of you presses the button, I'll let that boat live. 
So, who's it gonna be? 
Harvey Dent's most-wanted scumbag collection, or the sweet and innocent civilians? 
You choose.
Oh, and you might wanna decide quickly, 
because the people on the other boat may not be quite so noble."




Terdapat dua kapal ferry. Satu yang mengangkut penduduk sipil, dan satunya lagi yang mengangkut para tahanan dari Arkham. Joker menyabotase kedua kapal, dan memasang bom di dalamnya. Kemudian dia memberi pengumuman pada kedua kapal, bahwa dia sedang melakukan eksperimen. Pada kedua kapal, dia memberi tombol detonator bom untuk kapal lainnya. Dia memberi kesempatan pada kedua pihak kapal hingga tengah malam, untuk menekan tombol supaya tetap hidup dan meledakkan kapal lainnya, atau dia akan meledakkan keduanya pada tengah malam, yang kurang dari sejam.


Apparently, para penduduk sipil lah yg paling ngotot tentang hal ini. Mereka ga rela kalo harus jadi korban karena para tahanan yg sudah jelas2 bersalah itu. Petugas pun melakukan voting, dengan hasil sebagian besar memilih untuk menekan tombol. But here's what the captain said.

"We're still here. And that means they haven't killed us yet either." 



What an irony.
Akhirnya salah satu penumpang yg ga sabar pun maju.



"No one wants to get their hands dirty. Fine. I'll do it.
Those men on that boat? They made their choices. 
They chose to murder and steal. 
It doesn't make any sense for us to have to die too."

Meanwhile, on the other boat full of inmates...
seorang tahanan yg tampangnya serem, bertindak.



"You don't wanna die, but you don't know how to take a life.
Give it to me. These men will kill you and take it anyway.
Give it to me. You can tell them I took it by force.
Give it to me, and I'll do what you should've did 10 minutes ago."

So the officer give him the button. And you know what he did?
He threw that thing to the sea.

THAT, is EPIC!!

And so, para penumpang di kapal tahanan itu pasrah menunggu nasib mereka.

Kembali ke kapal berisi penduduk. Orang itu, akhirnya, tidak jadi menekan tombol.
Humanity wins.

The Gotham citizens have passed the test. Mereka membuktikan bahwa mereka masih memiliki hati nurani untuk tidak mengorbankan orang lain demi keselamatan mereka sendiri.


Dan Joker pun kecewa.

Review Film: Source Code (2011)


Cast: Jake Gyllenhaal, Michelle Monaghan, Vera Farmiga


Plot:
Captain Colter Stevens (Gyllenhaal), tiba-tiba mendapati dirinya di sebuah kereta, bersama Christina, wanita yg tak dia kenal (Monaghan). Lebih kaget lagi karena begitu dia ngeliat dia kaca, wajah orang lainlah yg muncul di sana, seorang guru bernama Sean Fentress. Tak berapa lama keretanya meledak karena bom.

Stevens terbangun lagi dan mendapati dirinya di sebuah pod. Goodwin (Farmiga) yang dilihatnya lewat monitor, memberitahunya bahwa dia berada di dalam mesin bernama Source Code, untuk menyelidiki kasus pengeboman kereta tadi, yang sudah terjadi pagi itu. Stevens dikirim ke semacam alternate reality sebelum bom meledak, dengan menjadi Sean Fentress. Dia punya 8 menit, setiap kali, untuk mengumpulkan informasi supaya bisa menemukan pelakunya. Mereka berlomba dengan waktu karena serangan bom kereta tadi hanyalah awal dari teror berikutnya yang akan dilakukan si pelaku. Goodwin menekankan bahwa mereka bisa mencegah jutaan korban lain jatuh.

Jadi Stevens pun kembali ke kereta, dan setelah berkali-kali mengulangi rutinitas ala Groundhog Day, beberapa kali menuduh orang yang salah, akhirnya dia menemukan bomnya, dan pada akhirnya, pelakunya. Stevens pun memberitahu Goodwin tentang pelakunya, Derek Frost. Frost pun kemudian segera dibekuk di dunia nyata, dan serangan teror pun berhasil dicegah.

Dan inilah klimaksnya. Film tidak berakhir ketika Frost sudah tertangkap. Karena Stevens berkeras untuk kembali ke alam Source Code, untuk mencoba menghentikan Frost di sana, mencegah keretanya meledak, dan menyelamatkan semua penumpang, utamanya Christina. Goodwin sudah memberitahunya kalau hal itu tidak akan mengubah apapun di dunia nyata, karena keretanya sudah meledak, tapi Stevens tetap berkeras.

Alasannya adalah, karena pada kenyataannya, Colter Stevens sudah mati, ketika bertugas di Afghanistan. Sebagian otaknya masih berfungsi, karena itulah dia terpilih untuk menjadi partisipan di program Source Code. Stevens ingin menyelamatkan kereta itu, dan kemudian benar-benar mati, karena dia sudah lelah dikirim berkali-kali oleh Source Code.

Dengan seluruh data yang sudah dia ketahui, dan kesigapan yang menakjubkan, Stevens menyelamatkan kereta dan membekuk Frost. Dan ketika 8 menit yang seharusnya dia miliki berlalu, Goodwin mencabut life-supportnya, yang otomatis membuat Stevens kali ini benar-benar mati.

Hal menakjubkan pun terjadi. Di alam realita Source Code, dimana Stevens baru saja menjadi pahlawan, dia masih ada di sana, seakan menunjukkan kalau permainan ini belum berakhir. Colter Stevens, yang seharusnya sudah mati, tetap hidup di Source Code, sebuah dunia tersendiri yang terasa sama nyatanya dengan dunia asli, bersama Christina.

Komentar:
Fantastis!
Sebelumnya gw cuma berpikir kalo ini seru banget, dimana Stevens punya kesempatan untuk berkali-kali mencari si pelaku dalam waktu 8 menit. Jadi semacam cerita detektif. Kemudian waktu Stevens akhirnya tahu kalo dia sebenarnya udah mati, ceritanya jadi makin menegangkan. Surprise.

Karakter Colter Stevens ini salah satu karakter pahlawan yang layak dikagumi. Dia sudah tahu kalau dia sudah mati, dan setelah sempat memberontak, dia setuju, kalo dia mesti menemukan pelakunya, untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Bahkan ketika dia sudah mengetahui pelakunya, dan memberikan informasinya ke Goodwin, dia tetap berkeras untuk kembali ke Source Code untuk mencoba mencegah bom itu meledak. Why? Dia ingin menuntaskan misinya sampai tuntas, yaitu menyelamatkan para penumpang di dunia Source Code yang, sepengetahuannya dan orang2 lain, hanyalah dunia simulasi.

Hasilnya, dunia yg dikira simulasi itu, tanpa adanya bom yang meledak, dan Stevens tetap hidup, tidak berakhir di sana. Dunia itu tetap ada, dimana Stevens ada di dalamnya. Dan semacam rekursif, di dunia itu, juga terdapat Goodwin dan program Source Code, yg belum bertugas karena bomnya tidak jadi meledak, dan... alternate Colter Stevens yang juga digunakan sebagai partisipan.

Seperti yang dikutip Stevens dalam pesannya ke Goodwin di akhir film,
"If you're reading this email, then Source Code works even better than you and Dr. Rutledge imagined. You thought you were creating eight minutes of a past event, but you're not. You've created a whole new world."

Mengingatkan gw tentang konsep limbo di Inception atau limbo di LOST. Bedanya, kalau limbo di Inception berada di dalam mimpi, dan lingkungannya tidak real. Begitupun limbo di LOST, ada batas waktunya. Di dunia baru hasil Source Code, Stevens akan tetap hidup hingga dia mati sana.

Ada semacam paradox di alam reality Source Code. Stevens kadang ngeliat vision tentang masa depannya, dalam hal ini, ketika dia masuk ke Source Code di kesempatan2 berikutnya, seperti misalnya liat bayangan Christina, dan dia di sebuah tempat.


Dan ada satu hal yang gw masih penasaran. Ada apa dengan scene dimana Stevens dan si penumpang Arab nyuci muka di toilet. Adegan itu muncul tiba2 waktu Stevens lagi ngasih tiket. Yg ini vision. Kemudian waktu di kesempatan berikutnya sewaktu dia bener2 nyuci muka di toilet dengan orang itu, adegan itu sampe diulang2 3 kali. What the hell? Sepertinya bisa jadi bahan diskusi di internet.

Kemudian ada momen yang mengharukan, waktu Stevens menelpon ayahnya, menggunakan nama Sean Fentress. #sampenangis nontonnya.

My Rating: 8.5/10

Btw, do you think it's wrong when he said "My name is Captain Colter Stevens"? Seriously, like, your first name is Captain?

Sunday, December 04, 2011

Jurnal 4 Desember 2011

Setelah Senen masuk kantor 24 jam, dan pulang Selasa paginya, gw mendapati 2 kabar, baik dan buruk. Buruknya, paket buku yg dikirim dari nulisbuku ternyata salah bukunya, dan menyebabkan gw mesti ngirim balik ke penerbitnya biar nanti diganti. Berita baiknya: gw difollow sama pipis! Probably a mistake then, well whatever, mungkin diliatnya karena gw difollow sama damitch, missviona, harigelita, dan severussss kali ya.

Rabu, selain nganter terapi dan ke JNE, gw akhirnya nulis lagi, buat proyek #GoodbyeNovember nya nulisbuku. Karena masih agak kesel karena bukunya ketuker, jadi ya kirim2 aja tanpa mention2 ke nulisbukunya di twitter. Adapun isinya ga gw taroh di blog, belom aja. Kemudian ada juga pertandingan persahabatan LA Galaxy lawan Indonesia Selection, yg anehnya berjalan cukup berimbang. Cuma kalah 0-1. Dan Dian sudah balik lagi ke Semarang.

Kamis, masuk pagi di hari pertama bulan Desember, ditandai dengan jadwal kereta yang berubah. Makin berat, karena kereta yg berangkat dari Depok berkurang. Gw naek kereta yg jam 5.50 dari Bogor, udah penuh, dan pake telat2 segala pas mau masuk Manggarai dan Gambir. Telat lah sampe kantor. Sebel ama jadwal baru ini pokoknya. Bahkan sewaktu naek yg sore dari Depok besoknya pun tetep kena hambatan di Manggarai, duh. Karena jadwal yg menyulitkan inilah, makanya ke depannya gw lebih pengen kalo masuk, langsung 24 jam aja sekalian, biar pulangnya besok pagi, jadi menghemat waktu (dan ongkos) yg terbuang untuk naek kereta.

Kemudian ada tema nulis lagi dari nulisbuku, dearmama, yg juga sudah gw kirim hari ini, meskipun tadinya rada ragu mau ikut ato engga. Another milestone tercapai ketika jumlah twit gw menembus angka 9999 di hari sabtu/minggu ini. Rasanya sejak berapa bulan terakhir, cepet banget ya jumlah twitnya naek.


Thursday, December 01, 2011

1st time kirim paket

Dikarenakan kesalahan pengiriman buku oleh nulisbuku, yg sempet bikin gw ngamuk2, akhirnya ada manfaat yang bisa saya ambil, yaitu bisa melakukan pengiriman barang melalui jasa JNE.

Ceritanya hari Senin kemaren, bukunya udah sampe, dan gw masih di kantor karena nginep. Begitu Selasa pulang dan ngeliat bukunya, kok dua-duanya Lagu Pilihan #1? Yg Don't Stop Me Now-nya mana? Padahal di email udah dikonfirm lagi tentang buku yg dipesen. Kayaknya sih adminnya lagi ngantuk ato gimana. Jadi setelah gw kirim email laporan kesalahan kirim itu, selain minta maaf, adminnya juga bilang supaya gw kirim balik bukunya, trus nanti cantumin bukti dan nomer rekening, biar biaya pengiriman diganti. Barulah, setelah itu pesanan buku yg benernya dikirim. Jadi makin tambah lama ini ceritanya biar gw bisa dapet buku yg ada tulisan gw di dalemnya.

Jadi kemaren, selagi naek bis Debora, gw liatin tuh sepinggiran jalan, nyari yg ada tulisan TIKI atau JNE-nya. Tapi dipikir2 karena dari nulisbuku kemaren ngirimnya pake JNE, ya gw pake JNE juga deh. Ketemu satu cabang JNE yg tempatnya lumayan gede setelah terminal Depok. Oke, nanti sore kesana.

Jadi buku2 yg salah kirim itu gw bungkus lagi, pake koran aja biar ga repot2 nyari bungkus. Trus diselotipin biar rapi, trus kasih kertas isinya nama dan alamat tujuan, diselotipin lagi, kalo ga salah sih begitu tata caranya. Kemudian berangkat naek angkot. Ga sampe terminal Depok, tepatnya sebelum kantor walikota Depok, eh ternyata ngeliat tulisan JNE. Ternyata ada yg lebih deket. Akhirnya jadi ngirimnya lewat sana, meski tempatnya kecil banget, mirip pool travel Baraya yg cuma segitu itu ruangannya.

Sebelum ini, gw belom pernah ngirim barang lewat jasa travel. Pertama kali kenal adalah waktu Hilmi, temen kosan di Bandung, ngirim2 kaos bola dalam rangka bisnis onlinenya. Sempet nanya2 gimana prosedur, sama tarif pengiriman barangnya, soalnya waktu itu sempet mikir buat ngirim PC ke rumah lewat Tiki (yg kemudian batal, karena bebannya terlalu berat).

Dapet kiriman paket juga baru-baru ini aja. Waktu itu yg pertama dikirimin makanan hadiah dari kuisnya Dian :D, trus kemudian dikirim buku, juga hadiah dari kuisnya mbak Jia, baru yg terakhir kiriman buku dari nulisbuku. Di kemudian hari kayaknya bakal sering dapet kiriman, buku semua.

Lima Buku Baru Murah Meriah

Hari Minggu kemaren, gw ke Pesta Buku di Istora senayan sendiri. Setelah muter2 tanpa menemukan sesuatu yg bagus (kecuali biografi Steve Jobs yg dikeluarin sama beberapa penerbit, dengan judul berbeda tapi cover yg sama), sempet kepengen beli paket Percy Jackson & the Olympians, 5 buku 185rb. Duitnya ngepas banget sih. Akhirnya sambil menahan diri, nyoba liat2 yg laen lagi.

Yang dicari2 pun ketemu juga. Buku2 murah. Dan ini bukan sekedar novel teenlit tipis yg harganya 10ribuan. Ini novel2 yg cukup berbobot, yg kemasannya memang ga begitu baru sih, kira2 75% lah kondisinya. Tapi masih layak dibaca, apalagi kalo baca sinopsisnya banyak yg ceritanya kelihatannya menarik.
Ini dia buku-bukunya.


1. Valharald (by Adi Toha). 15rb.
2. Syair Panjang Aceh (by Sunardian Wirodono). 15rb.
3. What the Dead Know (by Laura Lippman). 15rb.
4. Rahasia Kaum Falasha (by Mahardhika Zifana). 15 rb.
5. Jonggrang (by Bimo S. Nimpuno & Gerry Nimpuno). 10rb.

Padahal selain buku2 ini, gw juga dapet buku The Enchanted Castle, hadiah dari kuisnya mbak Jia Effendie. Dan semuanya belum dibaca.