Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Tuesday, March 28, 2006

Komentar Tentang UTS.....

Mmmm... Where should I start from?
Dimulai dari hal yang selalu terjadi menjelang UTS
Gw punya 2 hari Sabtu dan Minggu buat belajar, dan seperti yang sudah-sudah, pada akhirnya kedua hari itu pun berlalu begitu saja...
Akhirnya hari ini pun SBD berlangsung dalam ketidakmengertian
Tidak mengerti karena tidak pernah baca buku sebelumnya
Tidak mengerti karena materinya membingungkan
Tidak mengerti karena dosennya juga kurang memberi penjelasan
Akhirnya kata-kata serializability, conflic serializebel, view serializebel, two-phase protocol, time-stamp, cascading rollback, semuanya muter-muter... Walaupun openbook sekalipun, kata-kata itu masih berputar-putar ga jelas.
Oke, gw bisa terima kekalahan gw di SBD, itu memang tanggung jawab dan resiko yang harus ditanggung oleh orang yang sudah menomorduakan kuliah di atas comlabs.
Berikutnya...
Sosin(sosis asin?)
Dari awal gw ga pernah menyangka kalo UTS Sosin benar-benar terjadi. Dari kemaren gw berusaha menenangkan diri kalo UTSnya paling ga jadi, atau paling cuma absen. Ternyata memang benar terjadi dan soalnya memang benar-benar dari bahan presentasi dari minggu-minggu kuliah. Tentu saja gw ga apal semuanya, dan jawaban pun cenderung ke arah mengarang bebas. Sekali lagi, gw harus menekankan kalo gw sama sekali ga bakat dalam hal mengarang bebas seperti ini. Gw hanya bisa mengeluarkan kata-kata yang panjang kalo memang membutuhkan kata-kata yang panjang. Hasilnya, tiap jawaban gw jawab dengan seadanya. Yang lupa ya ga ditulis, dapetnya 5 baris ya 5 baris aja.
Sempet gw mikir kalo kuliah ini dapet jelek, tapi gw teringat akan soal nomor satu Sosin ini. IP bukanlah yang utama. IP hanya nomer 17 jika dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya. Karena itulah, tragis sekali untuk mata kuliah yang mencantumkan pernyataan seperti itu, mengadakan UTS yang berbasis hapalan. Kalo dipikir lebih dalam lagi, memang rasanya sistem yang seperti ini tidak benar. Apakah tingkat keberhasilan proses belajar hanya bisa dinilai dengan hapalan, yang menurut Einstein atau siapa, tidak penting, karena "Buat apa menghapal sesuatu yang bisa kita temukan jawabannya di buku?"
Tapi kalo dipikir dan dicerna lebih dalam lagi (sudah sedalam apa ya?) mungkin yang gw sebutkan di atas cuma BULLSHIT (buletinnya Edo) atau cuma kata-kata pembelaan dari orang yang kalah. Kalo gw berada di posisi orang yang udah belajar dan kebetulan apal semua jawabannya, mungkin gw ga akan ngomong kayak gitu. Tidak tahu apakah ini cuma bullshit atau sebuah prinsip, gw memutuskan untuk mengakhiri UTS ini tanpa basa-basi lagi. Toh keadaan akan tetap sama walaupun gw tetap di ruangan ujian menatap lembar jawaban, bingung harus ngarang apa lagi.
Setidaknya, kita tidak akan merasa rugi kalau kita berpegang pada prinsip yang kita miliki

No comments:

Post a Comment