Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Tuesday, December 31, 2013

[Review Buku] Slammed


alias: Cinta Terlarang
Author: Collen Hoover
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
336 halaman


Blurb:

Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya.

Will memang menarik. Dengan ketampanan dan senyum memikat, pemuda itu menularkan kecintaannya pada slams––pertunjukan puisi. Perkenalan pertama menjadi serangkaian hubungan intens yang membuat mereka semakin dekat, hingga keduanya bertemu lagi di sekolah...

Sayangnya, hubungan mereka harus berakhir. Perasaan yang mulai tumbuh antara Will dan Layken harus dihentikan. Pertemuan rutin mereka di kelas tak membantu meniadakan perasaan itu. Dan puisi-puisi menjadi sarana untuk menyampaikan suara hati. Tentang sukacita, kecemasan, harapan, dan cinta terlarang mereka.

Review:

Lake (panggilan utk Layken) bertemu Will di hari pertama dia pindah. Lake berumur 18, Will 21. Mereka cepat akrab dan langsung ngedate di hari berikutnya dan langsung ciuman. Masalah muncul ketika Lake mulai masuk ke sekolah barunya, dan mendapati bahwa Will bekerja menjadi guru di sekolah itu, dan lebih parahnya, dia mengajar salah satu kelas yg diambil Lake, yaitu Puisi. Mungkin dari sinilah kenapa judul terjemahannya Cinta Terlarang, karena antara guru dan murid (meskipun cuma beda 3 tahun, dan dalam situasi lain sah-sah banget) tidak diperbolehkan.

Masuk ke background keluarga mereka berdua. Keduanya sama-sama menjalani hidup yg berat. Ayah Lake meninggal beberapa bulan sebelumnya, dan dia pindah ke Michigan bersama ibunya, Julia dan adiknya, Kel. Sementara Will sudah lebih dulu kehilangan kedua orangtuanya bertahun-tahun sebelumnya, dan mesti hidup berdua dengan adiknya, Caulder. Seakan belum cukup, Lake juga dihadapkan dengan berita buruk lainnya tentang ibunya.

Keadaan yg cukup sulit inilah yang membuat hubungan Lake dan Will mesti dikesampingkan. Will tidak ingin kehilangan pekerjaan yang menghidupi dia dan Caulder. Walhasil hubungan mereka merenggang dan menjadi semacam tarik ulur, yg bikin pembaca seperti gw gemes dan kesel. Kesel karena Will ga konsisten, sebentar pengen sebentar menjauh. Setidaknya mereka mestinya bisa ngakalin pihak sekolah lah biar ga ketahuan kalo pacaran. Ribet amat kayaknya persoalannya. Lake sendiri juga terlalu sering berasumsi dan menduga2 dan mengambil kesimpulan sendiri dan kesal sendiri. Ga cuma ke Will tapi juga ke ibunya.

Anyway... selain permasalahan antara Lake dan Will, dibahas pula permasalahan lain tentang ibu Lake, Kel dan Caulder, dan teman-teman Lake, terutama Eddie yg menjadi teman baik Lake.

Pada akhirnya gw memberi 4 bintang, karena drama yang didapat dari permasalahan-permasalahannya dapet dan realistis. Hal lain yg gw suka adalah, beberapa kali ada adegan ciumannya, haha.

(1) First Impression
Drama young adult. Percintaan remaja. Kedengarannya standar cerita remaja. Ternyata ceritanya lebih dari itu ya.

(2) How did you experience the book?
Cukup membacanya dua hari. Isinya kental dengan drama, tapi bukan drama yg bikin eneg atau dibuat-buat.

(3) Characters
Karakter utama, Lake dan Will. Sering bertindak bodoh dengan ketidakjelasan sikap mereka, tapi cukup oke menurut gw. Cuma tentang Will kayaknya digambarkan terlalu sempurna.

Karakter lainnya adorable dan cool. Julia, Kel dan Caulder, lalu Eddie. Mereka ini digambarkan cukup kuat karakternya. Ada satu karakter yg kurang bagus, Javi, murid bandel di kelasnya Will, yg kemudian juga jadi pemicu konflik.

(4) Plot
sudah cukup dibahas di atas

(5) POV
dari sudut pandang Lake.

(6) Main Idea/Theme
dua anak manusia yang mesti menghadapi berbagai cobaan sulit di usia mereka yg masih belia, tapi somehow bisa melaluinya dengan baik karena dukungan dari orang2 sekitar mereka.

(7) Quotes
catchphrase dari Will, "bukan ide yang bagus." Kalimat ini sering diucapkan Will ke Lake.

Monolog Will di halaman 251, ketika dia menceritakan momen pertama dia melihat Lake yg baru pindah. Cuplikannya,
"Aku mau dia tahu bahwa dia tidak sendirian. Beban apa pun yang sedang dia pikul, aku mau memikulkan beban itu untuknya."

puisi Lake berjudul Pembelajaran yg dia baca di panggung. (hal 320)
"Aku mendapat pembelajaran tahun ini dari semua orang."

yg dibalas dengan puisi Will berjudul Lebih Baik dari Tempat Ketiga. (hal 324)
"Aku bertemu seorang gadis"

kemudian terakhir, surat dari ibu Layken, yg isinya poin2 kata mutiara. (hal 331)
"Jangan berhenti memasak basagna."

Kecuali catchphrase Will, quote2 dari monolog Will dan puisi2 mereka ini panjang banget, tapi menurut gw keseluruhan kalimatnya itu berkesan banget, keren. Terutama dua puisi dari Lake dan Will, yg membuat endingnya sweet dan enak diikuti.

(8) Ending
Endingnya oke. Scene di pembacaan puisi itu berhasil banget.

(9) Questions
nanti, sehubungan dengan slam

(10) Benefits
Kenal dengan puisi2 slam yang bener2 keluar dari hati.

(11) Lain-lain
Gw masih belom begitu ngerti puisi slam itu kayak gimana. Karena kalo dengan tulisan aja, masih belom kebayang. Gw coba nyari2 contoh puisi slam, tapi belom ada yg isinya menggugah. Apalagi berkaitan dengan penulisan di buku, maksudnya apa ya bagian2 yg ditebelin, trus pemenggalan baris, itu kalo dibacakan jadinya seperti apa. Alangkah bagusnya kalo Ms Hoover juga menyediakan puisi yg merepresentasikan puisi2 di bukunya.

Rating: 4/5

-OoO-

Review dari pembaca lain:
Review dari @sofiadhe di dunia-sofia
Review dari @Kopilovie_ di petronelaputribooks
Review dari @_raraa di ratnainapril
Review dari @psstBee di montalier

Sunday, December 29, 2013

Jurnal 29 Desember 2013

Probably jurnal mingguan akhir tahun. Minggu lalu gw lagi pengen aja baca salah satu buku Agatha Christie. Mungkin sebabnya karena ada temen yg lagi baca juga. Setelah gw kumpulin buku2 AC di rumah, masih ada 5-7 buku, tapi gw ga bisa nemu Tirai atau Misteri di Styles. Gw juga kehilangan beberapa buku AC yg kayaknya gw tinggal di kosan di Bandung. Lord Edgware Dies sama Taken at the Flood. Yah sayang juga sih. Buku yg gw baca yg Why Didn't They Ask Evans, karena udah agak lupa ceritanya gimana. Tadinya mau namatin dalam sehari, ternyata sering ngantuk, dan bersambung ke hari besoknya.

Tapi di hari Senin, bacanya ditunda lagi, karena gw pergi ke GI buat nonton Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Pergi nonton di waktu libur dengan pergi nonton setelah/sebelum masuk ngantor cukup ngaruh sama waktu yg terpakai. Mana begitu selesai film gw ke gramed GI dulu buat liat2. Pas pulang ternyata kereta penuh dan mesti nunggu kereta berikut. Kira2 nyampe sejam gw nunggu kereta. Sampe stasiun depok ke Bata buat beli sepatu, dan kebetulan ada yg didiskon 70ribuan. Mudah2an yg ini awet. Sepatu2 yg lama mau gw pake dulu buat penghabisan, baru abis itu dibuang.

Memasuki Natal, beberapa orang masih mempermasalahkan pengucapan Selamat Natal. Emang ada ustad2 twitter yg masih ngotot kalo Muslim ga boleh ngucapin dsb. Tapi yg gw sayangkan adalah, masih banyak juga yg mempermasalahkan orang2 yg mempermasalahkan hal itu. Yaudah sih kalo masih ada yg ngelarang2. Abaikan aja. Gw sendiri ga ngucapin apa-apa ke siapa-siapa, karena lagi ga minat. Kalo ada temen deket yg ngerayain, ya mungkin gw akan ucapin.

Setelah rabu masuk malem, kamis paginya rencana nonton lagi di blitz. Nonton 47 Ronin. Sayang kali ini kondisi gw ga mendukung, nontonnya sambil ngantuk2 dan ketiduran. Biar dijadikan pelajaran, kalo malemnya masuk sebaiknya ga usah nonton. Merasa bersalah karena sudah menyia-nyiakan waktu dan duit buat ketiduran waktu nonton. Anyway, filmnya sendiri katanya emang ga terlalu bagus.

Jumat gw mulai baca Slammed, tapi baru satu bab trus ngelanjutinnya tertunda. Sebab adalah gw memutuskan untuk ngebahas isu di reight soal telat baca. Kalo dipikir2 mungkin ga perlu seniat itu, tapi ga ada salahnya juga sih, uneg2 dikeluarin. Besoknya malah kepikiran buat mundur dari reight aja, jadi anggota pasif atau quit. Soalnya mau ngejar baca buku2 yg lain, yg numpuk di rumah. Entahlah, situasinya emang lagi ga mendukung. Nunggu perkembangan berikutnya aja pas meeting.

Serial Dekalog yg jumlahnya 10 episode akhirnya selesai ditonton, meskipun sering telat nontonnya. Berikutnya gw akan langsung lanjut ke The X-Files season 4. Selagi itu, gw langsung donlot yg season 5.

Kemungkinan bulan Januari nanti gw bakal masuk pagi terus. Ga bener2 pagi sih, dari jam 9 sampe jam 6. Dan ga Senin-Jumat juga, minimal libur 2 hari di antara itu, Sabtu-Minggu masuk. Jadinya waktu luang sepertinya bakal berkurang. Mudah2an cuma sebulan itu sih, dan gw sudah mikirin cara buat ngatasinnya biar ga keseringan bolak-balik kantor.

Book Kaleidoscope 2013 - Day 1: Top Five Girl Characters

Sesudah membaca 2 postingan sejenis dari puput dan tammy, gw jadi pengen ikutan bikin (meskipun gw bukan anggota BBI dan ga punya blog buku sendiri). Meme (postingan khusus) ini  dipelopori dari blog Fanda Classiclit.

Day 1 - Top Five Book Boy/Girl Friends
From all the books you have read throughout the year, rank five male characters (if you are female) or five female characters (if you are male) you love the most. Tell us the reason, and it would be great if you use images to describe them (if the book has been made into movie, you can share photo(s) of the best actors/actresses to perform them). 


Awalnya gw sempet ragu, karena hampir semua yg ikutan cewek. Dan gw ga begitu suka dengan istilah top five girl friends, makanya diganti jadi character aja. Jumlah buku yg gw baca di tahun ini sebenarnya ga banyak kalo dibandingkan sama yg lain, tapi kalo dibandingkan sama jumlah yg gw baca tahun lalu, jelas meningkat banget. Sejauh ini udah 39 buku (bakal jadi 40 di akhir tahun), dan banyak juga yg berupa kumpulan cerita, jadi pilihan karakter ceweknya ga begitu banyak. Untungnya, dari yg sedikit itu, ada lima yg menurut gw keren.

5. Mei (Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye)
Guru muda yg manis dan cantik ini setia menumpang sepit (perahu motor) Borno, yang membuat Borno jatuh cinta padanya. Di balik sifatnya yg pemalu dan jarang bicara, dia menyimpan rahasia penting tentang Borno. Saking kekeuhnya megang rahasia, dia sampai menyakiti diri sendiri dengan pergi meninggalkan Borno, sampe jatuh sakit. Gw membayangkan orang yg cocok memerankan gadis Tionghoa ini adalah Laura Basuki. Pas.


4. Liv (Aku Tahu Kamu Hantu by Eve Shi)
Liv adalah murid SMA yang pas ulangtahun ke 17 mulai bisa melihat hantu di sekelilingnya, dan dia ga seperti karakter2 di cerita2 horor pasaran yg penakut. Dia belajar untuk menyesuaikan diri dengan kemampuan barunya, dan menggunakannya untuk menyelesaikan suatu misteri. Hmm, kalo diwujudkan secara visual, gw juga rada bingung siapa yg pas, soalnya ga apal artis2 muda Indonesia. Mungkin Maudy Ayunda cocok yah.


3. Lettie Hempstock (The Ocean at the End of the Lane by Neil Gaiman)
Gadis misterius yang memiliki pengetahuan luas dan kemampuan yang tak bisa dimengerti oleh manusia biasa. Usianya entah sudah berapa lama, tapi wujudnya tetap sebagai seorang anak umur 11 tahun. Dia melindungi si anak yg menjadi karakter utama di buku ini, dan bahkan mengorbankan dirinya supaya si anak tetap hidup. Buku ini katanya mau diadaptasi jadi film, tapi gw belom tau siapa yg bakal jadi Lettie. Gw juga ga banyak tahu aktris cilik Hollywood, tapi Mackenzie Foy, yg memeranin Renesmee di film seri Twilight, sepertinya cocok.


2. Johanna Mason (Catching Fire by Suzanne Collins)
Salah satu peserta Hunger Games Quell, Johanna ini sudah kelihatan karakternya sebagai pemberontak. Sejak awal dia ga suka para pemenang dipanggil lagi, dan dia ga begitu peduli dengan peraturan2 yg ditetapkan Capitol. Karakter ini sukses mencuri perhatian, dan terlihat lebih garang daripada Katniss. Versi filmnya yg keluar tahun ini, menampilkan Jena Malone (aktris favorit gw dari film Donnie Darko) sebagai Johanna. Hasilnya, Jena sukses memerankan karakter ini.


1. Hazel Grace (The Fault in Our Stars by John Green)
Sebagai penderita kanker, Hazel tidak terlihat depresi atau meratapi nasibnya, tidak juga berlagak optimis dengan semangat yg dibuat2. Normal saja, tanpa mengeluh, dan melanjutkan hidup seperti biasanya. Hazel adalah salah satu karakter paling cerdas yg pernah gw baca. Kalimat-kalimatnya yang ga biasa itu bikin kita terkagum-kagum. Di versi film yg akan dibuat, yg menjadi Hazel adalah Shailene Woodley, tapi gw ga begitu kenal. Menurut gw, Chloe Moretz akan lebih cocok memerankan Hazel.

Saturday, December 21, 2013

Jurnal 21 Desember 2013

Skip nulis beginian minggu lalu, karena begitu mau nulis di hari Selasa, ga sempet. Hectic.

Minggu lalu, di hari Senen, terjadi kecelakaan kereta yg kemudian disebut tragedi Bintaro jilid 2. Truk tangki minyak pertamina nerobos perlintasan rel ketika kereta lewat, dan keretanya nabrak truk, trus bensin di dalemnya menyebabkan ledakan, gerbong depan kereta kebakar. Serem pokoknya. Itu kereta jurusan serpong-tanah abang. Kelanjutan dari kejadian itu adalah saling nyalahin antara KCJ (KAI) dengan Pertamina, supir truknya mengaku kalo ga denger suara kereta dan perlintasan ga ditutup. Ah entahlah. Mudah2an dengan kejadian ini, kondisinya diperbaiki biar resiko serupa bisa dikurangi. Karena kecelakaan itu juga, jalur serpong-tanahabang sempet ga bisa dipake. Gw juga jadi ragu2 kalo misalnya mau ke teraskota buat nonton, udah aman ato belom naek krl-nya.

Gw masih belom beli sepatu baru. Padahal tinggal ke Bata yg di depan stasiun, tapi ga pernah sempet aja. Kalo pulang kantor males mampir kesana karena tas udah berat. Pas libur, begitu sorenya malah ujan ato gimana. Butuh sepatu yg warnanya item aja sih, yg murah. Soalnya sepatu warna item itu bikin semua problem solved. Sepatu sneaker yg gw pake warnanya ijo/krem pudar.

Sempet baca satu buku di hari minggu lalu, yaitu The Time Keeper, buku pinjeman dari Bella. Yak, lebih baik buku pinjeman diprioritaskan bacanya biar bisa cepet dikembaliin. Sehabis itu belom smpet lagi karena minggu ini rada sibuk.

Dari hari minggu sampe tadi pagi, gw pernah ada di kantor. Abis hari Minggu masuk malem, besoknya gw ga langsung pulang, karena ke blitz buat nonton The Hobbit di morning show. Yup, The Hobbit. Sekarang gw udah back on track ngikutin film2 baru. Apalagi ada blitzcard, yg terjamin dapet diskon 30% morning shownya. Pulang sore, jam 3an. Nah, besok Selasa emang jadwalnya masuk lagi siang, tapi ternyata paginya diminta dateng gantiin temen yg cuti. Mana besoknya ada rapat pula, jadi gw ga langsung pulang lagi. Mana hari Selasa itu ada gangguan skala besar, jadi cukup sibuk dan hectic dan repot karena kerjaan jadi banyak, dan bos-bos muter2 jadi ga bebas. Rabu pulang sore lagi seperti senin, dan lumayan bisa istirahat. Kamisnya masuk lagi, siang, dan karena jumatnya juga masuk lagi siang, jadi ga pulang lagi. Baru pulang Sabtu pagi. Seperti yg udah gw berkali2 bilang, gw ga mau pulang naek kereta malem2, soalnya ngantuk. Jadi setelah jam kerja selesai jam 10, setengah jam kemudian biasanya tidur.

Untung yg bagian stressfulnya cuma Selasa aja. Besok2 udah mayan normal. Kamis nonton semifinal Sea Games cabang sepakbola, Indonesia vs Malaysia. Menang juga kita lewat adu penalti. Untung juga setelah ini libur, baru masuk hari selasa. Lumayan, senen mungkin ke teko buat nonton film. Film berikutnya yg mau gw tonton adalah Tenggelamnya Kapal van der Wicjk. Lainnya apa ya, entah adanya apa, Soekarno juga mungkin perlu ditonton.

Serial2 season ini yg masih pertengahan mentok belom ada episode baru. Gw mulai nonton Dekalog, serial tv akhir 80an dari Polandia. Donlot ini karena taun lalu chy nonton ini, katanya bagus. Btw, kemaren juga entah kenapa pengen nyari donlotan film2 korea. Dapet banyak sih, sebagian gw donlot sendiri, sebagian minta didonlotin temen. Miracle in Cell no. 7, The Berlin File, A Werewolf Boy, itu sebagian film2 Korea akhir2 ini gw bagus yg gw tahu. Pengen nyari juga Flu sama Snowpiercer, tapi kayaknya belom keluar yg versi bagusnya.

Pagi tadi juga, lagi iseng2nya ngecek daftar buku terbaru di bukabuku dari email, ada promosi Mizan. Diskon bukunya gede2 juga. Pokoknya setelah tekun buka tiap page, nemu beberapa buku yg harganya di bawah 20rb, lalu cek goodreads, bagus, dan add to cart. Di antaranya Delirium dll, pokoknya yg bagus2 lah. Hasilnya pesen 16 buku, total 200an ribu, pake ongkos kirim 49rb, alias setara dgn 7 kali pengiriman (7kilo). Hahaha, akhirnya di akhir tahun, malah kena jadi book hoarder, borong buku. Padahal kemaren udah memutuskan untuk ga nambah buku baru. Tapi ya gimana, ini buku2 diskon supermurah.

Monday, December 09, 2013

Jurnal 9 Desember 2013

Dalam satu minggu ini, ada satu lagi berita kematian tokoh besar. Setelah minggu kemarin Paul Walker, kali ini Nelson Mandela. Dan seperti biasa, berita RIP kayak gini ada aja yg bisa dijadiin masalah. Kali ini menyoroti anak2 jaman sekarang yg banyak ga tau siapa itu Mandela, trus ngetwit: Mandela siapa sih, dsb, yg tentu aja jadi bahan nyinyir orang2.

Sebenarnya gw udah jarang ngetwit sih, dikit banget, sehari paling banyak lima twit. Males aja. Masih baca2 sih, tapi kalo lagi ada kesibukan yg bisa dipantengin ya jarang buka twitter.

Konsistensi yg gw lakukan adalah maen Minion Rush tiap bangun tidur, dan ngumpulin 3 apel yg tersebar di lokasi2 berbeda.

Setelah Marvel Agents of SHIELD sementara mentok di episode 9, gw beralih dulu buat nonton How I Met Your Mother season 9, yang juga masih di tengah-tengah.

Minggu ini gw keranjingan lagunya JKT48 yg Fortune Cookies. Entah karena suka sama iklannya yg KFC, atau karena sering disetel di tipi karena jadi soundtrack sinetron, pokoknya gw suka lagunya.

Setelah 2 minggu baca Conan, yg boleh dibilang banyak juga, dan itu termasuk kegiatan membaca, minggu ini fokus untuk nonton film2. Anggaplah baca Conan 2 minggu itu setara dengan 5 film (biasanya gw baca 1 buku trus diseling nonton 1 film). Film2 yg bagus mulai dari Before Sunset, The Hunger Games, Easy A, Skyfall, dan tadi Inception.

Minggu ini kena pilek, entah karena ujan ato ketularan di kantor. Ga enak pokoknya, tenggorokan sakit, trus idung ngilu, tapi cuma sehari-sehari sih.

Yg ga kalah antusias minggu ini adalah urusan Fantasy Premier League. Setelah 2 minggu poinnya medioker, tengah minggu ini (yg ternyata ada liga inggris) dapet poin maksimal. Sebabnya adalah Luis Suarez bermain gemilang, cetak 4 gol dan 1 assist di satu laga waktu Liverpool menang 5-1 lawan Norwich. Dan gw yakin dengan Suarez, makanya gw jadiin kapten, hasilnya, dari satu Suarez aja bisa dapet 48 poin. Total utk matchday itu gw dapet 104 poin, tertinggi sesatu liga di kantor, dan rekor sejauh ini. Terbayar juga kepercayaan pada Suarez.

Sabtu gw mulai baca lagi, yaitu buku The Fault in Our Stars yg versi bahasa Inggris yg minjem dari iip waktu meeting bulan lalu. Minggu ini sebenarnya ada acara IRF di kota tua, tapi karena kurang info, dan lagipula gw masuk kantor, jadi ga begitu tertarik. Tapi begitu liat twit temen2 yg kesana, bikin penasaran sih.

-OoO-

Tuesday, December 03, 2013

[Review] Detective Conan: Mystery Train Case

Okey, akhirnya selesai juga baca Conan sampe yg terakhir gw donlot, yaitu chapter 876. Ceritanya udah jauuuh banget, mungkin udah volume 81/82 kalo udah dibukuin. Gw sendiri berpendapat bahwa Conan yg gw baca ini merupakan era baru yg ditandai setelah kasus di chapter awal 700an dimana  Akai Shuichi terbunuh oleh Vermouth.

kiri-kanan: Sera Masumi, Amuro Tooru, Subaru Okiya

Memasuki milestone chapter 800, ada tiga karakter baru yang cukup mencurigakan.

Yang pertama adalah Subaru Okiya. Kemunculannya udah agak lama, tadinya dia korban kasus kebakaran, dan sejak itu dia tinggal di rumah Shinichi yg kosong. Aneh juga sebenarnya kenapa Conan gampang banget ngasih kepercayaan ke Subaru. Dan tentu saja gw udah lama menduga2 kalo Subaru ini adalah penyamaran dari tokoh lain, tapi bukan musuh. Karena Conan aja percaya.

Yang kedua adalah Sera Masumi. Muncul pada sebuah kasus dimana Conan sedang bersama Ran dan Sonoko. Sera yang jago bela diri jenis Jeet Kune Do ini penampilannya tomboy, dan biasanya orang2 salah mengira kalo dia cowok, padahal dia cewek. Dia baru balik dari Amerika dan masuk ke SMA Teitan bareng Ran. Seterusnya, Sera ini yg paling sering terlibat kasus bareng Conan, dan kemungkinan besar dia udah tau kalo Conan itu Shinichi.

Yang ketiga adalah Amuro Tooru, detektif yang kerja part time di cafe Poirot. Meskipun kemampuan analisisnya bagus, dia malah mengajukan diri jadi muridnya Kogoro Mouri. Cukup sering juga terlibat kasus, biasanya yang juga melibatkan Kogoro.

Permasalahannya adalah, di antara tiga orang ini, salah satunya adalah anggota organisasi hitam yg memiliki alias Bourbon, yang ditugaskan untuk mencari Sherry, yg seperti kita ketahui mengecil menjadi Ai Haibara dan tinggal bersama Profesor Agasa.

Misteri yang melibatkan 3 orang ini mencapai puncaknya pada kasus Kereta Misteri. Conan beserta grup detektif cilik (Ayumi, Genta, Mitsuhiko, Ai) dan Profesor Agasa diundang untuk mengikuti perjalanan kereta khusus Bell Tree milik Suzuki Corp. Selain mereka, Ran dan Sonoko juga ikut, juga Kogoro. Juga Sera. Aduh, pokoknya komplit lah. Selain mereka, ada penumpang2 langganan yg biasa ikut setiap tahun. Kemudian, juga ada tamu tak diharapkan, yaitu anggota Black Organization yg menyamar, at least Vermouth ada di sana. Gin dan Vodka menunggu di stasiun tujuan. Mereka sudah menerima informasi bahwa Sherry akan ikut dalam kereta itu dari kasus sebelumnya. Dan yg juga tak terduga adalah, Amuro dan Subaru juga ada di kereta.

Kasus yg terjadi di kereta melibatkan penumpang2 reguler, tapi tentu saja, yg lebih menegangkan adalah konfrontasi dengan BO. Vermouth menyamar sebagai Akai dan berhadapan dengan Sera. Dia memanggil Sera sebagai adiknya. Dari sini, didapatlah kesimpulan kalo Sera adalah adeknya Akai.

Kasus ini membuka banyak informasi. Ibunya Shinichi, Yukiko, yg ternyata juga ikut dalam kereta, seperti biasa dalam mode penyamaran, memergoki Vermouth. Vermouth yg juga menggunakan identitas sebagai aktris Chris Vineyard, ternyata juga menyamar menjadi Sharon Vineyard, ibunya. Jadi, Sharon, aktris besar yang menjadi teman Yukiko itu sebenarnya tidak ada, dan hanya alias dari Vermouth. Dengan ini, berarti usia Vermouth diperkirakan ga tua2 banget.

Sera sempat dibius oleh Vermouth, tapi Subaru membawanya ke tempat aman. Vermouth yg sudah menyadap percakapan Conan dll, memperkirakan Ai akan berubah menjadi Sherry dan menyerahkan diri agar tidak membahayakan yang lain. Vermouth dan Bourbon juga sudah menyiapkan bom pada gerbong paling belakang untuk membunuh Sherry.

Untungnya, strategi tim Conan bekerja dengan baik. Ai tidak berubah menjadi Sherry, dan terlindung bersama Profesor Agasa. Sementara, Conan mendapat bantuan dari pihak yg tak disangka-sangka: Kaitou Kid. Yak, Kid ternyata menyamar menjadi salah satu penumpang, dan Conan bisa membongkar kedoknya. DIa meminta bantuan Kid untuk menyamar menjadi Sherry, dan berhadapan dengan Bourbon yg teryata Amuro. Gerbong yang ditempati Kid terpisah dengan kereta utama dan kemudian meledak, membuat Vermouth dan Bourbon mengira Sherry sudah mati, padahal Kid dengan skillnya berhasil lolos dengan peralatan terbangnya.

Vermouth terkecoh, tapi dia sudah berjanji pada Yukiko jika dia kalah pada kasus ini, dia akan berhenti mengejar Sherry. Tapi hal yang sama tidak berlaku pada Bourbon.

Dari kasus ini, terungkaplah identitas dari ketiga orang misterius. Sera ternyata adalah adiknya Akai, dan Amuro adalah Bourbon. Kemudian, ini belom eksplisit ditunjukin, tapi gw yakin Subaru ini adalah Akai Shuichi yang masih hidup.

-OoO-

Monday, December 02, 2013

Jurnal 2 Desember 2013

Minggu kemarin ramai dengan berita meninggalnya Paul Walker, aktor yg biasa kita kenal sebagai salah satu bintang di film seri Fast & Furious. Ironis memang, karena dia meninggal dalam kecelakaan mobil, meskipun dalam hal ini dia ga berperan sebagai pengemudi, melainkan penumpang. Kejadian ini seperti bagian dari plot terbaru film Fast & Furious berikutnya. Bedanya, ini nyata. Dan selalu aja ada efek samping dari berita kematian artis seperti ini, mulai dari berita yg mengatakan kalo kematian PW itu cuma hoax, lalu ada hoax yg nyebarin gambar PW setelah kecelakaan, bahkan lanjut ada perdebatan maksa yg bilang kalo ga boleh doain orang yg non muslim. Aduh... Sebagai orang yg ngikutin film Fast & Furious yg terbaru, tentu kematian PW menimbulkan rasa kehilangan. Bukan sedih, tapi ya kehilangan aja.

Topik lain yg juga rame jadi bahan debatan di twitter, adalah soal kondom. Yg katanya minggu ini Pekan Kondom Nasional, dalam rangka memperingati Hari AIDS ato semacamnya. Mulai lagi lah perdebatan pro dan kontra kampanye menggunakan kondom. Yg dari segi kesehatan untuk mencegah AIDS, yg dari segi agama kontra karena mendorong seks bebas dll. Aish.. Menurut gw sendiri penamaan Pekan Kondom Nasional emang kurang tepat, karena dari segi bahasa maksudnya kayak ngajak orang2 utk melakukan seks. Mending dinamainnya Pekan Kesadaran Bahaya Seks Bebas, gitu bro. Jadi biar mengurangi konflik dengan orang2 yg beropini dari segi agama.

Minggu lalu yg rame adalah Aksi Solidaritas Dokter Nasional, yg bagi masyarakat awam adalah: demo dokter, atau dokter mogok. Penyebabnya adalah kasus dokter ayu yg dituduh malpraktek, dan divonis oleh MA hukuman 10 bulan penjara. Menurut para dokter, putusan itu ga adil, dan perkara mesti ditinjau ulang, dan mereka menolak kriminalisasi dokter. They had a point. Perlakuan pada dokter di kasus ini emang ga normal, kayak kriminal2 teroris dan berlebihan pokoknya. Mengenai apakah kasusnya malpraktik ato engga, yah emang baiknya ditinjau ulang, lalu argumen2 yg diteriakkan para dokter biar dipake buat pembelaannya.

Di timeline sendiri ada beberapa rekan dokter yg gencar menyuarakan opini, berapi-api. Yg gw sayangkan adalah, penyampaian opini yg emosional ini menurut gw ga membantu. Justru terkesan arogan. Seakan para dokter cuma peduli ama opini mereka sendiri, dan ga berusaha untuk membuat masyarakat awam lebih ngerti tentang persoalan. Permasalahan dalam komunikasi sih intinya. Ya komunikasi dengan masyarakat awam, komunikasi dengan pasien. Komunikasi yg baik, dokter yg dengerin dan melayani pasien dan bisa bikin pasien merasa nyaman, tentu lebih enak dikunjungi ketimbang dokter yg judes dan cuek. Yah, emang berat sih jadi dokter, apalagi peraturan dan standar pelayanan mediknya belom jelas, jadi mau ngapa2in repot karena beresiko dituntut.

Okay, enough about all that. Seperti halnya minggu lalu, hari rabu-kamis gw masuk berturut2. Kamis paginya, ke blitz lagi buat nonton film. Ngisi waktu sebelum masuk siang. Sekaligus nyobain pake blitzcard. Film yg ditonton adalah: Snowpiercer, film arahan sutradara Korea, dengan sebagian besar castnya Hollywood, dan sisanya aktor2 internasional. Filmnya bagus banget. Anyway, dengan blitzcard terbukti, morning shownya masih berlaku. Untunglah gw pake blitzcard ya, kalo beli tiket langsung mungkin mbak/masnya masih bilang kalo promonya udah ga ada. Bah. Gw pengen nulis reviewnya tapi keburu lupa. Pokoknya berkesan banget filmnya, bikin merinding.

Selain nonton di blitz, kesempatan ini juga gw pake untuk make voucher dari iip yg dikasih waktu meeting reight bookclub minggu lalu. Voucher dari Ron's Laboratory yg menunya es krim gelato, dimana beli satu dapet satu lagi. Nah, setelah nemu tempatnya, gw hampirin aja ke krunya dan mesen. Gw pikir, ah es krim ini, semahal-mahalnya palingan 20ribuan. Ga taunya gw cukup kaget karena menu gelatonya harganya di kisaran 50ribuan. Aduh, tapi gpp lah udah telanjur. Sekalian aja nyoba. Itung2 sekali seumur hidup. Jadilah nyobain dua gelato yg gw makan sendiri. Mencoba mengabaikan fakta kalo gw duduk sendirian ga ada temennya. Bikin males ya kalo pengen makan di resto tapi sendiri.

Minggu ini masih lanjutin baca Detective Conan, tapi baru selesai tadi. Harusnya bisa diselesaikan lebih cepat, tapi karena Marvel Avengers Alliance pas banget ngeluarin Chapter 3 Season 2 minggu ini, jadi alokasi waktunya terpecah. Selain itu, dengan mengherankan gw jadi ngikutin serialnya Marvel's Agents of SHIELD. Tadinya cuma donlot 3 episode awal + episode yg follow up film Thor. Eh, jadinya gw lengkapin sekalian sampe episode 9. Kayak ngejilat ludah sendiri, haha, soalnya waktu itu gw udah jelek2in serial ini. Nanti kalo udah mentok, baru pindah nonton serial lain.

-OoO-

[Review] The X-Files (Season 3)

Setelah setahun lebih sejak nonton season 2-nya, gw baru lanjut nonton The X-Files yg season 3. Lama banget yak..


Season 2 berakhir di episode Anasazi, dimana Mulder menemukan bis yang terkubur di balik pasir dan batuan di pedalaman Navajo, dan Cigarette Smoking Man datang beserta anak buahnya. Mereka kemudian membakar bis yg berisi mayat alien itu (ngilangin barang bukti), tapi Mulder ga ketemu, dan si CSM menganggap Mulder sudah tewas.

Anyway, untuk lengkapnya tentang The X-Files season 3, plot, theme, episodes, dsb bisa baca di halaman wikipedianya.

Menceritakan rangkuman plot serial ini sulit, karena jadinya panjang banget. Tiap episode kaya dengan plot, karakter, dan detail, apalagi untuk episode yang berkaitan tentang tema utama, yaitu konspirasi dan mitologi alien.

Episode bertema konspirasi muncul dalam 4 kesempatan. Pertama, di episode 1 dan 2, The Blessing Way dan Paper Clip, yang merupakan lanjutan dari season 2.

Mulder masih hidup dan disembuhkan oleh Albert Hosteen, orang Indian Navajo yang juga mengetahui keberadaan dokumen rahasia tentang project yang dilakukan Sindikat. Si Smoking Man posisinya dipertanyakan di dalam Sindikat karena keberadaan digital tape yg jatuh ke tangan Mulder. Salah satu anggota penting Sindikat, (yg disebut) Well-Manicured Man, memberitahu Mulder dan Scully tentang project yang dilakukan Sindikat, dengan merekrut ilmuwan2 cemerlang di bidangnya.

Kedua, di episode 9 dan 10, Nisei dan 731.

Mulder menyelidiki kereta yang berisi eksperimen rahasia dimana diduga ilmuwan Jepang melakukan autopsi pada alien. Atau sejenisnya lah. Gerbong kereta itu juga berisi contoh hibrid alien-manusia. Mulder yang hendak mengekspos hal ini dihadang oleh salah seorang agen Sindikat. Mereka terkunci di dalam kereta yang terpasang bom.

Ketiga, di episode 15 dan 16, Piper Maru dan Apocrypha.

Kapal pencari Perancis menemukan sebuah kapal selam jaman Perang Dunia II, tapi seluruh awak tewas karena black oil yang muncul darinya. Black oil yang merupakan bentuk alien ini dapat berpindah melalui perantara manusia. Hal ini merupakan masalah untuk Sindikat, karena terjadi kebocoran informasi yang merupakan ulah Krycek. Ribet kan?

Terakhir, di episode 24, Talitha Cumi.

Seseorang bernama Jeremiah Smith muncul dan menyembuhkan orang-orang pada suatu peristiwa penembakan di restoran. Ketika Mulder dan Scully mencarinya karena dia tiba2 menghilang, ternyata CSM keburu menahan orang itu. Jeremiah Smith adalah salah satu contoh alien yang memiliki kemampuan2 khusus.

-OoO-

Episode2 lainnya memiliki pola Monster of the Week, yaitu kasus2 X-Files yang ditangani Mulder dan Scully. Beberapa di antaranya yg menurut gw menarik adalah War of the Coprophages (eps 11), dimana kasus kematian yg diduga disebabkan oleh kecoa (?) terjadi. Episode berikutnya juga ga kalah aneh, yaitu Syzygy, dimana di kota yg lain lagi, kematian2 juga terjadi dan disebabkan dua gadis yg memiliki kekuatan sihir (?).

-OoO-

Nah, ketimbang bahas plot, lebih enak bahas karakter2 yang muncul. Dalam hal ini, yang berkaitan dengan tema konspirasi.


The Smoking Man (by William B. Davis). salah satu anggota Sindikat yang secara konsisten menjadi lawan Agen Mulder dan Scully, menghambat setiap usaha mereka menguak kebenaran. Dia yang paling sering muncul, meskipun kadang cuma sebentar. Kebiasaan khasnya yang selalu ngerokok (mulai dari nyalain rokoknya dulu pake korek) ini yang menjadi nama julukannya.


Well-Manicured Man (by John Neville). salah satu anggota penting Sindikat, yang jelas2 bersebrangan jalan dengan Smoking Man. Dia ga suka dengan metode SM yang sering pake kekerasan dan asal bunuh orang. WMM malah jadi orang yang memberikan cukup banyak informasi ke Mulder dan Scully.


X (by Steven Williams). informan Mulder yg somehow, diragukan dia berada di pihak mana. Di episode 23, baru diketahui kalo dia sebenarnya salah satu agen Sindikat, bawahannya SM. Sepertinya, selain karena tugasnya sebagai agen, dia bersimpati pada Mulder dan memberikannya sebagian informasi, dengan harapan Mulder berhasil melakukan sesuatu sebelum dia.


Alex Krycek (by Nicholas Lea). salah satu agen Sindikat, bawahan SM, tadinya. Entah karena kegagalannya membunuh Scully, di eps 2 dia hendak dilenyapkan, tapi dia berhasil lolos, bersama digital tape yg bermasalah itu. Nah, sepertinya karena ulah Krycek lah informasi tentang kapal selam Piper Maru sampai ke intelijen Perancis. Mulder nemu Krycek di Hongkong dan membawa dia kembali ke Amerika, tapi Krycek yang terjangkit black oil lolos lagi, dan tiba di SM. Krycek terakhir muncul di eps 16, dimana dia terjebak di ruangan rahasia dimana terdapat pesawat UFO.


First Elder (by Don S. Williams). salah satu anggota penting Sindikat, biasanya nongol sewaktu rapat Sindikat. Dia juga sekali muncul dan mendatangi Scully untuk memperingatkan kalau Mulder dalam bahaya. Tapi cuma itu doang sih.


Red-Haired Man (by Stephen McHattie). salah satu agen Sindikat, ngakunya agen NSA. Dia yang memburu ilmuwan2 Jepang yg entah berkhianat atau apa. Dia juga yg menghadang Mulder di kereta yg berisi eksperimen dengan alien dan hibridnya. Dia hampir membunuh Mulder, tapi X datang dan membunuhnya. Entah kenapa namanya Red Haired, padahal rambutnya biasa aja, ga merah warnanya.


Jeremiah Smith (by Roy Thinnes). sosok yg ternyata alien berwujud manusia, dan memiliki kemampuan menyembuhkan orang, dan bisa mengubah wajahnya menjadi orang lain. Jeremiah Smith ini sendiri semacam kloning, setidaknya ada 6 Jeremiah Smith yg terdaftar. JS yang nyembuhin orang itu ga termasuk yg jahat, karena dia berniat untuk membagi informasi dengan Mulder dan Scully, sebelum...


Alien Bounty Hunter (by Brian Thompson). agen Sindikat, tapi bedanya dengan yg lain, dia ini alien. Biasanya, kalau masalahnya berat, dia dipanggil buat 'nyelesaiin masalah'. Muncul di eps terakhir buat memburu Jeremiah Smith.

-OoO-

Sedangkan karakter2 protagonisnya, selain Agent Mulder dan Scully, ada atasan mereka, Assistant Director Walter Skinner. Lalu ada 3 orang nerd dari The Lone Gunmen yang sering bantu mereka. Juga ada agen Pendrell dari FBI, yang dimintai bantuan untuk meneliti perangkat2 aneh yg mereka temukan. Skinner yg sebelumnya rada mencurigakan, di season ini udah jelas, dia berpihak pada Mulder dan Scully. Melissa, kakaknya (atau mungkin adeknya) Scully muncul di episode awal, tapi menjadi korban salah tembak Krycek dan rekannya. Ibunya Scully juga beberapa kali muncul, biasanya ketika Scully lagi stress dia pulang ke rumah ibunya. Ibunya Mulder juga muncul ketika pemakaman, dan satu lagi, ketika didatangi sama Smoking Man, yang terlihat kenal baik dengannya. Tapi setelah berdebat dengan SM, dia kena stroke lalu dirawat.

Quote:

Scully: What kind of business you're in?
Well-Manicured Man: We predict the future. The best way to predict the future, is to invent it.

Monday, November 25, 2013

Jurnal 24 November 2013

Minggu ini kegiatan baca bukunya diganti dengan membaca yg lain, yaitu Detective Conan. Gw ga begitu rutin baca Conan seperti halnya gw rutin baca manga2 yg lain kayak One Piece, Naruto, Bleach, atau bahkan Fairy Tail. Tapi masih sering donlot tiap berapa minggu, kalo inget. Sampe terakhir udah donlot sampe chapter 876, tapi gw ga inget terakhir baca sampe mana. Jadinya gw ulang dari baca kasus di London, di chapter 743. Nah, ternyata setelah diinget2, gw udah baca chapter ini. Trus lanjut ke bagian ketemu Sera, detektif cewek yg nyamar jadi murid sekolahnya Ran, itu gw juga udah. Dan berikutnya rada2 blur apakah udah pernah baca, ato cuma sekilas2 bacanya. Hal2 penting yang terjadi setelah itu adalah kemunculan detektif yg lain lagi, Amuro-san, yg kemudian mendaftarkan diri jadi muridnya Kogoro. Dengan dia, sekarang jadi ada 3 orang mencurigakan, yaitu Subaru yg tinggal di rumah Shinichi, Sera, dan Amuro. Salah satu dari mereka adalah Bourbon, anggota organisasi sindikat yg juga detektif. Yang mana orangnya? (nah, gw udah pernah sekilas2 sih baca, jadi udah tau kalo Bourbon itu Amuro, Sera itu adeknya Akai Shuichi, dan Subaru keliatannya adalah Akai Shuichi yg masih idup.

Minggu ini gw libur mulu, hasil dari tukeran jadwal sama temen2 gw dari kemaren2. Setelah masuk hari senen, baru masuk lagi hari sabtu. Hari Senen itu sendiri lanjut dari hari minggu, tapi paginya ga ada jadwal. Makanya, senen itu gw ke GI lagi dan ke blitz, dan sempet nonton Thor: The Dark World. Ditempatkan di studio 1, gw boleh dibilang nonton sendirian di sana. Ada sih satu orang lagi, tapi dia keluar pas credit, sementara gw stay sampe akhir, sampe ada end credit lagi. Agak norak lah karena akhirnya nonton juga.

Padahal udah lama juga ga nonton, terakhir juli waktu nonton The Conjuring, dan sempet berniat untuk ga pergi ke bioskop lagi, ya tapi buat ngisi waktu nunggu masuk siang, ya mending nonton. Dan karena gw kurang puas dengan kru Blitz yg ngelayanin tiket, setelah itu gw beli blitzcard. Begini, begitu gw beli tiket, yg jam 10.30, dia bilangnya promo morning show udah ga ada. Padahal di akun twitternya blitz dan di situs, promo itu masih ada, ga disebutin kalo akan berakhir. Lumayan kan diskon 30%, dari 40 jadi 28 ribu. Tapi kali ini gw maafkan, karena gw bisa nonton eksklusif. Private screening lah. Tapi tetep aja gw udah ga percaya ama krunya. Jadi abis itu gw beli blitzcard, biar besok2 kalo nonton di blitz beli tiketnya lewat mesin. Jadi kalaupun ga dapet diskon morningshow, gw bisa nyalahin mesin, dan lapor ke akun twitternya blitz.

Ga taunya hari Kamis gw udah nonton ke bioskop lagi. Sekuel Hunger Games, Catching Fire, ternyata udah mulai tayang. Anehnya, gw cek di blitz ga ada jadwalnya, sepertinya sih emang cuma tayang di 21. Dalam waktu singkat, gw langsung memutuskan untuk pergi nonton. Ga ke Botani, jauh. Mending ke Margo City aja. Gw baru tau tentang CF jam 1an, dan udah tiba di Margo Platinum dan nonton yg jam 3. Filmnya sih quite faithful di bagian arena, tapi di setengah awalnya terasa singkat, karena emang ga cukup untuk mindahin semua yg di buku. Gw mau menilainya pun ga bisa, karena yg gw nilai adalah cerita bukunya, yg mana gw suka. Yang ga kalah menarik dari film kedua, adalah aktor2 yg memerankan tokoh baru yg penting, seperti Sam Claflin sebagai Finnick Odair, Jeffrey Wright sebagai Beetee, Philip Seymour Hoffman sebagai Plutarch Heavensbee, dan favorit gw, Jena Malone sebagai Johanna Mason. Johanna ini (dan Jena) dengan cepat jadi karakter favorit gw, meskipun kemunculan utamanya cuma di stengah bagian terakhir film. Di bagian ketiga, Mockingjay, dia ga akan sering muncul.

Kemarin, kembali gw memutuskan untuk ga nerusin game MAA. Ehm, ga bener-bener berhenti sih. Soalnya merasa udah punya 75 hero, dan itu udah banyak banget, jadi mending ga usah nambah hero. Artinya, ga ikutan pvp, ga beli hero baru. Dan leveling up hero2 yg ada sampe ful aja targetnya. Tentu saja, keputusan semacam ini nantinya akan gw langgar sendiri.

The X Files season 3 akhirnya baru aja selesai gw tonton, sehari satu episode. Season 4 udah siap, udah didonlot. Sementara akan nonton serial lain dulu sebagai selingan, baru lanjutin ke season 4.

Minggu, acara meeting reight book club jadi juga, meskipun tadinya terancam karena banyak yg ga bisa dateng, seperti adit, iip, umar. Ternyata iip bisa dateng, dan lainnya juga dateng, plus guest writer Eve Shi yg nulis Aku Tahu Kamu Hantu. Kumpul di FX, dan makan di Sukisuki apa gitu, yg promo all you can eat 68rb, dan kemudian karena pajak jadi 77rb. Sedikit nyesel karena ngerasa itu mahal, dan mestinya kita di bubur Ta-wan aja yg lebih terjangkau. Dan kembali kecewa karena pose gw pas difoto masih kacau. Heran, sok2 ganti gaya sih malah ga beres. Mending yg biasa aja ya.

Sunday, November 17, 2013

Jurnal 16 November 2013

Minggu lalu di big match Super Sunday Liga Inggris, MU ketemu Arsenal di Old Trafford. With some luck, MU manage to secure 1-0 win. Tapi kendala MU masih sama, main bagus cuma di babak pertama, babak kedua diteken abis-abisan, dan beruntung ga kebobolan. Kemudian akan ada jeda 2 minggu untuk pertandingan internasional. Milan jangan ditanya, masih ancur dan kalah wae. Udah pasrah lah mau gimana, pelatihnya juga delusional, setiap abis match pasti bilang timnya udah maen bagus. Yaelah bro, main bagus kok kalah dan seri doang?

Sehubungan dengan poin FPL gw yg kemaren drop, kemaren gw rombak abis squadnya, dengan fitur Wilcard yg baru gw ketahui cara makenya. Pokoknya mesti ada Suarez di penyerangnya, soalnya poinnya suka gede.

Game lain. Minion Rush, gw masih rajin banget maennya sampe batre hape cepet abis, baru 3 jam dicharge bisa abis lagi karena dipake maen terus. Tapi hasilnya, yg tadinya gw ga bisa maen, sekarang udah nembus high score sampe 300ribuan, hal yg ga bakal disangka2 mengingat dulu gw ogah maen ini karena ga bisa. Apalagi kemaren2 barusan diupgrade lagi, ditambahin lokasi baru.

Game lain yg agak jarang. Candy Crush yg di hape gw. Abisnya suka stuck jadi gw ga begitu sering2 mainnya.

Game lain yang lebih rutin. Marvel Avengers. Specops sudah sukses mendatangkan Heimdall, dan Loki. Eh trus ada lagi PVP, dan new lockbox hero, Sabretooth. Tadinya bakal ga ikutan lagi, tapi pas dicoba untuk ngumpulin 5 kemenangan dalam sehari, ga susah2 amat sih. Paling banter kalah dulu baru menang. Yah, why not lah, selama ga bikin stres.

Dua minggu ini udah sering baca buku. The Fault in Our Stars udah selesai dan ditulis reviewnya. Lalu sempet baca ebook terakhir yg belom gw baca, Proyek Cinta. Abis itu lanjut baca buku wajib bulan November, Aku Tahu Kamu Hantu. Surprisingly good. Lalu sempet baca2 ulang Prey, sebelum minggu depan bukunya dibalikin. Dan baru pagi tadi baca bukunya mput, Lovefool. Kemaren2 juga akhirnya dapet buku pinjeman dari bella. Nambah lagi bukunya.

Masih ngikutin The X-Files season 3. Sementara itu, gw berhasil donlot season 4-nya, thanks to kecepatan wifi kantor yg bagus. Dan setelah tadi nonton Detective Conan movie yg Raven Chaser, sepertinya sekarang saat yg bagus untuk catching up baca manganya.

-OoO-

Tuesday, November 12, 2013

[Review Buku] Aku Tahu Kamu Hantu

"Lambat laun kamu akan terbiasa. Kalau tak dihiraukan, mereka bosan sendiri."



Author: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia
269 halaman


Buku bacaan Reight book club edisi November, yang akhirnya kebagian juga buku hasil arisan GagasMedia. Buku inilah yang ditunjuk untuk dibahas.


Sinopsis:

Liv (Olivia), di ulang tahunnya yang ke 17, bukannya dapet hari yang membahagiakan, malah menerima hadiah tak mengenakkan berupa 'penglihatan'. Sewaktu di toilet sekolah dan bercermin, dia melihat penampakan wanita berpakaian serba putih berambut panjang yang membelakanginya. Disusul dengan penampakan-penampakan lain, seperti anak kecil yang mengetok2 jendela kamarnya... yang terletak di lantai 2! Kemudian ada pula Frans, salah satu murid di sekolahnya yang sudah hilang berhari-hari.

Setelah bertemu dengan mamanya yang sudah bercerai dengan ayahnya, Liv diberitahu kalau penglihatan yang dimilikinya merupakan turunan dari keluarga ibunya. Intinya, sekarang dia bisa melihat roh halus. Liv tentu saja mesti membiasakan diri dengan hal ini, di samping permasalahan lain yang sedang dihadapinya sebagai seorang murid SMA. Perseteruan dengan murid2 populer yang sok, sahabat yang menjauh, murid lain yang suka sama dia, dan seubrek masalah dan subplot lain.

Liv punya satu misi penting yang mesti dia selesaikan. Menemukan Frans, dan mencari tahu siapa pelaku yang sudah menyebabkan kematiannya.

Review:

(1) First Impression
Waktu tahu kalo klub buku kita kebagian buku ini, saya berpikir "yah, kok dapetnya ini, bukan buku lain yg lebih terkenal.. mana horor pula." Mana waktu cek di goodreads, kok beberapa yg komen nyebut kalo mereka dapet pengalaman yg ga enak sewaktu baca, ya ngeliat penampakan2 seperti Liv lah.  Saat itu, anggapan saya ke buku ini langsung berubah. Buku ini buku yg ga bisa dianggap enteng, mesti diwaspadai, berbahaya. Kemudian setelah itu, temen2 saya di klub yang udah baca bilang kalo ga seserem yg dibayangkan, tapi setuju kalo buku ini bagus. Baiklah, sepertinya ga terlalu seram.

(2) How did you experience the book?
Saya membaca buku ini selama 3 hari, di dua hari pertama baca sewaktu hari terang, di sepertiga akhir, di bagian klimaksnya, baca pas dini hari. Tujuannya biar bisa lebih meresapi isi dan suasana yg ada di dalam bukunya.

Seperti yang sudah dikatakan teman2 yg lain, ceritanya memang tidak seram atau menakutkan. Sewaktu awal2 Liv ngeliat hantu, dia memang ketakutan, tapi berikutnya dia lebih merasa terganggu dan ga nyaman ketimbang takut. Semakin ke belakang, bagian tentang melihat hantu ini pun bukan menjadi permasalahan utama bagi Liv.

Tentang buku ini yang tidak terlalu seram, saya punya dua pendapat. Pertama, karena mungkin tema utamanya bukan horor atau hantu, melainkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi Liv. Kedua, karena cerita horor akan lebih efektif jika disampaikan melalui media film, karena ada aspek audio visual yang tidak ada pada buku.

Meskipun tidak terlalu seram, tapi saya suka dengan buku ini, yang tidak terjebak dengan pola-pola cerita horor biasa dimana karakternya terus menerus ketakutan, dan hantu2nya ga berhenti menakuti orang. Penjelasan di buku ini, yang disampaikan lewat karakter2 mamanya Liv atau tetangganya Liv, cukup logis dan bisa diterima, sehingga Liv dan juga yang baca ga merasa takut.

Saya juga kagum dengan kompleksitas karakter dan subplot di buku ini. Baru memasuki halaman 20an, saya sudah bertemu banyak karakter yang masing-masing ada namanya. Semakin ke belakang, makin banyak lagi karakternya, dan masing2 punya subplotnya sendiri, yang ga dibiarkan liar, tapi ada tujuannya ketika cerita memasuki bagian akhir. Rapi pokoknya.

Kemudian detail2 lain juga ditulis dengan rapi, dan pastinya sudah melalui riset yang sungguh-sungguh. Misalnya penamaan kelas di SMA jaman sekarang, atau penyanyi yg populer di jaman dulu, dan lainnya.

(3) Characters
Karakter utamanya adalah Liv, cewek yang baru berulangtahun ke 17, bisa ngeliat hantu, dan ikut klub karate. Mandiri dan kuat. Ini jenis karakter yg saya suka.

Karakter lainnya adalah orangtua, guru-guru, dan murid-murid sekolah yang... banyak banget. Seperti yang tadi udah saya sebut, masing2 dibangun dengan rapi. Kalo dibahas satu-satu bisa panjang sekali. Saya mau nyebutin tiga karakter aja.

Pertama, Kenita. Saya suka dengan karakter ini. Dari teman sebangku yang cuek, dia menjelma menjadi sahabat baik Liv.

Kedua, Daniel. Saya ga begitu suka, karena karakternya mengecewakan. Yang awalnya teman baik Liv, tapi malah makin menjauh. Di akhir banget buku ini, terkuaklah penyebabnya.

Ketiga, Ines. Dia pacarnya Stefan, salah satu murid populer yg jadi antagonis di buku ini. Saya ga suka dan ga simpati sama karakter ini, meskipun dia sempat jadi korban. Sebabnya adalah, udah tau pacarnya brengsek, tapi dia masih belain, dan niat banget cari masalah sama Liv.

(4) Plot
Keseluruhan cerita terjadi dalam 9 hari, dan saya suka dengan pembagian yang sistematis ini. Diurutkan sesuai hari, kemudian di dalamnya ada lagi bab-babnya. Klimaks terjadi di hari ke-8, di malam harinya.

(5) POV
Sudut pandang orang ketiga dari Liv, yang kalau diamati sebenarnya mirip sekali dengan POV 1.

(6) Main Idea/Theme
Masalah-masalah yang dapat muncul dalam kehidupan seorang murid sekolah, ketika dia bisa melihat hantu.

(7) Quotes
Jika rumah ini hidup oleh tawa, semarak oleh kasih sayang, mungkin ia takkan pernah melihat hal-hal tak terjelaskan di sekolah. (hal 31)

"Lambat laun kamu akan terbiasa. Kalau tak dihiraukan, mereka bosan sendiri." (hal 59)

"Yang mereka datangi cuma manusia yang tahu keberadaan mereka," (hal 90)

(8) Ending
Cukup memuaskan, semua antagonis mendapat balasannya, dan menyisakan satu twist di akhir cerita.

(9) Questions
- Sewaktu menulis buku ini, si penulis ingin menjadikannya genre apa? Apakah cerita horor yg menyeramkan, atau ingin mengangkat genre lain?
- Kenapa hantu Frans tidak bicara sama sekali? Hantu2 lain biasanya memanggil-manggil Liv.

(10) Benefits
Membuat saya lebih paham dengan situasi yang dialami orang2 yang bisa melihat penampakan, bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang mesti ditakuti terus-terusan.

(11) Lain-lain
Ilustrasi bukunya yang muncul di tiap bagian Hari Pertama, kedua dst, menurut saya ga cocok, karena isinya tidak seseram yang digambarkan ilustrasinya.

Rating: 4/5.


-OoO-

Review dari pembaca lain:
Review dari @adit_adit di catatanpunyatia
Review dari @_raraa di ratnainapril
Review dari @yuska77 di lustandcoffe
Review dari @psstBee di montalier
Review dari @Kopilovie di petronelaputribooks
Review dari @saidumar164 di beerandbear164
Review dari @indtari di missquabooks
Review dari @danissyamra di syamra-reightbookclub
 

Tuesday, November 05, 2013

[Review Buku] The Fault in Our Stars

"Dunia bukanlah pabrik pewujud keinginan"




alias: Salahkan Bintang-Bintang
Author: John Green
Penerbit: Qanita
424 halaman


Buku bacaan Reight book club edisi Oktober.

Sinopsis

Hazel Grace Lancaster bertemu dengan sesama penderita kanker, Augustus Waters di pertemuan Kelompok Pendukung. Mereka cepat menjadi akrab dan saling mengenal lebih jauh.

Meskipun sama-sama penderita kanker, kondisi mereka cukup berbeda. Hazel menderita kanker paru-paru, dan bertahan hidup dengan kondisi paru-paru yang payah, dan mesti memasang alat bantu pernapasan. Sementara Augustus pernah menderita kanker tulang dan sebelah kakinya diamputasi, tapi saat ini bisa dibilang dia sudah sembuh. Kondisi inilah yang membuat Hazel enggan untuk menjalin hubungan dengan Augustus. Dia kuatir akan membuat Augustus terluka ketika dia mati.

Hazel memiliki satu buku yang sangat disukainya, berjudul Kemalangan Luar Biasa, karya Peter van Houten. Buku yg isinya mirip sekali dengan kondisinya, tentang seorang anak perempuan penderita kanker. Sudah sejak lama, Hazel penasaran dengan nasib tokoh2 pendukung di buku itu setelah ceritanya berakhir. Dia sudah berkali2 mengirim surat pada si penulis tapi tidak pernah mendapat balasan.

Hingga kemudian Augustus ikut mencoba mengirim email, dan mendapatkan hasil. Si penulis saat ini tinggal di Amsterdam, dan tidak pernah menulis lagi. Dia tidak akan memberitahukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Hazel kecuali mereka datang dan bertemu langsung dengannya.

Tak disangka, Augustus memiliki jalan untuk mewujudkannya. Dengan bantuan lembaga Peri yang mengabulkan Keinginan Augustus, mereka berhasil pergi ke Amsterdam dan menemui Peter van Houten.

Akan tetapi, hasil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Dan, ada kejutan lain yang tak menyenangkan untuk Hazel.

Review & Komen

(1) First Impression
Buku ini terpilih sebagai Best Young Adult Fiction dari Goodreads Choice Awards 2012. Naturally, gw yakin kalo buku ini bagus banget, meskipun bukunya ga begitu rame di Indonesia.

(2) How did you experience the book?
Membaca buku ini, suasana hati dibuat jungkir balik. Di satu bagian, kita dibuat kagum dengan tokoh2 utamanya yang cerdas. Kemudian cerita menjadi manis ketika momen2 kedekatan Hazel dan Augustus muncul. Tak kurang, kita dibuat ikut kesal dan marah ketika Peter van Houten bertingkah seperti bajingan dan menghina Hazel. Tapi yang lebih banyak adalah kesedihan, ketika dihadapkan dengan penyakit mereka dan konsekuensi tak terhindarkan yang dihasilkannya.

Gw juga suka dengan gaya bahasa yang digunakan, percakapannya juga mengalir, ga kaku.

(3) Characters
Kedua tokoh utama, Hazel dan Augustus, adalah karakter yang bakal disukai pembaca. Mereka cerdas dan kuat. Mereka melalui kesulitan tanpa mengeluh, bersikap normal, seakan penyakit mereka merupakan hal yang biasa. Seringnya mereka malah menjadikan kondisi mereka sebagai bahan candaan.

Kemudian gw baru sadar, memang seperti itulah yang dirasakan mereka. Biasa-biasa saja. Kita sajalah sebagai yang kondisinya lebih baik yang melihat mereka berbeda, berpikir bahwa kondisi mereka pastilah sulit dsb.

Anyway, ada kebiasaan unik Augustus, dimana dia meletakkan sebatang rokok pada mulutnya, tapi tidak pernah menyalakannya. Ini bukan buat sekedar gaya, tapi metafora.
"Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan."

Dan Augustus selalu manggil Hazel dengan Hazel Grace, ketimbang Hazel saja. Something sweet about it.

Selain mereka, karakter pendukung seperti orang tua mereka juga lovable. Lalu ada Isaac, teman mereka yang menderita kanker mata, dimana matanya mesti diambil sehingga dia buta. Kemudian ada Peter van Houten, si penulis buku Kemalangan Luar Biasa.... yang ternyata seorang bajingan pemabuk yang menolak memenuhi janjinya memberi jawaban untuk Hazel.

Menurut gw memang ada yg aneh dengan cara van Houten yang ngotot ga mau ngasihtau kelanjutan ceritanya, padahal dia bisa aja asal ngarang supaya Hazel puas. Pastilah ada sesuatu, dan betullah. Cerita di buku KLB ternyata semacam kisah nyata dari putrinya yang meninggal karena kanker. Makanya setelah itu dia ga nulis lagi, dan Hazel ngingetin dia akan putrinya.

(4) Plot
Menurut gw, klimaks cerita ada di Amsterdam, dimana selain pertemuan dengan van Houten yang mengecewakan, momen romantis antara Hazel dan Augustus mencapai puncaknya. Makan malam berdua, lalu besoknya ketika mengunjungi museum Anna Frank, Hazel dan Augustus berciuman, dan setelahnya ketika kembali ke hotel, untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan seks.

Kemudian datanglah kejutan yang tak menyenangkan, dimana kanker Augustus kambuh lagi, dan keadaannya segera memburuk. Ceritanya mulai antiklimaks dari sini, dan itu cukup panjang, masih 1/4 buku lah. Ironis sekali, karena awalnya Hazel yang kuatir akan mati lebih dulu dan membuat Augustus terluka. Tapi ternyata malah kondisi Augustus yang lebih buruk.

(5)POV
Sudut pandang yang digunakan merupakan orang pertama, yaitu Hazel.

(6) Main Idea/Theme
Menurut gw, tema utama dari buku ini adalah bagaimana penderita kanker menjalani hidupnya dengan optimis, dimana mereka juga bisa jatuh cinta dan berpacaran, dan memiliki impian dan keinginan. Dalam hal ini, keinginan Hazel adalah mendapatkan jawaban atas kelanjutan cerita KLB.

(7) Quotes
"Dunia bukanlah pabrik pewujud keinginan."

Aku tidak benar-benar berbohong. Aku hanya memilih di antara kebenaran-kebenaran yang ada. (hal 65)

"Terkadang orang tidak memahami janji yang mereka ucapkan ketika mereka sedang mengucapkannya." (hal 86)

"Aku granat dan suatu ketika aku akan meledak, sehingga aku ingin meminimalkan jumlah korban, oke?" (hal 136)

"kegembiraan yang kau bawa untuk kami jauh lebih besar daripada kesedihan yang kami rasakan karena penyakitmu." (hal 141)

"Keadaan telah menjadikannya begitu kejam. Dia bukan orang jahat." (hal 266)

"Kau tidak bisa memilih apakah kau akan terluka di dunia ini, tapi kau bisa ikut menentukan siapa yang melukaimu." (hal 418)

(8) Ending
Di antara antiklimaks yang mengiringi kemunduran kondisi Augustus hingga kematiannya, ada subplot yang berusaha membuat cerita tetap hidup. Rupanya Augustus mengirimkan surat pada van Houten, dan Hazel berusaha untuk mencari tahu isi surat itu. Isi surat itulah yang menjadi penutup.

Isi surat itu, dan orangtua yang mencintainya, cukup untuk memberi semangat pada Hazel untuk melanjutkan hidupnya.

(9) Questions
Apakah Peter van Houten akan insaf dan menulis buku lagi? Atau setidaknya, jadi orang yang lebih baik?

(10) Benefits
Jelas, membaca buku ini membuat kita lebih bersyukur dengan keadaan kita yang jauh lebih sehat ketimbang Hazel dan Augustus.

(11) Lain-lain
Tentang terjemahan buku ini, secara umum cukup oke, tapi ada beberapa terjemahan yang miss. Contoh yang konsisten muncul adalah, sepertinya sih, "Well, " yg muncul di percakapan, diterjemahin jadi "Wah, ". Dan terjemahan tentang istilah-istilah dan judul buku/game, membuat gw pengen baca versi bahasa Inggrisnya biar lebih klop.

Tentang bagian yang katanya disensor, gw cuma menduga2 kalo itu adalah bagian detail dimana Hazel dan Augustus melakukan seks. Dan menurut gw itu ga masalah, karena di versi terjemahan sudah diberitahu kalo mereka memang melakukannya, cuma detilnya aja yg ga diceritakan.

Dan di bagian akhir, kayaknya bagian dari akhir surat Augustus dan jawaban dari Hazel kecampur, font dan stylenya lupa dibedain.

(12) Bagian Favorit
Ada tiga. Pertama, sewaktu Augustus cerita ke Hazel kalo Para Peri mengabulkan keinginannya dan akan membiayai perjalanan mereka ke Amsterdam. (hal 123-124)

Kedua, konfrontasi antara Hazel dan van Houten, dimana Hazel sampai marah dan menuntut jawaban dari si penulis bajingan itu. Sampe dia bilang, "Dengar, Bajingan," yang dalam bahasa aslinya pastilah berbunyi, "Listen, Asshole." (hal 260-262)

Ketiga, sewaktu mereka berciuman di museum Anne Frank, ga peduli ama orang2 yg lagi nonton, yang kemudian malah tepuk tangan buat mereka. (hal 274-276)

Kesimpulan: gw suka sekali dengan buku ini. Rating: 5/5.

-OoO-

Review2 dari pembaca lain:
Review dari @iiphche
Review dari @psstBee
Review dari @_raraa
Review dari @kopilovie
Review dari Miss G

Saturday, November 02, 2013

Menulis Cerpen Pertama

Sebenarnya gw udah pernah nulis mengenai pengalaman menulis, tahun lalu di postingan ini. Tapi dipikir-pikir, itu kan bukan pertama kalinya gw nulis cerpen. Pertama kalinya dijadikan buku dan diterbitkan sih iya :D

Gw ga begitu sering nulis fiksi (cerpen atau FF). Serajin-rajinnya gw nulis, frekuensi terbanyak gw nulis itu ada di pertengahan 2011 sampai pertengahan 2012. Sebelumnya hampir ga pernah nulis cerpen. Tapi pernah, beberapa kali sewaktu kuliah gw nyoba2 untuk nulis cerpen.

Waktu itu belom ada twitter. Facebook pun masih baru-baru aja dikenalkan. Jadi belom ada yang namanya event2 menulis, atau nerbitin buku sendiri lewat nulisbuku. Tapi gw sudah punya blog dari dulu, nulis tentang macam2 hal yg kebanyakan cuma uneg2 atau hal ga jelas lain.

Sudah cukup lama gw pengen nulis sebuah cerita, yg tokoh2nya merupakan temen2 gw di unit waktu itu. Tujuannya apa ya, mungkin sebagai tribut dan ucapan terimakasih atas waktu-waktu menyenangkan selama gw bergabung dengan mereka. Nulisnya di Word, dan tersendat-sendat sampe beberapa minggu, tapi akhirnya jadi juga, hahaha. Hasilnya 6 atau 7 halaman kalo ga salah.

Ceritanya semacam dongeng ala Extravaganza (yg di Trans TV), ada raja, ada panglima, ada penyihir, dan ada pendekar yang merupakan pemeran utama. Plotnya tentang pendekar yang diutus untuk mengalahkan penyihir, tapi alih-alih lawan penyihir, jadinya malah lawan pendekar lain. Seperti halnya Extravaganza, yg jadi peran2 tadi adalah temen2 gw sendiri (plus bintang tamu Aya Ueto, idola gw waktu itu :D). Sementara gw sendiri jadi tokoh antagonis yg sama2 pendekar, dan bertarung dengan pendekar jagoannya.

Setelah jadi, gw promosiin dikit tentang cerpen tadi, lewat status Yahoo Messenger. Iya, karena waktu itu belom ada smartphone sejenis blackberry apalagi iphone. Selain itu gw kasihtau langsung ke temen2 gw yg ada di dalem ceritanya, baik lewat ym ato pas ketemu langsung. Responnya, kebanyakan menganggap ceritanya lucu dan menghibur. Emang sih, agak2 bodor dan ga bisa dibilang serius, tapi gw puas sih dengan hasilnya, karena untuk pertama kali berhasil menyelesaikan sebuah cerpen, "ga cuma ngambang-ngambang tanpa realisasi yang jelas".

Setelahnya, gw sempat nyoba nulis sekali dua kali, dan kemudian vakum, hingga akhirnya pertengahan tahun 2011, setelah dikenalkan dan bergabung di twitter, gw mulai belajar nulis lagi.

Hmm, seperti halnya yg lain, gw juga ingin menulis novel nantinya, tapi entahlah, saat ini ada banyak distraksi dan prioritas lain yang menyebabkan gw jarang menulis.

-OoO-

Okay, tulisan ini diikutkan untuk kuisnya bella dan mput. Lalu kenapa gw mesti menang? Ngg, kenapa ya, ga harus juga sih, ini buat ngeramein aja :D

Thursday, October 31, 2013

Jurnal 31 Oktober 2013

Gw sedang ketagihan main minion rush. Udah install sejak awal2 punya android, tapi baru dimaenin sejak sabtu kemaren. Ternyata ga sesusah yg gw bayangin sih, meskipun tetep aja high scorenya ga pernah tinggi2 banget. Kemaren aja gw minta bantuin ama temen di kantor buat maenin, biar skornya tinggi :D

Sudah akhir Oktober, dan film Thor: The Dark World udah keluar. Tapi gw udah sejak Juli belom ke bioskop lagi. Nyari2 waktu libur dan ga ada hal2 penting lain aja sih, biar bisa pergi ke teraskota trus nonton 2 atau 3 film sekaligus. Mungkin selain Thor, bisa nonton Captain Phillips ama Gravity. Waktunya ga masalah sih asalkan libur, dan besoknya gw ga masuk pagi.

Reight book club akhirnya kebagian jatah arisan buku gagas. Tapi buku yg didapet mungkin ga begitu sesuai ama yg diharapkan. Judulnya: Aku Tahu Kamu Hantu. Sejenis horor yg banyak temen2 yg ga begitu berani bacanya. Menurut gw juga, buku2 yg ditawarkan di bulan ini banyak yg buku agak lama, padahal maunya sih yg baru2 dan fresh. Tapi namanya gratisan ya ga usah minta macem2 lah ya, haha.

Sementara gw sendiri saat ini lagi baca buku wajib bulan Oktober, The Fault in Our Stars dari John Green. Mestinya udah selesai dari kemaren2, tapi gw bacanya dikit2, sehari palingan 50 halaman. Ini karena akhir2 ini ga full baca buku, banyakan selingannya. Ya nonton serial ato main minion rush tadi lah, seringnya gitu.

Serial tv yg kemaren diikutin itu The Big Bang Theory season 6, tapi cuma sampe episode 9, sisanya belom berminat donlot. Sempet juga kemaren donlot berapa episode Marvel Agents of SHIELD, dan episode pertama Revenge Season 3. Pengen nyobain nonton serial2 lain yg katanya bagus sih, tapi mesti ngantri. Karena Game of Thrones aja gw belom nonton. Gw putuskan untuk lanjutin lagi nonton X Files, terakhir baru season 2 selesai.

Minggu ini sering hujan. Deras, dan udah kayak badai, anginnya kencang. Mana hari Senen saking parahnya hujan, kamar mandi kebanjiran karena air dari pipanya meluap. Minggu ini juga diisi sama demo buruh yg nuntut naik gaji lagi sampe 3,7 masa. Woiii, nyadar diri dong. Ga kira2, mana gaya hidupnya ga tau diri sih, bukannya berhemat, malah bermewah2 dengan ada yg biaya kosmetik lah, kredit motor ninja lah.

Liga Inggris minggu kemaren hasilnya lumayan, MU menang (susah payah). Poin FPL gw cukup bagus. Tengah pekan, di Carling Cup, MU menang lagi lawan Norwich. Kalo di Itali, Milan masih ancur. Kalah sama seri aja dapetnya.

Minggu ini dapet dua kiriman buku. Yg pertama buku Antologi Benci hadiah kuis noichil waktu itu, yg diproses ama nulisbuku dari tanggal 10 akhirnya selesai juga. Besoknya, buku Aku Tahu Kamu Hantu dari mbak yuska yg dikirim ke semua anggota book club.

Special ops! Baru lagi, bersamaan dengan tayangnya film Thor, specopsnya juga ada. Selain itu, dirilis juga hero2 lain. Sekarang dapet beberapa hero baru. Mockingbird, Moon Knight, Black Bolt (juga masih), Thane (akhirnya beli lbs pake semua gold yg gw punya), dan Bishop. Ga mau ngulangin kesalahan specops lalu, gw konsen dari awal ngumpulin isonya.

Lastly, udah seminggu ini pengen nulis untuk PestaNulisnya melctra, tapi plot ceritanya ga komplit2, dan karena itu jadinya mainstream, batal nulis. Selain itu, males banget untuk mulainya. Yah, kapan-kapan lagi deh.


-OoO-

Monday, October 28, 2013

[Review] Age of Ultron

Okay, ini adalah salah satu serial Marvel yg bikin gw tertarik untuk nyari dan bacanya. Gw ga begitu asing dengan Ultron, karena udah pernah ngikutin ceritanya, di serial animasi Avengers Earth Mightiest Heroes. Ultron adalah robot AI ciptaan Hank Pym yg lepas kendali dan menjadi liar dan berniat memusnahkan manusia dari bumi. Kemudian ga berapa lama, plotnya jadi special ops di game MAA. Terakhir, sekuel film The Avengers akan menggunakan plot Ultron ini, dengan judulnya The Avengers: Age of Ultron. Nah, gw jadi kepengen baca komiknya setelahnya.

Ultron merajalela
Age of Ultron merupakan salah satu serial yg menampilkan crossover para superhero di Marvel Universe, yah sama aja kayak nampilin The Avengers sih. Alkisah, di masa sekarang, Ultron tiba-tiba sudah menguasai dunia. Serangannya emang begitu mendadak dan dalam waktu singkat, kota2 besar berhasil dilumpuhkan, para superhero banyak yg tewas, dan sisanya bersembunyi dari patroli Ultron.

Kenapa Ultron bisa berjaya? Ultron adalah kecerdasan buatan, yang terus belajar dan memperbaiki dirinya sendiri terus menerus, semakin lama semakin cerdas dan semakin tangguh. Terlebih lagi, kelebihan Ultron adalah jumlah armada robot replikanya banyak banget. Ya wajar aja kalo para superhero yg kalah jumlah takluk.

Wednesday, October 23, 2013

Jurnal 23 Oktober 2013

Jadwal masuk kantor cukup padat. Rabu gw masuk dari pagi sampe malem, dan besoknya masuk siang. Gw nyobain untuk pulang aja malem itu, jam 10 dari kantor, buat naek kereta yg jam 11 kurang. Bukan yg pertama sih, waktu itu udah pernah. Nyampe rumahnya kira2 setengah 12 lewat. Mestinya ga masalah, teorinya gitu. Cuma setelah kemaren nyobain lagi, gw baru inget kenapa kemudian gw memutuskan untuk ga pernah pulang malem. Ngantuk. Ngantuk waktu nunggu kereta di stasiun. Ngantuk di dalem kereta, dan ga dapet tempat duduk pula. Repot ngantuk sambil diri. Mendingan pagi2 ngantuk sambil duduk. Jadi itulah, besok2 mending tidur dulu di kantor. Atau untuk kasus besoknya masuk lagi, mending ga pulang sekalian dan bawa baju ganti.

Utang OCD (karena timnas u-19 indonesia menang) gw tuntasin langsung sih. Hari Rabu gw baru makan jam 3 sore, setelah kemarennya terakhir makan jam 9 malam. Pake sistem 18 jam. Abis itu gw makan lagi besok paginya jam 9. Itu udah 2. Trus makan lagi jam 3 malem, kebetulan ada gorengan. (harusnya jangan dini hari sih makannya). Tapi ngebet pengen beres OCDnya. Sebenernya bagus sih, cuma kayaknya ga bisa konsisten nerapin itu.

Mulai baca buku lagi, buku pinjeman dari adit dari tahun lalu, yg Michael Crichton, judulnya Prey. Tentang nanoteknologi yg lepas kendali. Ya ampun, mestinya gw dahulukan baca buku ini ya, biar bisa dikembaliin, biar bisa minjem buku yg lain lagi. Mesti ditetapkan prioritas buku yg dibaca. Buku pinjeman, trus buku sendiri. Kakak gw sebenarnya pinjem buku dari reading walk. Dan gw pengen baca juga kan, sebelum bukunya dikembaliin, tapi kalo kayak gitu namanya jadi menyalahi prioritas. Jadi seterusnya gw akan baca buku sesuai prioritas aja.

Setelah ngulang2 nonton Tinker Tailor, dan HIMYM, dan bikin review2nya, akhirnya nonton filem baru, Chronicle. Film yg waktu itu gw tonton di PIM. Sempet nyoba ngopi file ke hape android, dan nyetel di situ, bagus juga gambarnya. Sayang sih subtitle ga ikut kebaca.

Liga Inggris pekan ini. Nasib MU masih ancur aja, cuma bisa seri di kandang sendiri. Gw sebagai fans udah pasrah lah prestasi MU ancur musim ini, kalo David Moyes dipecat ya syukur, kalo ga ya mudah2an nanti performanya membaik lah. Masa udah 9 pekan masih ga jelas ngelatihnya. Di lain pihak, performa Arsenal yg masih keren, bikin poin Fantasy Premier League gw tinggi. Padahal gw udah males ngikutin FPL, tapi eh dapet poin tertinggi di grup. Akhirnya ga benar2 ditinggalkan.

MAA ngasih materi baru lagi, season 2 chapter 2, dan inovasi2 lain macam empowered ISO. Yah, gw sih tetep main aja, tapi ga usah ngikut2 hiper kayak dulu, ga usah ngejar2 iso dll yg pake command point. Cukup kumpulin hero aja.

-OoO-

Saturday, October 19, 2013

[Review] How I Met Your Mother (Season 8)

Sebenarnya, lagi-lagi awalnya gw males ngikutin serial ini. Setelah donlot sampe episode 10 (dan belom ditonton), gw stop donlot. Mending fokus ngikutin serial Fringe waktu itu, atau serial2 lain yg lebih keren lah. Eh, setelah kemaren2 ada berita bahwa season 9 bakal jadi season finale, dan The Mothernya udah ketemu, jadi pengen lengkapin season 8 ini. Apalagi di penghujung season ini, sosok the Mother akan muncul untuk pertama kalinya.


Okay, di penghujung season 7 diceritakan Barney berhasil bertunangan dengan Quinn, pacarnya yg bekas stripper. Ternyata hubungannya dengan Quinn ga bertahan lama. Hanya dalam dua episode di season ini, mereka putus. Awalnya Quinn tahu kalo Barney pernah pacaran sama Robin, lalu di episode 2, karena perjanjian prenup yg macem2, mereka sadar mereka ga bisa saling percaya, dan akhirnya putus aja.

Sementara Ted, dia kembali pacaran sama Victoria, setelah Victoria membatalin pernikahannya di saat akhir. Untungnya, diceritain kalo pengantian prianya juga ragu2 buat nikah sama dia, jadi ga terlalu bersalah. Tapi hubungan dengan Victoria juga ga bertahan lama. Selain karena kebiasaannya yg berantakan, Victoria juga menyangka kalo Ted masih ada perasaan sama Robin dan ga pernah bisa ngilanginnya. (ep 5)

Robin juga sebenarnya punya pacar di awal season, namanya Nick. Seorang koki di acara tv yg gagah berotot, tapi agak telmi otaknya. Setelah awalnya Robin ragu2, Barney datang dan meminta Nick untuk putus dengan Robin, dengan bilang kalo dia dan Robin saling cinta. (ep 6) Tentu saja, maksudnya boong-boongan, tapi ternyata...

"I'm done making a fool of myself." -Barney



Barney emang masih cinta sama Robin, dan Robin nolak dia (ep 7). Barney  pun menyerah dan menyatakan akan berhenti mengejar Robin. (ep 8) Hal ini ternyata menyebabkan Robin jadi penasaran, dan malah ganti dia yg kepincut sama Barney. Usaha Robin buat deketin Barney ujungnya gagal, karena Barney justru deket sama Patrice, rekan kerja Robin (yg menurut Robin annoying banget). (ep 9)

Robin dengan niatnya berusaha mutusin Barney dengan Patrice, sampe mati-matian nyari The Playbook, buku yg berisi semua strategi Barney buat dapetin cewek, untuk ditunjukin ke Patrice. Ketika akhirnya Barney secara diam-diam ingin melamar Patrice, cuma Ted yg dikasihtau dan disuruh jaga rahasia. Ted, yg terjebak antara teman baik Barney, tapi juga masih ada perasaan sama Robin, ngasihtau Robin tentang rencana Barney.


Ternyata, semua ini adalah strategi yg dirancang Barney untuk dapetin Robin. Dengan deketin Patrice, dia berhasil membuat Robin cemburu. Dan alih2 melamar Patrice, Barney sengaja menunggu Robin datang untuk melamarnya.  (ep 12)

Episode2 berikutnya pun tinggal menunggu waktu upacara pernikahan Barney dan Robin aja sih. Persiapan-persiapannya, Ted yg sempet ngusulin buat ngundang DJ ketimbang band. Robin dan Barney yg mesti membiasakan diri dengan status tunangan mereka, ga bisa seenaknya godain cewek/cowok lain. Bonding dengan ayah Robin yg sulit. Sampe Robin yg nyari2 kotak lokernya yg ditanam di Central Park.

Okay. Sekarang tentang Ted. Ted sempet juga deketin cewek lain. Pertama, dengan cewek umur 20an yg ternyata saudara tiri Barney. (ep 14) Kemudian berikutnya, Jeanette. Nah, Jeanette ini adalah cewek terakhir yg dipacarin sama Ted, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk settle, "No more dating", dan kemudian bertemu the mother. Kenapa? Karena Jeanette ini cewek gila yg posesif berat, dan kasar, sering ngamuk dan banting barang2 Ted. (ep 15-18)


Sekarang Marshall dan Lily. Setelah kelahiran anak mereka, Marvin, mereka jadi sangat sibuk dan sempet kecapekan. Dan jadi ga punya waktu untuk mereka sendiri ato kumpul2. Setelah gagal dapetin nanny buat ngasuh Marvin, mereka membolehkan ayah Lily, Mickey, untuk tinggal dan bantu ngasuh. Marshall menghadapi kasus penting, pencemaran danau. Tapi dia mesti berhadapan dengan teman lamanya, Brad, yg berada di pihak seberang, yg menggunakan cara2 licik. Marshall berhasil menang, tapi gagal mendapatkan ganti rugi yg sesuai. Tidak puas dengan performa hakim yg menangani kasusnya, Marshall berpikir untuk menjadi hakim.

Sementara Lily ditawari pekerjaan sebagai konsultan seni untuk The Captain, kolektor karya seni yg agak nyentrik. Karir barunya sebagai art consultant berkembang maju, dan The Captain menawarinya untuk bekerja di Roma. Marshall yg karir pengacaranya mandek, setuju untuk ikut pindah ke Roma, tapi di saat akhir, aplikasi lamaran sebagai hakimnya diterima. Situasi yang dilematis.

Kembali ke Ted, yg ternyata belum benar2 bisa melepaskan perasaannya ke Robin. Setelah pernikahan Barney & Robin, Ted berniat untuk pindah ke Chicago. Dan di pengujung episode akhir, the Mother muncul untuk pertama kalinya, membeli tiket kereta ke Farhampton.

"Hi, one ticket to Farhampton, please."


Pertemuan the Mother dengan Ted dan yg lainnya pun tinggal menunggu waktu, karena kebetulan dia juga bermain dalam band yg akan mengisi acara pernikahan Barney-Robin.

-oo-

Episode terbaik menurut gw episode 11-12 yg ditayangkan berurutan. Pengungkapan rencana Barney untuk ngelamar Robin, dengan step-stepnya itu aduh banget. Setelah itu, yg episode keren lain adalah episode 22, waktu Robin dan yg lain merancang bachelor party untuk Barney, dengan memberinya malam terburuk sepanjang hidupnya.

Untuk kemunculan bintang tamu, episode terakhir jelas yg paling berkesan karena Cristin Millioti yg menjadi the mother muncul. Selain dia, ada juga guest star lain yg berkesan. Joe Manganiello, yg jadi Alcide di True Blood, nongol di episode 7-8 sebagai Brad, teman lama sekaligus rival Marshall.

Saat-saat menyedihkan buat Ted makin terasa di akhir2. Episode 20, dimana Ted dikunjungi Ted dan Barney dari masa depan, ternyata itu cuma khayalannya yg nongkrong sendirian di bar. Episode 21, waktu Ted ngingetin Barney buat ga macem2 godain cewek soalnya bentar lagi dia mau nikah, si Barney malah bales bahwa yg mau nikah itu Barney, bukan Ted, dan dia lebih kenal Robin daripada Ted.

"Robin's marrying me, not you."
Ouch.

Setidaknya di season berikutnya, season finale, penantian Ted akan berakhir.

Wednesday, October 16, 2013

[Review Film] Tinker Tailor Soldier Spy (2011)


Director: Tomas Alfredson
Cast: Gary Oldman,
Benedict Cumberbatch, Colin Firth, Tom Hardy, John Hurt, Toby Jones, Mark Strong.
Durasi: 127 menit

Plot:

Sebuah operasi dinas rahasia Inggris ("Circus") di Hungaria mengalami kegagalan. Salah satu agen top mereka, Jim Prideaux (Mark Strong) kedoknya ketahuan, lalu tertembak oleh agen Soviet
 dan diasumsikan mati. Karena kegagalan ini, kepala Circus, "Control" (John Hurt) dan wakilnya, George Smiley (Gary Oldman) diberhentikan.

Yang menjadi soal adalah, misi ke Hungaria itu bertujuan untuk mendapatkan identitas pengkhianat pada Circus. Ada pengkhianat yang berperan sebagai agen ganda dan membocorkan informasi ke Karla, agen top pemimpin KGB. Parahnya, pengkhianat itu merupakan anggota papan atas Circus, salah satu dari Percy Alleline (Toby Jones), Roy Bland, Toby Esterhase  dan Bill Haydon (Colin Firth).

Setelah Control diberhentikan, Alleline dan rekan-rekannya memimpin Circus, dan mereka memiliki fokus utama pada Operation Witchcraft, dimana mereka memiliki sumber informasi terpercaya dari Soviet, Polyakov, yang berlindung di salah satu safe house di London. Atas dasar ini, mereka berani untuk membuka kerjasama dengan intelijen Amerika, dan saling berbagi informasi.

Under Secretary Lacon, ajudan menteri yang menangani urusan intelijen, mendapat telpon dari salah satu agen level bawah Circus, Ricki Tarr (Tom Hardy). Ricki mengatakan bahwa ada mata-mata di tubuh CIrcus. Kecurigaan serupa juga pernah dilontarkan Control, yg menyebabkan masalah ini mesti dianggap serius.

Lacon akhirnya meminta Smiley untuk melakukan investigasi atas masalah ini, mencari kebenaran tentang adanya mata-mata di Circus. Smiley merekrut Peter Guillam (Cumberbatch) dan pensiunan agen Mendel untuk membantu investigasinya.

Dan seterusnya, penyelidikan mereka dimulai dengan orang2 yg diberhentikan dari Circus tak lama setelah Control diberhentikan. Kemudian Ricki Tarr yang muncul dan menceritakan kisahnya di Istanbul. Ricki yang mestinya kembali, memperpanjang masa tinggalnya demi mengejar kemungkinan informan Soviet untuk membelot, wanita cantik bernama Irina. Dari Irina-lah dia memperoleh info tentang adanya mata-mata di Circus. Kemudian Jim Prideaux yg disangka sudah mati, ternyata masih hidup. Setelah ditahan Soviet dan diinterogasi, Jim dikembalikan secara diam-diam dan setelahnya dinonaktifkan dan kemudian menjadi guru.

Informasi yang dikumpulkan Smiley menghasilkan kesimpulan bahwa Karla menyusupkan Polyakov untuk memberikan informasi rahasia tentang Soviet, untuk memancing intelijen Amerika. Semua ini dimungkinkan karena info bernilai emas yg dikira intelijen Inggris dan Amerika, sebenarnya hanya info yg tidak terlalu berharga. Lalu siapakah mata-mata di tubuh CIrcus? Jawabannya ada di akhir.


Komentar:
Melihat deretan para pemainnya, jelas aja ini jadi film wajib tonton. Yg main aktor2 terbaik Inggris. Mulai dari Gary Oldman, Colin Firth, Mark Strong, Cumberbatch, Tom Hardy. Lainnya yg juga terkenal diantaranya Toby Jones, Ciaran Hinds (yg jadi Roy Bland), Stephen Graham yg jadi salah satu agen yg diberhentikan. Simon McBurney yg jadi Lacon, gw juga inget dia pernah main di The Golden Compass jadi anggota Magisterium. Bahkan aktor2 luarnya gw juga kenal. Konstantin Khabensky yg jadi Polyakov, adalah bintang utama trilogi Daywatch, film vampir Rusia. Svetlana Kodchenkova yg jadi Irina, baru2 ini juga jadi Viper di film Wolverine. Dan di film ini, Svetlana keliatan cantik banget. Sutradaranya juga ga main2. Tomas Alfredson adalah sutradara Let the Right One In, film vampir Swedia yg keren itu.

Meski begitu, proporsi aktingnya memang lebih banyak pada Gary Oldman, baru abis itu yg lainnya. John Hurt, Mark Strong, Cumberbatch, dan Hardy yg tampil masing-masing punya momennya sendiri yang bersinar. Colin Firth ga terlalu, tapi dia menjadi penting karena dialah yg menjadi mata-mata. Kalau ada yg kurang dikembangkan, mungkin karakternya Ciaran Hinds yg ga begitu dibahas.

Ceritanya berjalan dengan tempo yg agak lambat, tapi di beberapa bagian cukup menegangkan dan seru, apalagi kalo nemu petunjuk. Yg bikin gw kagum dari film ini adalah, sering scene2 singkat yg ga terlalu jelas maksudnya apa, tapi setelah ditonton ulang ternyata menggambarkan hal-hal penting. Kayak misalnya scene Alleline ke kantor intelijen Amerika. Scenenya singkat, tapi menggambarkan maksud kerjasama antar intelijen kedua negara. Pokoknya kalo nonton sekali biasanya kelewat, dan mesti nonton ulang.

Kemudian ada scene2 yg unik, tapi ga tau artinya apa. Ada. Kayak misalnya waktu di mobil, Guilam yg sibuk ngusir lalat, atau waktu Jim Prideaux yg lagi ngajar nemu burung dari cerobong asap, dan dengan gerakan luar biasa nyabet tuh burung pake penggaris kayu.

Bagian yg paling gw suka itu waktu flashback Ricki Tarr sampe dia ketemu Irina. Bagian dramanya sih ya, si Ricki jatuh cinta sama Irina, sampe bela-belain ke Perancis buat bantu rencananya Smiley. Padahal Irina-nya udah mati, ditembak sama agen Soviet, bersamaan waktu mereka interogasi Jim. Bagian penutupnya yg diiringin lagu La Mer juga asyik. Lagunya bertolak belakang ama suasana scenenya yg suram. Katanya wiki sih, lagu itu kira2 lagu favoritnya Smiley.

Rating: 8.5/10.