Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Tuesday, June 05, 2012

The Coffee Shop Chronicles: A Milestone




Awal Oktober tahun lalu, semangat menulis saya tumbuh, setelah ada event #15harimenulisdiblog. Yang ditulis pun bebas, yang penting blognya diupdate dengan tema tertentu. Dari situlah saya mulai nulis beberapa cerita fiksi. Masih belum terstruktur, masih pendek2 banget. Tapi paling ga, bisa mulai nulis sesuatu yg laen daripada jurnal atau opini2 tentang suatu hal.

Tak berapa lama setelah event ini selesai, saya kembali mendapat informasi tentang event lain, yaitu #11projects11days yang diselenggarakan self-publisher nulisbuku. Dibuat dalam rangka ulangtahun nulisbuku, nantinya tulisan2 yg masuk akan dipilih untuk dipublish ke buku, sebagai kumpulan cerita. Mumpung eforia dari event yg kemaren masih ada, dan mesin di otak masih anget-angetnya, saya coba juga ikut event ini. Excited, meskipun baru ikut di hari ke-6, dan cuma nulis 3 kali.

Dari 3 tulisan yang dikirim, 2 ternyata masuk dan dibukukan, di Lagu Pilihan 1 dan Don't Stop Me Now. Ini jadi momentum pertama saya, dimana untuk pertama kalinya, tulisan saya masuk dalam sebuah buku. Ga peduli biarpun itu hanya sebagai salah satu dari banyak nama, dan diterbitkannya lewat self-publisher. Tetap sebuah momen penting. Yang membuat saya semakin bersemangat nulis. Apalagi karena ada teman yang juga sama-sama suka menulis.

Untuk menjaga konsistensi menulis, saya dan temen saya sempat membuat semacam target mingguan minimal satu tulisan dengan tema tertentu mulai awal tahun 2012. Yang kemudian tidak perlu lagi karena kami menemukan event yang lebih mampu mengasah konsistensi menulis, yaitu #15haringeblogFF. Another milestone. Event ini bukan cuma menambah dan melatih skill menulis, tapi yang juga tak kalah penting, saya jadi mengenal lebih banyak lagi orang-orang yang juga suka menulis.

"Kalau ingin semangat menulis, bergaullah dengan orang-orang yang juga senang menulis." kata-kata mutiara dari adit_adit. Betul sekali, karena terasa sekali bedanya sebelum dan sesudah 15hari ini. Dengan mengenal lebih banyak penulis, kita bisa melihat-lihat seperti apa tulisan mereka, bisa mempelajari beberapa aspek darinya, dan mengikuti perkembangan terbaru tentang event-event menulis yang sedang berlangsung. Dan event 15hari ini benar-benar berjasa besar karena sudah menciptakan semacam komunitas menulis yang sampai sekarang masih cukup terjaga. Sekali lagi, terimakasih masmin momo_DM dan yumin WangiMS.

Beberapa hari setelah event 15hari itu selesai, sempat ada FFberantai, yang bertema Tuan Arsitek dan Nona Penulisnya adit_adit. Tadinya saya cuma mengikuti, membaca2 ceritanya, sebelum kemudian FFberantai itu dibuka untuk umum, untuk bebas menambahkan cerita, tak perlu tentang dua tokoh itu, tapi cukup berlatar tempat yang sama, sebuah coffee shop, dan menyebutkan karakter2 lain di sana. Jadi, mirip film2 yg isinya kumpulan cerita dan karakter, seperti Valentine's Day.

Why not? Toh lagi ga ada bahan buat nulis. Saya pun ikut nambahin tulisan di sana, dan seneng juga karena direspon positif oleh penulis2 sebelumnya. Iya, dasarnya cuma iseng dan asik2 aja meramaikan suasana. Ga terlalu kaget juga kalo kemudian direncanakan untuk dipublish lewat nulisbuku. Apapun kegiatan menulis waktu itu, selalu ada kemungkinan untuk diterbitkan menjadi buku. Begitu pikir saya.

Yeah, semakin nambah lagi daftar buku yang ada nama saya di dalamnya. Selain 2 buku 11projects tadi, ada juga Dear Mama 6, kumcer tentang Ayah (yg diterbitkan terbatas), 15haringeblogFF 1, dan ini, The Coffee Shop Chronicles. More books, more accomplishments.

Tapi tentu saya terkejut sewaktu di bulan April, Adit mengabarkan kalau buku TCSC ini bakal diterbitin lagi, untuk dipublish secara luas, di toko-toko buku. Wow! Now this is what I call great news.

Setelah diskusi lewat email, tentang hal-hal yang mesti diedit, penentuan judul (yg akhirnya tetap, ga diganti), dan ngirim semacam biodata untuk dicantumin di bukunya, buku TCSC yg baru ini pun terbit juga di bulan Mei. Dengan cover yang keren banget.

Sudah sampai disitu? Belum. Karena kabar mengejutkan lainnya adalah, akan ada launching buku ini, di Gramedia Depok. Dan para penulisnya diundang hadir. Wow! Excited, and nervous. Dan kemarin minggu, momen itu pun terwujud. 9 penulis duduk di depan, sementara Mas Byotenega menjadi moderator dan memberikan pertanyaan pada para penulis. Buat Adit dan mbak Yuska yg udah nulis beberapa buku, mungkin sudah ga asing dengan acara seperti ini. Tapi buat saya yg baru pertama kali masuk buku yg terbit secara luas, momen seperti ini bikin nervous. Pasti ketauan waktu giliran saya ngomong kalo saya grogi, hehe.

Sewaktu mulai menulis, momen seperti ini jelas belum masuk bayangan. Ga secepat ini. Karena rencana saya adalah ikut macam-macam event nulis, masuk dalam beberapa antologi, kemudian kalo sudah siap, menulis novel sendiri (atau duet) dan diterbitkan lewat nulisbuku dulu, sambil diajukan juga ke penerbit2 major.

Boleh dibilang, salah satu faktor yang menyebabkan buku ini bisa diterbitkan secara luas, adalah: Luck. Terutama bagi saya yg cuma kebetulan numpang satu cerita di buku ini. Cuma luck? Tentu saja tidak. Juga kerja keras dari editor dan koordinator TCSC ini, mbak Adit dan mbak Wangi. Dan juga usaha dari masing-masing penulisnya yang sudah mengambil kesempatan untuk ikut menulis dari event mendadak FFBerantai bulan Februari lalu.

Intinya, kita ga pernah tau kapan tulisan kita akan masuk ke sebuah buku yang kemudian akan nongol di toko buku. Makanya, teruslah berpartisipasi. Terus mencoba. Sambil tentunya terus belajar biar tulisannya makin bagus.

Temen saya yg tadi pernah bilang, seorang penulis baru dibilang berhasil kalau bukunya bisa diterbitin oleh penerbit major. Lalu dengan The Coffee Shop Chronicles diterbitkan, apakah artinya target untuk saya sudah tercapai? No. Not yet, but it's a good start. A milestone.

Karena hanya menjadi salah satu penulis dari kumpulan cerita belum bisa dibilang cukup, sampai nantinya kita membuat sendiri novel (buku) kita. Dan untuk sampai ke sana, saya masih harus banyak belajar. Level saya masih belum seberapa dibanding penulis2 di Cerita Sahabat atau Perkara Mengirim Senja, misalnya. Masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Misalnya, saya belum terbiasa nulis panjang2, lalu kurang bisa menentukan nama karakter yang oke, kurang bisa menggambarkan detail/suasana pada cerita, kurangnya riset dan keterbatasan pemilihan kata. Semua itu adalah hal-hal yang mesti diperbaiki dengan terus berlatih dan belajar.
~end~


para penulis TCSC yang kemarin hadir pas launching. 
atas: @momo_DM, @iipche, @_raraa, @danissyamra, @minky_monster
bawah: @Indaah_Lestari, @ririntagalu, @adit_adit, @desvianwulan, @yuska77


hanya tiga penulis di TCSC yg cowok. Semuanya kemarin hadir.


4 comments:

Ririn Hutagalung said...

Wow.. this is great.
keep writing, Dwi ^^

minky_monster said...

yup :D
hehe, ini @ririntagalu rupanya

Ifnur Hikmah (iiph che) said...

Ih, kece ih. *nangis haru*

minky_monster said...

:)

Post a Comment