Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Wednesday, December 26, 2012

[Review Buku] Menuju(h)


Author:
Aan Syafrani @aansyafrani
Theoresia Rumthe @perempuansore
Iru Irawan @menggeliat
Valiant Budi @vabyo
Mahir Pradana @maheeer
Sundea @salamatahari
Maradilla Syachridar @maradilla

Penerbit: Gagas Media


Menuju(h), adalah kumpulan cerpen yang berasal dari tujuh penulis, masing2 mengambil satu dari tujuh hari dalam seminggu sebagai temanya. Karena masing2 menulis dengan gaya mereka sendiri, maka beraneka genre pun tersaji sebagai hasilnya.

Senin - Aan Syafrani
Seninku Selingkuh
Seninmu Kuselingi

Kedua cerpen bercerita tentang seorang cowok, di cerita pertama dia yg sejatinya selingkuh dari pacarnya mendapati bahwa pacarnya sudah melangkahinya dengan terlebih dulu selingkuh dengan teman baiknya. Sedangkan di cerita kedua, cowok yg sama, yg sudah pindah tempat tinggal, mendapati cewek seksi penghuni kos baru dan berusaha mendekatinya.

Bahasa yang digunakan santai, pake gue-lo, dan banyak berisi dialog2 ga jelas dan ga penting yang diakui sendiri sama tokohnya. Cerita kedua, bermain-main sedikit dengan bahasa yg agak dewasa (mesum) yang berkisar pada kelakuan si cewek penghuni kos barunya. My opinion, ya ga terlalu wah, apalagi di cerita kedua, ending ceritanya dipotong gitu aja, twistnya juga kurang menggigit.

Selasa - Theoresia Rumthe
Hari Ketika Hujan Mati
Sebelum Hari Ketika Hujan Mati

Kedua cerita ini juga berkaitan. Cerita pertama tentang seorang gadis delusional yang jatuh cinta pada hujan, dan seolah-olah berkomunikasi dengannya, berbicara, surat menyurat, dan bahkan bercumbu dengan hujan, hingga akhirnya dia 'membunuh' hujan itu dengan pisau. Cerita kedua dari sisi dokter yang menangani gadis itu, yang kelihatannya tertarik padanya.

Ceritanya unik, meskipun gw masih ga ngerti, kalo si gadis cinta sama hujan, kenapa dia malah terobsesi untuk membunuhnya? Mungkin emang penuh filosofi ya, seperti halnya surat2 delusionalnya yg dia tulis. Penamaan tokohnya, Rainra dan Rianra, utk nama ceweknya dan nama dokternya, sengaja dibikin mirip. Cerita ini mungkin juga terinspirasi dari cerpennya Sapardi Djoko Darmono "Ketika Gerimis Jatuh", makanya temanya hujan.

Rabu - Iru Irawan
Haru Biru Kelabu
Baru Hari Rabu

Cerita pertama berkisah tentang seorang cewek di kafe, sendiri, berusaha move-on setelah putus dari pacarnya, beserta pesan I'm sorry yang tertulis di selembar bon belanja. Cerita kedua, semacam prekuelnya, tentang bagaimana si cewek bertemu dengan pacarnya itu di ulang tahun teman baiknya.

Karena menurut temen gw cerita yg ini aneh, maka gw membacanya dengan konsentrasi lebih, terlebih yg nulis iru (menggeliat), satu2nya penulis di buku ini yg gw follow, yg gw udah tau twit2nya kayak gimana, wordplay dsb. Dan menurut gw, bagus lho. Cerita pertama ama kedua beda banget nulisnya. Pertama itu sesuai ama suasana hati si cewek yg gak jelas karena abis putus. Yg kedua ini juga menarik, membahas gak cuma si cewek, tapi juga teman baiknya, dan kemudian cowok yg kemudian jadi pacarnya. Membaca cerita yg kedua, gw berpikir, mestinya ada cerita ketiga utk melengkapi keseluruhan ceritanya. Sayangnya belum ada.

Kamis - Valiant Budi
Kamis: Puk-Puk
Simak: Kup-Kup

Cerita pertama tentang ibu rumah tangga yang menjadi korban penipuan hipnotis, sejak ia pergi ke pasar hingga kembali ke rumahnya. Cerita kedua, berkisah dari sisi si pelaku hipnotis, latar belakangnya, bagaimana dia melakukan aksinya.

Nah ini, cerita yang paling menghibur dan paling lucu mungkin di bagian Vabyo. Juga membuat kita lebih aware tentang kasus penipuan jenis ini. Di lain pihak, di cerita kedua, cerita tentang wanita pelaku hipnotis ini bikin kita bersimpati sama dia, apalagi kalo dipikir2, dibandingkan rekannya yg licik (yg ehem, merkosa si korban selagi tak sadarkan diri), si wanita ini ga jahat-jahat amat. All in all, tema yg diambil unik, dan enak dibaca.

Jumat - Mahir Pradana
Follow Friday
Moonliner

Cerita yang pertama tentang bos pemilik majalah dan pengisi salah satu rubriknya, tentang si bos yang menginginkan isi rubrik itu, follow friday, berbobot dan beda dengan yg lainnya. Sementara cerita kedua, entah lanjutan dari cerita pertama atau bukan, cowok dengan nama yg sama dengan pengisi rubrik tadi (Safir) melanjutkan studi ke Swiss dan jatuh cinta dengan cewek (indonesia juga) di sana.

Cerita pertama semacam penyampaian opini dari penulis yg menyebutkan sendiri kalo dia terinspirasi sama orang2 yg perannya besar yg tidak terjamah oleh twitter. Boleh sih, tapi yg kedua ini, nah ini. Nama tokohnya sama, tapi nuansanya beda banget. Mungkin juga memang namanya saja yg sama, tapi ga nyambung. Karena kisah yg disajikan semacam diary dari Mahir sendiri, yg notabene pada waktu nulis itu emang berada di Swiss. Tadinya gw berpendapat, yah curhatan doang ini, tapi kok kepikiran pengen baca lagi ya, karena ada bagian ciumannya barangkali, hahaha.

Sabtu - Sundea
Kemana Sabtu Pergi?
Ke Sana Sabtu Pergi

Cerita yang pertama tentang Sabtu, sebuah hari, yg tiba-tiba menghilang dari saudara-saudaranya yg lain, dan petualangannya menyamar menjadi buah kelapa. Cerita kedua dari sudut pandang bayang-bayang, yang mempunyai misi membuat Sabtu sedih dengan demotivasionalnya.

Aneh, dari antara cerita2 di buku ini, bagian ini yang paling aneh. Sabtu, sebuah hari, dipersonifikasikan menjadi tokoh, juga bayang-bayang. Yg cerita pertama bagus juga sih, diceritain latar belakang tentang sifat hari-hari yg lain. Untuk yg kedua, kurang seseru yg pertama, mungkin karena si bayang-bayang ini maksa, dan tujuannya ga tercapai.

Minggu - Maradilla
Solo Stranger
Solo Stalker

Hmmm, cerita pertama tentang Aimee, cewek yg nekat ke Solo untuk mencari teman dunia mayanya yg biasanya kirim-kiriman email. Ketika akhirnya dia bertemu dengan orang yg dia yakin itu orangnya, ternyata si cowok ga ngenalin dia. Tapi itu terbalikkan oleh ending cerita pertama, yang disambung dengan cerita kedua yg berasal dari sudut pandang cowoknya.

Hmm, tolong ingetin saya utk ga bikin cerita sejenis ini. Karena ujung ceritanya nyebelin. Tadinya saya pengen maki2 ni cowok trus merenung, gw pernah ga sih kayak gitu juga. Satu pelajaran lagi, kalo mau ketemu, jangan tiba2 dan ga bilang2 kyk Aimee ini, tapi bikin janji lah. Semisal dia janjian dan si cowoknya ga mau ketemu, barulah ketauan kalo niatnya palsu.



Overall, cukup bagus sih, dan ilustrasi di bagian depan tiap chapternya itu keren banget, cocok gitu sama isi ceritanya. Untuk hal ini, mesti diacungi jempol ke Lala Bohang, ilustratornya. Sedangkan untuk isi, my opinion, urutan dari yg paling gw suka, kamis-minggu-rabu-selasa-senin-sabtu-jumat.

PS: ini buku pinjeman, udah selesai baca dari berapa minggu yg lalu, tapi gw maksa mesti bikin reviewnya, tapi ga sempet-sempet.

Tuesday, December 18, 2012

We Are The In Crowd - Kiss Me Again

I gotta say something I've been thinking about.
I can't wait to lay around with you.
And tell you all the secrets I've been keeping to myself.
It's been awhile since I've felt butterflies.
Do you feel the same way too?
If every single second could last that much longer.
Would you hold me?


And kiss me again underneath the moonlight.
You're more than a friend, oh.
I knew it from the first sight, yeah.
Hold me, feel my heart beat.
Put your arms around me.
And kiss me again.
And kiss me again.

I gotta say I wasn't expecting you
To come this way and fall into my arms.
And now I know I can't deny this feeling any longer.
I close my eyes, I can't stop thinking about you.
Crack a smile, I just can't lose.
At a mile a minute my heart beats to the limit when I'm with you.


So, kiss me again underneath the moonlight.
You're more than a friend, oh.
I knew it from the first sight, yeah.
Hold me, feel my heart beat.
Put your arms around me.
And kiss me again.

I can't let you go, can't let you float away.
'Cause that would be a mistake.
I'm not ready to run, can't let you go to waste.
No, no, no, no.


And kiss me again underneath the moonlight.
You're more than a friend, oh.
I knew it from the first sight, yeah.
Hold me, feel my heart beat.
Put your arms around me.
Hold me, feel my heart beat.
And put your arms around.
And kiss me again, and again, and again.
Oh, kiss me again.



Lagu ini, udah mulai gw denger dari bulan kapan. Tapi begitu memasuki waktu pacaran, baru ngerasa kalo lagunya cocok banget ama situasi kita.

I gotta say I wasn't expecting you
To come this way and fall into my arms.

seperti itu, tiba2 dia mulai iseng manggil2 kak dan sering godain lewat twit2nya.

And now I know I can't deny this feeling any longer.
I close my eyes, I can't stop thinking about you.

kemudian setelah kita sepakat, lama kelamaan rasa sayang pun tumbuh,

Hold me, feel my heart beat.
Put your arms around me.
And kiss me again.

and we kiss :)

Wednesday, December 12, 2012

PVP Tournament Season 2: Diamond League



Seperti halnya special ops, Playdom ga berlama-lama vakum. Seminggu setelah pvp season 1 berakhir, season 2 langsung dimulai, dengan hero yang menjadi reward adalah Cable. Wow. Siapa itu Cable? Gw inget dia dari serial animasi X-Men jaman SD. Cable ini datang dari masa depan.

Deskripsi bio Cable di MAA:
Cyclops sent his only son into the future in an attempt to save him from the techno-organic virus consuming his body. That child became Cable, a hardened half-robotic mercenary, who came back to the present to prevent the apocalyptic future he lived through. Cable has tremendous psionic powers, though he prefers to solve problems the simple way: with bullets.

PVP kali ini lebih ketat persaingannya ketimbang sebelumnya. Gw aja kesulitan menang, dengan lawan-lawan yang merajalela dengan kombinasi hero dan senjata yang powerful. Nyebelin kalo mereka pake macem2 shield, counter attack, dan giliran berkali-kali. Karena itulah, tadinya gw pasrah aja, bukan apa-apa, nembus dari Silver ke Gold League (35%) aja sulit. Boro2 mau ke Diamond. Jadi, biasanya gw cuma maen PVP untuk ngabisin jatah bonus 5 pvp tiap harinya.

Kemudian barulah di saat deadline, di hari terakhir sebelum periode PVP season 2 berakhir, gw intensif. Sebelumnya gw udah berada di zona Gold League. Deadline utk waktu WIB adalah jam 3 pagi Selasa kemarin. Gw standby dari malemnya, dari abis isya. Sempet ngantuk2 dan tidur sejam dua jam, abis tengah malem gw lanjut lagi, tanding PVP sampe akhirnya udah cukup aman di Diamond League, yg batas bawahnya 15%, sementara gw udah di 8%. Aman lah ya.



Akhirnya gw pun berhasil mengakhiri season 2 ini dengan gemilang dan kembali berada di Diamond League :D Hadiah 10 gold otomatis, dan tambahan senjata baru Nanite Inductive Nailgun. Belom sempat gw pake sering2, jadi belom tau bagus ato engga. Fiuh. Banyak juga member2 di grup MAA yang nembus Adamantium League dan dapet Cable, tapi gw ga usah lah. Terlalu berat, dan usaha yg mesti dikerahkan buat dapetinnya itu rada2 sadis. Di level atas2 itu, bengong dikit aja, tiba2 rangking bisa drop sampe ratusan karena kalah waktu tanding dalam posisi bertahan, maksudnya AI-nya yg jalanin PVP kita. Daripada stres, mending stay di diamond aja dan nunggu heronya dirilis 30 hari lagi. Seperti halnya dengan Deadpool, prize hero season sebelumnya, besok akan mulai dibuka ke umum dengan harga 135 CP.

Kalau di season sebelumnya gw pake kombinasi hero Emma Frost dan Magik, season ini gw ganti. Setelah sempet coba2 pake Scarlet Witch, Dr Strange, dan Human Torch (ketiganya blaster, dan sebagai pendamping Emma), gw fix untuk intensive battle di hari terakhir dengan Emma Frost + Ghost Rider. Alesannya adalah ability GR yang bisa melipatgandakan kekuatan dengan Burn Out. Jadi tunggu waktu yg tepat, dengan melihat total sin tim lawan, lakukan Burn Out dan damage dari GR bakal meningkat, baru setelah itu incer lawan yang mau disedot pake Penance Stare. Jurus yg terakhir itu bahkan damagenya bisa lebih gede dari Mental Anguish-nya Emma, yg masih jadi andalan, gunanya buat bikin lawan cepet mati.

Sementara untuk hero, setelah awal2 gw pake infiltrator, di akhir2 gw ganti jadi scrapper. Alasannya adalah banyak hero2 tipe scrapper (banyak yg pake GR juga) berkeliaran, dan hero infiltrator bakal jadi sasaran empuk scrapper yg punya follow up attack. Untuk gear, akhirnya gw nemu kombinasi yg pas. Selain Digital Decoy yg wajib ada, gw pake kombinasi Sinister Sceptre, Signpost, dan Odin's Staff.


SS berguna untuk menyerang sekaligus bertahan. Ketika make SS, maka hero berada di Astral Form, artinya ga ngaruh meskipun diserang musuh, dengan perkecualian senjata2 macam Phoenix Pinion dan jenis2 langka lainnya. Signpost yg merupakan quick action memungkinkan hero gw untuk konsisten nyedot life force lawan. Berguna banget apalagi kalo hero lawan masih nyisa nyawa secuil, tapi berbahaya kalo ga dimatiin. Terakhir OS, berguna banget untuk mencegah hero mati. Gunakan ketika kira2 lawan bakal ngebantai kita abis2an. Asalkan kondisi awal hero2 kita healthnya > 25%, nyawa mereka dijamin ga akan kurang dari batas itu, ga peduli segede apa damage yg mereka terima.

Kombinasi dari senjata2 itu memungkinkan gw untuk memenangkan banyak battle, dan mengantarkan kembali ke Diamond League. Sampai jumpa di turnamen season berikutnya.

Special Operations 5: The Wild Hunt, Accomplished!

Udah mulai kebiasaan Playdom, seminggu (ato ga nyampe barangkali) setelah special ops 4 selesai, tanpa buang waktu, mereka langsung meluncurkan Special Operations 5, bertitel The Wild Hunt. Sebenarnya ini kejutan buat para player, mengingat sebelumnya kita udah dapat rumor kalo special op berikutnya tentang Vision (gw juga ga tau tuh karakter Marvel yg mana). Ditambah lagi kejutan beberapa hari sebelumnya ketika mereka membuka Mockingbird utk dijual, tapi dengan kondisi yg sangat sulit, hanya available selama 3 hari dengan harga 200 CP?? Mana sempet.


Anyway, ceritanya ya mirip2 ama chapter biasa yg tentang Asgaard, cuma ditambah setingnya pas ada event apa gitu, Wild Hunt, budayanya orang Asgaard barangkali, entahlah. Pokoknya bos utamanya Loki kembali beraksi, beserta anak2 buahnya yg komplit, Enchantress, Executioner, dan quartet Wrecking Crews. Bedanya, kali ini, ada hero tambahan yg sekaligus menjadi reward special ops ini, yaitu Valkyrie.

Sebenarnya gw ga tau tuh kalo Valkyrie masuk dalam universenya Thor. Emang sih, pernah denger legenda ttg Valkyrie, masuk dunia Norse God gitu, bareng Odin dll.

Seperti biasa, special ops ini disusun lewat 25 task dalam 3 mission yang berujung untuk mendapatkan Valkyrie. Boleh dibilang, karena sudah melewati beberapa special ops, kali ini menjadi biasa, udah ahli, task-tasknya ga terlalu sulit. Guidenya pun seperti biasa, sangat terpercaya. Valkyrie menjadi team-up hero di mission 1 dan 3, yg masing2 bossnya adalah Enchantress dan Loki (yg menyamar menjadi Valkyrie). Sedangkan untuk mission 2 dengan boss Executioner, team-up heronya adalah Sif.





Tentu saja, special ops tidak lengkap tanpa adanya syarat deploy hero2 tertentu utk bisa menuju epic boss, salah satu task yg mesti dipenuhi. Task 25 isinya mesti ngalahin Destroyer, epic boss di mission 1. Dan hero2 yg dibutuhkan utk deploy antara lain: Kitty Pryde, Beast, Storm, dan Wolverine. Untungnya gw udah punya Storm dan Wolverine, dan udah punya stok CP yg hampir cukup untuk beli Beast. Tapi gw milih beli Kitty dulu, soalnya lebih murah (33 CP), baru nabung CP lagi untuk Beast (90 CP).

Dengan sekitar 3,5 hari terpakai buat waktu research item (masuk ke dalam task2 specops 5), kira2 dalam waktu seminggu gw sudah berhasil mendapatkan Valkyrie. Way ahead of its time limit, yang masih menyisakan sekitar 30 hari lagi. Wew. Baguslah, jadi bisa konsentrasi ke PVP dan naikin level Valkyrie, sambil tiap hari nabung uiso dari daily gift, buat dipake nerusin mission2 spec ops 5, buat berusaha dapetin senjata2 hadiah di tiap misinya.




Tentang Valkyrie, hmm belom nemu keunggulan hero ini apa. Tipe bruiser, jurus keduanya Dragonfang cukup menarik, jadi musuh yg diserang Valkyrie, bakal kena Deathglow, sewaktu dia mati, maka Valkyrie bakal dapet tambahan health dari musuh yg mati tadi. Ability yg lain, gw belom terlalu yakin.

Selain Valkyrie, sebagai reward atas beberapa task penting, gw juga dapet beberapa weapon khusus, yaitu Laufey's Knife (yg kemudian diupgrade menjadi Laufey's Needle), Odin's Cane (diupgrade jadi Odin's Staff) dan Hoarfrost Mace. Satu yg paling gw rasakan manfaatnya adalah Odin's Staff. Memberikan efek ke semua allies, dimana health mereka ga akan berada di bawah 25% (dgn syarat sebelum Odin staff diberlakukan healthnya di atas itu). Hal ini berguna banget sewaktu tanding PVP.

Hal asik lain dari special ops adalah daily roulette yg biasanya udah bisa muncul jam 6 sore tiap harinya. Meskipun normalnya dapet item2 ga guna dan ga jelas (tapi nilai PVPnya gede), udah 3 kali gw dapet jackpot, yaitu 2 kali dapet 10 gold, dan sekali dapet 20 CP :D

Demikian review special ops 5. Sampai bertemu di special ops berikutnya.

Friday, November 30, 2012

Against Mindless Ones


Mindless Ones adalah, mahluk2 aneh entah robot atau apa, biasanya muncul di mission MAA yg team-up heronya Dr Strange. Gw lupa yg pertama, pokoknya di mission 9-6 dan special ops 4 mission 2. Senjata utamanya adalah ngeluarin laser dari matanya, mirip Cyclops. Seringkali dia ngeluarin Stare of the Abyss, yg menyebabkan lawan kena damage yg cukup gede, dan terus-terusan tiap turn. Ngatasinnya gampang sih, asal cepet2 dikasih heal utk burn poison atau chil. Biasanya gw sih pake Detoxifier, utk semua anggota tim, dan otomatis, stare of abyss nya lenyap, dan jadi kebal terhadap serangan itu utk sementara.

Hal unik lainnya dari Mindless Ones adalah, mereka awalnya muncul sebagai non-class (general), tapi kemudian akan berganti class yg sama dengan tipe class yg menyerangnya. Jadi kalo yg nyerang blaster, dia akan berubah permanen jadi blaster. Beda dengan Mockingbird ya, yg terus2an ganti class. Tapi ini hanya berlaku utk mindless ones yg di chapter biasa, bukan di special ops. Yg di SO4 ga berubah classnya meski diserang. Nah, masalah ganti class inilah yg bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, biar gampang menangnya.

Kemaren gw make formula yg efektif banget biar gampang menangnya. Jadi susunan hero gw adalah: agent -blaster, ghost rider -scrapper, dan hercules -bruiser. Basisnya adalah, mengubah semua mindless ones jadi scrapper oleh ghost rider, baru abis itu dibantai ama hercules yg bruiser. Karena class scrapper lemah terhadap bruiser, dimana setiap kali nyerang ato diserang scrapper, bruiser akan meningkat powernya.

Jadi kalo kebetulan giliran pertamanya bukan ghost rider, sengaja gw tungguin sampe giliran si GR tiba, kemudian baru nyerang AOE pake Burn Out, semua jadi scrapper, baru abis itu keluarin Gift of Battle nya Hercules. Ini jurus luar biasa, jadi semua serangan (yg normal) ke tim akan diterima oleh Hercules (jadi benteng gitu), dan kemudian Hercules bakal nyerang balik. Dengan dia bruiser dan mindless onesnya scrapper, tiap kali Hercules nyerang mereka, damagenya gede-gedean, sampe 2000 ato 3000 lebih, probabilitas Epic Killnya pun gede.

Tuesday, November 27, 2012

Special Operations 4 - All Hallows, Accomplished!

Tanpa ngasih jeda untuk napas, di tengah-tengahnya PVP season 1 waktu itu, dan belum juga seminggu sejak berakhirnya periode Special Operations 3 (Magik), MAA kembali memberikan feature baru, special operations 4. Dengan reward akhirnya adalah: Ghost Rider.


Aslinya gw ga nyangka kalo Ghost Rider, yg filmnya ga terlalu bagus itu (Nic Cage), bakal masuk jadi salah satu hero di Avengers. Tapi namanya game, semua juga dimasukin. Belum lama ini juga ada hero2 yg ga masuk akal yg ditambahin, namely Hercules, son of Zeus.

Inti ceritanya, di New York, portal-portal ke dimensi lain tiba-tiba bermunculan, dan memunculkan lawan-lawan dari neraka, dengan Baron Mordo, Mephisto, dan Satana sebagai aktor utamanya. Belum lagi selain mereka, ada juga Dormammu yang turut muncul. Selain Ghost Rider, Dr Strange juga menjadi hero utama yang ikut menghadapi mereka.



Walaupun pada awalnya, game ini sempat mengalami error, ga bisa loading, dan memutuskan utk menunda memulai special ops ini, gw berhasil menyelesaikan dengan lancar, tanpa skip dengan gold. Seperti sebelumnya, special ops ini diselesaikan lewat 25 task, dimana salah satu task utamanya mewajibkan utk menghadapi epic boss. Again, mesti deploy hero-hero yang diminta. Dan kali ini sebenernya cukup berat.

Task 24: Dark Dimensions. Defeat Dormammu, yg merupakan epic boss di mission 2. Agak aneh juga karena biasanya utk task yg berat ditempatkan paling akhir atau di mission 3. Tapi ini di penultimatumnya, task 25 simply melengkapi 3 star di masing2 misi. Untuk bisa mencapai epic boss Dormammu, mesti deploy hero2 spesifik, yaitu Daredevil, Gambit (90 CP), Hercules (90 CP), dan Quicksilver (48 CP). Sementara gw baru punya Daredevil. Artinya mesti dapet 228 CP buat rekrut semua hero itu. Or just skip it with 25 gold. Tapi karena tujuan utama gw ingin ngoleksi semua hero, gw pilih utk ngumpulin CP dan beli heronya satu-satu. Karena yakin bisa (seminggu biasanya bisa dapet 90 cp buat beli new hero) dan waktu yg tersedia masih cukup banyak (26 hari).



Gw berhasil menyelesaikan semua task dan dapet Ghost Rider tgl 9 Nov, ato kira2 2 minggu setelah special ops dimulai. Hal-hal baru yg didapat dari special ops ini adalah: konsep Sin, yg menyebabkan defence melemah. Serangan2 Ghost Rider berdasar pada sin ini. Dan cukup fantastis jurus-jurusnya, penuh dengan api. Serangan dasarnya adalah Damnation Chime, nyerang pake rantai dan ngasih sin ke lawan. Lalu bisa pake Highway to Hell buat melt-armor lawan. Yang kombo biasanya adalah Burn Out, ability lvl 9, dimana dia meningkatkan powernya jadi berkali lipat berdasar jumlah sin dari lawan2nya. Kemudian ada juga Penance Stare, jurus maut yg nyedot energi lawan, juga berdasar jumlah sin. Kalo lawan kena banyak sin, otomatis energi yg kesedot makin banyak.



But anyway. Ghost Rider. Recruited.

=========================

team-up: Ghost Rider di mission 1 dan 3


team-up: Dr Strange (new suit) di mission 2


deploy heroes

bosses

Wednesday, November 07, 2012

PVP Tournament Season 1: Diamond League.

PVP, atau Player versus Player, adalah salah satu fitur di Marvel Avengers Alliance, dengan premis, kita menyusun agen dan dua hero, untuk tanding melawan pemain lain. Premisnya gitu, padahal dalam kenyataan, yang kita lawan bukanlah pemain lain secara langsung, melainkan AI-nya doang. AI dari susunan hero yang pemain lain susun. Dan setelah sekian lama, PVP adem-ayem aja, setidaknya buat gw yg ga terlalu mentingin PVP, kecuali ada task khusus, utk win PVP atau use hero tertentu.




Semua berubah sejak inovasi baru lagi dari Playdom (developer gamenya). Mereka mulai ngadain PVP turnamen. Maksudnya turnamen ini adalah, pemain yg ikut PVP ntar diranking, berdasarkan menang kalahnya tentu saja. Dan ada hadiah-hadiahnya juga. Dengan pembagian kelompok peserta ke dalam level-level: Silver, Gold, Diamond, Vibranium, dan Adamantium, di akhir periode PVP setiap peserta akan memperoleh reward yg terakumulasi sesuai dengan level yg dicapainya. Dan hadiah utamanya adalah mendapat hero baru yg awesome dan keren: Deadpool.

Sayangnya hanya sekitar 1000 orang yg berkesempatan berada di posisi Adamantium League, level tertinggi yg bisa mendapat Deadpool. Sejak itulah, ajang PVP mendadakn menjadi ramai sekali, dan sangat menarik. Orang2 berlomba2 menambah bonus power PVPnya, dan menggunakan kombinasi2 hero yg mumpuni yg ga terkalahkan, baik waktu active mode ataupun defensive mode. Active mode yaitu waktu kita sendiri yg main PVP lawan AI musuh, sedangkan defensive mode yaitu waktu kita sedang tidak aktif main PVP, otomatis AI kita akan ditandingkan dengan pemain lain yg aktif. Susah sebenarnya, karena mesti mengandalkan pada AI, jadi mesti nyusun gear2 yg efektif buat bertahan, ga asal nyerang aja. PVP kali ini juga makin asal aja nyusun battlenya, ditandingin ama lawan yg beda levelnya bisa jauh, misal gw level 120 ditandingin ama level 130. Pasrah aja deh kalo gitu.

Iya, pasrah aja sih, ga usah maksa2 ngejar buat jadi ranking top, karena susahnya minta ampun. Misal kita nembus ke Vibranium league, abis itu ditinggal tidurnya aja, bisa2 rankingnya bablas sampe turun level lagi. Itu yg terjadi ama beberapa pemain lain. Gw mah targetnya biasa aja, dapet gold league, dengan reward 10 gold bakal membantu. Ngapain capek2 PVP nonstop, hadiahnya ga terlalu priceless banget. Deadpool bakal tetap dirilis, sebulan setelah PVP selesai.



Tim yg gw kirim utk PVP adalah agent tipe scrapper (atau gantian infiltrator). Scrapper karena tipe ini yg akhir2 ini paling kuat, terutama kalo ketemu infiltrator efektif banget. Dan ada close quarter combat, semacam nyerang dua kali, bonus yg seringkali muncul utk tipe scrapper, dan ga peduli lawannya tipe apa. Sementara utk gearnya, satu slot utk Digital Decoy (pertahanan), dan 3 weapon dari special ops sebelumnya, Phoenix Pinion (karena bisa slash apapun ga peduli dia pake shield ato apa), Faulteater (karena bisa ngasih bioshock tiap turn ke musuh) dan Phoenix Flare (AOE attack damage gede, sayang abis itu lost turn sekali). Tapi setelah dapet senjata dari special ops yg baru, pake senjata baru lagi, yakni Sign Post (nyedot energi dari lawan), Sinflayer, dan Soulfinder, senjata2 dengan basis Sin, efek dimana defense lawan akan berkurang.

Untuk heronya, gw udah mantep ama duo special op hero, Emma Frost dan Magik. Emma ga usah ditanya, andalannya Psychic Tap, asal musuh nyerang, abis itu kena damage kira2 setengah dari healthnya. Lalu ada War Diamond buat serangan fisik buat stun lawan, lalu masih ada yg keren, Unlock Potential, ngilangin buff di salah satu hero/agen, dan ningkatin stat attack/def segala macem, jadi lebih efektif pas hero itu nyerang. Terakhir, Mental Trauma, AOE attack, yg ga gw sangka damagenya gede juga, dan ga dibatasi ama berapa turn gitu, efektif kalo mau ngabisin lawan yg nyawanya nanggung tinggal dikit

Magik, hero ajaib. Kayaknya sering banget ngeluarin jurus, juga kalo diserang. Asal nyerang pun, sekali dua kali ga cukup, dia masih ngeluarin mahluk2 aneh yg ngeluarin api gitu, nyebabin lawan kena poison. Belum lagi efek Fiery Retribution, efeknya semua allies kalo nyerang ada tambahan apinya. Keren pokoknya.

Dan setelah cukup pasrah di Gold league, hari Selasa kemaren, pagi2 tiba2 deadline PVPnya akan berakhir dalam 2 jam. Beuh, ya sekalian aja diintensifkan, battle selama 2 jam deadline itu. Dan ga sia-sia, sempet juga nembus Diamond League. Hahah, mungkin ini rahasianya, ga peduli struggle dari kemaren2, asal di akhir2 intensif, ranking kita mungkin naek. Dan gw yg biasanya cuma nongol bentar di Diamond, terus2an main PVP di satu jam terakhir dan berhasil stay disana.



Hadiah yg didapat utk level Diamond adalah, gear Focal Plasma Cannon, yg sayangnya selain bisa nyerang dua kali dalam satu giliran, dan 'katanya' tiap serangan makin fokus (seperti Unibeam-nya Iron Man), damagenya ga gede2 amat. Yg gede malah bonus PVPnya, yg sayangnya ga akan gw pake, sayang aja gitu senjata cuma satu malah dipake buat armor PVP. Selain FPC, gw juga dapet reward utk level2 di bawahnya diamond (otomatis terakumulasi), yaitu 100.000 silver, dan 10 gold. Hehehe, mayan nambah tuh.

Dan PVP season ini berakhir, dengan hasil, not bad lah. Entah pvp berikutnya hadiahnya apa, apakah hero baru lagi?

Saturday, November 03, 2012

Tabrak Lari

Kemarin siang, saya melihat seorang perempuan tergeletak di jalan, dengan kepalanya yang berdarah. Saya takut.

Jujur, meskipun sudah tak terhitung banyaknya liat adegan kekerasan di film, yang berdarah-darah, dan anteng2 aja, begitu melihat sendiri, sensasinya beda, ngeri. Gw lagi naek angkot, lewat di jalan margonda yg sesudah akses UI, ketika supirnya nunjukin ke arah kanan depan. Ada cewek yg tergeletak di jalan, pingsan, salah satu sepatunya terlepas. Darah bercucuran dari kepalanya.

Tabrak lari. Begitu kata supir angkotnya, memperkirakan. Ceweknya lagi mau nyebrang, dan motor yg lewat ga mau melanin dan malah nabrak cewek itu, dan abis itu kabur. Motor merah, ninja, bukan bebek, kira2 begitu yg dibilang supir angkot. Entah apa dia bener2 ngeliat motor itu tadi kabur setelahnya.

Supir angkot langsung nyahut "Tolongin tuh!" ke orang2 di jalan, dan segera mereka mendekat untuk nolong mbaknya tadi. Sementara angkot kami melanjutkan perjalanan. Sementara saya cuma shock aja ngeliatnya, ga berani ngeliat ke arah situ lagi. Memang seperti itu yang bisa kami, atau saya lakukan. Prihatin, kesal, takut, kuatir karena kondisi cewek yg tergeletak tadi. Berharap dia segera dirawat dan kembali pulih. Kesal pada si pelaku, si pengendara motor tabrak lari itu, berharap kejadian serupa tidak akan pernah terjadi pada kita, dan kemudian kembali berlalu beberapa menit setelahnya, mencoba melupakan apa yang barusan kita lihat.

Si supir malah berkomentar yg menurut saya ga penting, seperti wah kasian itu mbaknya entar pas di rumah sakit siapa coba yg bayarin perawatannya dsb. Ga penting, karena menurut saya ada hal lebih penting. Masa sih rumah sakit segitu jahatnya biarin korban tabrak lari gitu aja, dan mikirin yg bayar siapa? itu kan belakangan. Lagian kejadian seperti ini kan mestinya ditanggung, entah ama polisi, ato emang udah jadi bagian tugas rumahsakitnya.

Saya memikirkan si pengendara motor keparat itu. Apa yg ada di pikirannya setelah nabrak cewek itu terus lari? Saya berpikir, pengendara motor seperti dia, yg asal-asalan dan membahayakan orang, hidupnya pasti ga bahagia. Atau paling tidak, saya mendoakan agar hidupnya ga bahagia. Biar dia menderita dan merasa bersalah karena apa yg sudah dilakukannya.

Saya juga memikirkan bahwa ini tanggung jawab pemkot depok. Kepikiran bahwa mestinya mereka lebih banyak masang lampu merah di jalan2 seperti margonda yg lebar itu, biar para pejalan kaki dapet kesempatan untuk nyebrang dengan aman. Masalah motornya tetap nyelonong itu masalah berikutnya, yg penting pemkot mestinya memfasilitasi lampu lalu lintas, biar orang bisa nyebrang. Emang ini pemkot agak aneh.

Ga cuma di margonda itu, tapi setidaknya ada 2 lokasi lain yg menurut saya mesti dipasang lampu lalu lintas. Pertama di pertigaan depan stasiun Depok. Sering terjadi macet karena kendaraan dari seberang mau masuk ke stasiun, dan bentrok ama kendaraan jalur di depannya yg mau lanjut terus. Orang mau nyebrang pun susah, karena motor2 pada ga mau berhenti dan jalan terus. Serius, motor2 bangke ini lebih ngeselin ketimbang mobil. Kalo ada polisi sih lumayan, dibantu sebrangin, tapi kemunculan mereka di sana itu jarang banget.

Lokasi berikutnya di pertigaan GDC. Ribetnya bisa keliatan di malem minggu, pernah waktu itu, situasi stuck karena kendaraan dari 3 arah pada ga mau ngalah ke arah tujuannya. Ada yg dari kartini mau lurus, bentrok ama yg dari GDC mau keluar, dan ada lagi dari arah citayam mau ke GDC, Dan sopir2nya pun bego2, ga mau ngalah malah maksa maju mulu, udah tau mentok. Kalo udah ga mau ngalah ini emang mestinya pasang lampu lalu lintas, biar mereka dipaksa untuk tertib. Kalo ga ya susah, kemungkinan kejadian macet ancur2an kayak gitu pasti terjadi lagi.

Bagaimana ya cara efektif biar pemkot dengerin aspirasi ini, utk bikin lampu lalu lintas, biar orang2 lebih gampang nyebrang. Jembatan penyebrangan kan cuma satu, ada zebra cross tapi motor2 pada ga berenti kan sama aja boong. Biaya bikin lampu lalin mestinya ga segede gali2 buat pelebaran dan penebalan jalan baru kan? Dan ga terlalu nyusahin pengendara daripada sebagian jalan ga bisa dipake karena lagi dicor. Apa ada LSM khusus konsumen warga Depok atau sejenisnya gitu, yg bisa lebih menyuarakan agar didenger ama walikota dan pemkotnya.

*another uneg-uneg, agar tidak kehilangan rasa kemanusiaan*

Tuesday, October 30, 2012

Target MAA

Dari yg gw liat di sekitar, dari orang2 yg main game, ada dua jenis game. Pertama, yang sifatnya lepas, ga ada targetnya. Contohnya maen PES atau FIFA yg tanding satu lawan satu. Ga ada tujuan akhir atau storyline, maen aja sekali, trus abis itu udah juga beres. Mungkin yg maen kepengen jadi tambah jago dan akhirnya terus berlatih, nah itu urusan lain. Jenis game yg kedua adalah, game yg ada tujuan akhir, ada plotnya. Makanya waktu dulu di SD kalo maen SEGA ato nintendo gw lebih suka maen yg ada level2nya yg sifatnya petualangan ngelawan musuh. Karena tujuan akhirnya jelas. Jadi ketimbang maen Dragon Ball yg cuma tarung, lebih suka maen Bare Knuck Kle.

Marvel Avengers Alliance. Game yg sejak Juni kemaren gw maenin, dimana temen2 gw udah pada ga maen, tapi gw tetep lanjut maen sendiri ini, apakah ada ujungnya? Ada, gw netapin target sendiri. Jadi bukannya tanpa akhir.
Targetnya adalah:
1. 5-starring all chapters and missions
2. Recruit all heroes
3. Levelling up all heroes to level 12 (max)
4. Completing all research

Mungkin nanti ditambah dapetin item2 yg muncul di epic boss sampe dapet. Dan, kalo itu udah tercapai, tinggal nunggu special ops berikutnya buat dapet hero baru. Dan mereka emang ngeluarin hero baru secara berkala, biar gamenya ga stuck. Itu aja lah. Ga bisa membiarkan hidup kita dikendalikan hal-hal remeh seperti ini.

Sunday, October 28, 2012

[Marvel Avengers Alliance] Your Hero Collection: Part 2


Jadi setelah bagian pertama waktu itu, jumlah hero gw udah sekitar 2 kali lipatnya. Sekarang total udah ada 26 hero, dengan 2 diantaranya didapet dari special operation.

Sebelum special ops 2 (Emma Frost) gw punya Iron Man, Black Widow, Hawkeye, Cyclops, Ms Marvel, Invisible Woman, She-Hulk, Iron Fist, Captain America, Daredevil, sama Colossus.

Setelah dapet Emma Frost dan special ops 2 selesai, berhasil ngumpulin CP lagi dan ngerekrut Thor dan Sif. Alasan beli Thor (90CP) dulu karena masalah kemunculan aja sih, dia dipake sebagai deploy hero di mission 1-4. Sedangkan Sif (23 CP) jadi deploy hero di mission 1-5.

Lalu masuk ke special ops 3. Again, demi memenuhi salah satu task utamanya, rekrut Black Panther (90CP), dan kemudian dapet Magik sebagai reward utama dari special opsnya. Aslinya untuk special ops Avengers vs X-Men ini, ada dua bagian task. Task pertama kalo ngambil misi di Avengers side, utk lawan epic boss, mesti deploy Black Panther. Nah, sebenarnya ada satu lagi utk X-Men side, mesti deploy Night Crawler, Gambit, dan Rogue. Tapi karena ga sempet ngumpulin CP, jadinya dipass aja pake 25 gold, hehehe.

Setelahnya, bener-bener ngumpulin CP yang giat dan ngerekrut Human Torch, Black Cat, Luke Cage, Spider-Man, Dr Strange, War Machine, Storm, dan Hulk. Kali ini mulai jelas tujuannya dan alasannya. Human Torch (33 CP) direkrut duluan karena salah satu blaster yang terkuat, dan punya premium mission tersendiri di chapter 7. Iyah, ada epic mission yg persayaratan utamanya udah punya hero tertentu, dan gw mengutamakan utk rekrut hero2 itu. Dan sejauh ini baru punya Iron Man utk premium mission chapter 2, Phoenix di chapter 6, dan Thor di chapter 8.

Berikutnya Black Cat (23 CP). Bukan karena premium mission, tapi dia jadi syarat untuk munculnya epic boss di mission 2-3. Dan karena harganya murah.Berikutnya Luke Cage (23 CP). Dia juga syarat epic boss di mission 6-3, juga nanti, yg masih coming soon, premium mission di chapter 10 (entah kapan keluarnya). Spider-Man (90 CP), nah si hero yg suka ngeselin kalo jadi lawan ini, membuka banyak pintu. Bukan cuma premium mission di chapter 3, tapi juga untuk membuka epic boss di mission 3-5 dan 7-3. Dr Strange (23 CP), karena premium mission di chapter 9, yang tak terduga minggu lalu akhirnya dirilis juga. Dan untuk blaster hero dengan kekuatan cukup besar, harganya terbilang murah. War Machine (48 CP), membuka premium mission di chapter 5. Storm (48 CP), membuka epic boss di mission 4-4. Terakhir, Hulk (90 CP), untuk premium mission di chapter 1.

Gila juga kalo diitung2 perjuangan dapet CPnya. Apalagi 2 diantaranya, Spidey dan Hulk, nilainya masing2 90 CP. Berdasarkan alasan2 di atas, mestinya hero berikutnya yang jadi target rekrutan adalah Wolverine, utk unlock premium mission, tapi eh udah ada special ops yang baru lagi, dan mesti beli beberapa hero baru. Huh.


Saturday, October 27, 2012

Postulat tentang Jatuh Cinta

"Most of the time, falling in love only happen to one side, not both. The other side learn to love the first one."

Jatuh cinta, hanya terjadi pada salah satu pihak, bukan keduanya.
A jatuh cinta pada B, entah karena alasan apa.
B tentu tidak tahu kalau A jatuh cinta padanya,
hingga kemudian A memutuskan untuk menunjukkan pada B kalau dia jatuh cinta.
Bertahap, tidak terburu-buru, A menunjukkannya ke B, untuk kemudian menyatakan dan memberitahu B kalau dia jatuh cinta padanya.
B sebagai pihak lainnya, tidak serta merta balik jatuh cinta ke A.
Karena bukan itu esensinya.
Ketika padanya tumbuh perasaan suka, B kemudian menerima A,
B tidak jatuh cinta pada A, tapi dia belajar untuk mencintainya.

Lalu apa yang terjadi jika A sebagai pihak yang jatuh cinta, tidak menuntaskan tugasnya?
Kemungkinan B tidak akan tahu kalau A jatuh cinta padanya.
Karenanya dia tidak akan belajar untuk mencintai A.
A tentu boleh berharap B akan jatuh cinta padanya, dengan kemungkinan yang kecil sekali.

Apa pelajaran yang bisa diambil?
Bahwa siapapun itu, yang sedang jatuh cinta, tidak peduli laki-laki atau perempuan, dan dia ingin jatuh cintanya terbalaskan, wajib menunjukkan dan kemudian memberitahu pihak yang dimaksud.
Dan pihak yang jatuh cinta, tidak bisa mengharap pihak yang lainnya jatuh cinta kepadanya, sebesar rasa cinta yang dimilikinya. Akan selalu ada pihak yang mencintai lebih besar dari pihak lainnya. Mengertilah akan hal tersebut.

Bagaimana dengan orang yang puas hanya dengan jatuh cintanya sendiri, tanpa mengharapkan orang yang dimaksud membalasnya?
Mungkin terlihat pedih, tapi sesungguhnya mereka menikmati hal itu, dan berbahagia dengan keterbatasannya.
Yang sulit adalah orang yang jatuh cinta, tapi tak mau menunjukkannya, dan berharap orang yang dicintainya membalasnya.
How?


*Pas lagi nunggu solat Id, jadi punya waktu buat ngelamun dan kepikiran ini aja.

Monday, October 15, 2012

[Review Film] Perahu Kertas 2


Director: Hanung Bramantyo

Cast:
Maudy Ayunda
Adipati Dolken
Reza Rahadian

Plot:
Ceritanya dimulai lagi sejak Kugy ketemu Keenan di acara nikahannya Eko dan Noni. Masing2 yg udah punya pacar baru, Kugy dengan Remi, dan Keenan dengan Luhde, biar bagaimana seneng luar biasa karena akhirnya bisa dipertemukan lagi. Sejak itu mereka pun jadi deket lagi, ngelanjutin kerjasama mereka dalam nulis dongeng dan gambar ilustrasinya. Kedekatan yang bikin pihak lainnya merasa dikesampingkan, terutama Remi yang rada2 posesif, begitu kuatirnya kalo ga ada kabar dari Kugy berapa jam aja.

Hingga momen2 yg menentukan terjadi. Remi ketemu dengan Keenan, dan Kugy ketemu Luhde, kemudian masing2 menyadari hubungan yg lainnya. Kemudian Remi ngasih Kugy cincin, secara informal mengajukan tunangan. Kugy yg bingung karena belom bisa nentuin sikapnya, sempet ngumpet di rumah kakaknya, hingga akhirnya Keenan datang. Meskipun mengakui perasaannya ke Kugy, Keenan bilang kalo momen utk mereka sudah lewat, dan bahwa Kugy mestinya menerima Remi.

Sekilas kelihatannya keadaannya stabil. Tapi tidak. Remi kemudian sadar kalau di hati Kugy selalu ada bayang-bayang Keenan, dan karenanya dia pun melepaskan Kugy. Begitu juga dengan Luhde, dia menyuruh Keenan pergi karena hati Keenan tidak untuknya, or semacam itulah. Dan, eng ing eng, di epilog meskipun ga ditunjukin secara eksplisit, Kugy pun akhirnya bersama Keenan.

Komennnn:

Hmmm, gimana ya, meskipun endingnya sesuai dengan yg kita harapkan (dan sesuai buku tentunya), bagian kedua ini memang kurang dari yg pertama. Kurang adanya momen2 yg menyentuh. Mungkin karena porsinya diabisin semua ama Kugy Keenan Remi (Luhde juga, meskipun ga sebanyak yg 3 tadi). Hampir ga ada bagian tentang persahabatan dengan Eko dan Noni. Padahal bagian itu yg di film pertama bikin saya terharu berkali-kali.

Salah satu momen utama yg bikin sedih mungkin waktu Kugy terombang-ambing perasaannya, dan kemudian Keenan datang menyusul ke tempatnya Karel. Sayang, adegan yg kalo di buku saya bayanginnya keren banget itu, di film jadi agak gimana gitu. Karakter Karelnya sih, biasa aja, padahal saya bayanginnya kalo di buku itu dia berwibawa banget.

Lalu, lalu lalu, ini nih, concern setelah liat endingnya. Dugaan saya benar ternyata seputar tokoh tambahan, yaitu Siska dan Banyu.

Waktu itu saya pernah bikin semacam komen seputar nasib2 tokoh pendukung seperti Remi dan Luhde yg ga dikasih decent ending, di sini. Nah, jelaslah, banyak juga yg berpikiran seperti itu. Makanya karakter Siska dan Banyu dimunculkan. Tujuannya apa, sebagai plan B bagi Remi dan Luhde biar mereka mendapat decent ending, ga ditelantarkan begitu aja di akhir cerita.

Tapinya, rada aneh juga menurut saya. Kesannya terlalu ngebut, yaiya gitu, abis putus dari Kugy, Keenan langsung jalan bareng Siska? Agak maksa, mungkin mestinya dibikin tersirat aja, mengarah ke sana, tapi yg ga buru2, ato kalo mau, pas berapa bulan kemudian gitu. Ada ending yg munculin Wanda (pacarnya Keenan yg dulu itu lho) dengan pacar barunya. Naah itu baru masuk akal, karena rentang waktunya udah agak lama dari sejak dia putus dengan Keenan.

Dan kemudian, satu yg menurut saya bad influence dari film ini, yg dinyatakan dengan ucapan Luhde "Hati itu bukan memilih, tapi dipilih" atau sejenisnya. Sodara-sodara, beneran ini falsafah yg menyesatkan. Coba ya. Kugy dan Remi itu aslinya udah cocok2 aja, begitupun Keenan dan Luhde. Keduanya udah bisa nerima pasangannya yg sekarang. Lalu kenapaaaa mesti dibawa2 lagi masa lalu? Nyebut2 hati memilih dipilih lah. Yakalo berdasarkan falsafah ini, ga ada kesempatan dong buat jadian ama yg baru, terus aja gitu stuck ama masa lalunya karena masih ada di hatinya.

Dalam kehidupan nyata, masalah hati dipilih itu juga menyesatkan kan. Orang2 move on dari masa lalunya, ketemu dengan orang yg baru, lalu mulai hubungan yg baru. Meskipun masih ada bayang2 orang sebelumnya, waktu akan membuat mereka mengatasi hal itu, dan settle dengan pasangan barunya. Tsahh, macam ahli aja gw, haha.

Rating saya: 7.5/10. Kalo yg pertama barangkali 8.5/10


Btw kurang suka ama posternya. Aneh aja ngeliatnya, kesannya jadi film komedi2 gitu, padahal ini drama lho yg banyak adegan mengharukannya.

Saturday, October 13, 2012

Monas, finally!

Jadi setelah setahun lebih biasanya cuma ngelewatin jalan depan Monas pas berangkat dan pulang, akhirnya kali ini gw nyobain langsung masuk ke monas dan naik sampai puncaknya.

Ga terlalu direncanakan sih, kepikiran aja. Soalnya hari Kamisnya gw masuk siang, trus nginep, dan ga pulang, soalnya Jumatnya masuk siang lagi. Jadi, abis mandi, jalan2 dulu ke kebon sirih, makan di warteg, trus abis itu jalan aja ke Monas. Jauh ternyata ya dari pintu luarnya ke dalem Monasnya sendiri. Bahkan dari jalan melingkar yg di depan Monas itu pun, ga asal langsung masuk.

salah satu chopper keren yang ditampilkan

Waktu itu tanggal 5 Oktober, dan lagi ada pameran alutsista TNI, jadinya beruntung bisa liat heli2 yg keren, juga mobil semi tank, perahu2 dan laen2nya yg keren2. Nah, jadi gw mesti muter hampir keliling monas dulu baru nemu jalan masuknya.

lokasi masuk ke monas, lewat bawah. btw itu mbak2 bule yg dimaksud

Jadi masuknya itu ga lewat depan, tapi lewat lorong di bawah. Ada tulisan petunjuknya kok, jadi turun tangga ke bawah, trus lewat lorong gitu, kyk di Sabuga. Nah, tapi itu baru masuk keluar naek tangga lain, dan nembus langsung ke depan Monasnya. Akhirnya, menginjakkan kaki di monas.Itu pun ga langsung ke atas, tapi turun lagi ke bawah, dimana ada area luas yg merupakan museum, agak gelap gitu disana. Baru abis itu naek lagi kalo mau sampe puncak, dan bayar tiket lagi. Kalo tadi tiketnya cuma 2500, sekarang 5000. (tapi ga jelas gitu sih mestinya bayar berapa, tulisan keterangannya ga berlaku kali yak).

baru akhirnya pas di depan monasnya

Naik tangga, keluar di bagian bawah monas (yg di atas tangga), jalan ke sisi sebaliknya monas, nah di bagian situ baru ada elevator yg menuju ke puncak. Dan di puncak itu adalah ruangan ga begitu lebar (mungkin sekitar 5x5 meter ya), dengan ventilasi terbuka dengan pemandangan ke bawah sana. Anginnya kenceng boi. Jumat pagi itu, ternyata entah kebetulan lagi banyak banget pengunjungnya, jadi pas di puncak banyak orang gitu. Juga ada booth kecil, yg ada petugasnya, buat beli koin khusus yg dipake kalo kita mau make teropong di sana.

suasana di atas, booth penjual koin, rame lah

suasana di puncak monas

pemandangan stasiun gambir dari atas

Setelah sekitar 10 menit gw puas ngeliatin pemandangan di bawah sana, lucu-lucu keliatannya, apalagi jalur kereta itu, waktu keretanya ngelintas. Juga jadi tau sejauh apa sih stasiun yg abis gambir itu. Juga bisa tau istana sebelah mana sih, trus di sebelah situ ada gedung apa aja sih, kementrian apa aja sih. (ada petunjuk gambar di sebelah atas, hasil zoom). Pengen udahan trus turun lagi, tapi berhubung orangnya banyak banget, yg ngantri turun juga banyak, akhirnya gw cuma muter2 di kotak sempit itu hingga setengah jam kemudian baru bener2 turun.

Oiya, ada satu mbak2 bule yg keliatannya punya niat yg sama utk nyobain naek ke monas, dan sejak gw masih nyari2 jalan ke dalem monas, mbak bule ini di depan gw. Makanya gw ngikutin aja, karena gw sendiri juga kan baru pertama. Sayang ga bisa ngikutin lebih lama, karena begitu di museum ada petugas yg sigap banget nyamperin trus ngajak ngobrol. Bahasa inggrisnya lancar juga sih, yaudah lah gw tinggalin aja tuh mereka. Baru ketemu lagi di atas kemudian ama itu mbak bule, dan masih ditemenin ama petugasnya dong! Gilak, berarti si mas petugas ini emang niat. Pas gw turun naek elevator juga bareng mereka, dan abis itu gw lihat petugasnya bawa mbak bulenya ke pinggiran balkon monas, dan ngobrol aja mereka berdua. Walah, pedekate kayaknya si mas petugas ini. Kelanjutannya gw ga tau, soalnya gw keluar, dan balik ke kantor buat jumatan.

Udah sah jadi warga ktp jakarta lah ya kalo udah ke monas :D Besok2 mungkin mau kesana lagi, mau ngeliat2 museumnya dengan seksama, banyak diorama di dalemnya soalnya.

Friday, October 12, 2012

Special Operations 3 - Avengers vs X-Men, Accomplished!



Emang susah sih ya kalo udah dedikasi dan committed untuk maen game ini. Mau istirahat bentar, eeeh ada event special ops mission lagi, berjarak sebulan setelah special ops sebelumnya, dimana berhasil gw selesaikan. Seperti yg sebelumnya, reward untuk event ini adalah: unlock new hero. Kali ini, hero itu adalah Magik. Yakin deh, pasti banyak yg ga tau ini siapa, seperti halnya gw. Magik adalah adeknya Colossus, anggota X-Men juga (katanya)

Tentang judulnya, Avengers vs X-Men, mirip ama judul komik Marvel yg akhir2 ini beredar. Ceritanya, ada semacam Phoenix Force jatuh ke bumi, yg membuat beberapa anggota X-Men bertambah kuat. Cyclops, Phoenix, Colossus, Emma Frost. Mereka berencana make kekuatan ini untuk nyelamatin kelangsungan mutant. Tapi di sisi lain, The Avengers kuatir kalo kekuatan ini justru bisa membahayakan yg laen karena bisa mengubah anggota X-Men jadi jahat. Dan, mereka pun mesti menyelesaikan kesalahpahaman dan perbedaan pendapat ini.

Unik juga misinya. Di tiap mission (ada 3), ada pilihan mau pilih Avengers side ato X-Men side. Kalo pilih Avengers side, ga bisa maenin hero X-Men (Cyclops dkk). Tapi jangan kuatir, karena yg spesifik hero tertentu cuma beberapa, sisanya free agent, boleh dipake di kedua side (She-Hulk, Iron Fist dsb). Keuntungannya kalo main di X-Men side adalah bisa team-up dengan anggota2 X-Men seperti Storm, Rogue, Night Crawler, Kitty Pryde, atau Gambit di tiap battle. Jadi ga perlu kuatir karena ga punya hero X-Men.

Untuk mendapatkan hadiah utama, Magik, yg mesti dilakukan adalah melengkapi 25 task yang meliputi macam, seperti mengalahkan objek tertentu, lawan boss di tiap misi, termasuk research item tertentu, dan PVP. Dari 26 hari yang disediakan, gw udah bisa nyelesaiin semua task dalam 13 hari. Hurray. Yup, kali ini lebih lancar ketimbang special ops 2 kemarin. Why? Ini alasan-alasannya.

Experience. Karena udah pernah maen special ops 2, jadi paham gimana aturan-aturannya, jadi ga bikin kesalahan yg sama. Juga, karena ikut grup Marvel Avengers Alliance di FB, sering ada diskusi atau info2 yg berguna banget. Dari info2 itu ada link ke special operations guide, yg lengkap banget, sangat membantu dalam menyelesaikan misi. Guide itu nyebutin 25 task itu apa aja, lalu juga dikasih masukan2 dan saran buat ngelewatinnya. Keren abis pokoknya.

Masalah yg lalu2 kan, kita ga tau tasknya apa aja, jadinya begitu energy (unstable ISO, or UISO)nya abis, jadi macet dan terhambat. Kali ini udah dibeberin semua urutan misinya, lalu research yg butuh berapa iso dan makan waktu sampe 48 jam. Dengan guide ini, gw jadi lancar nyusun strategi untuk berhemat UISO, atau ketika farming CP (yg juga ada guidenya).


Beberapa hal penting: Ada beberapa task yg bisa diselesaikan di luar special ops, hence ga usah make UISO, bisa dihemat. Juga, ga semua battle mesti diikutin, cukup yg level medium dan hard aja. Lalu seperti sebelumnya, di 2 task terakhir, mesti ngalahin epic boss. Artinya, semua battle termasuk yg easy, dan semua deploy mesti dijalanin, baru deh keluar epic bossnya. Yg jadi masalah adalah, hero utk deploy ini. Di X-Men side, mesti deploy Nightcrawler (48 CP), Gambit (90CP), dan Rogue (90CP). Di Avengers side, deploy Black Panther (90CP). Waduh, belom pada punya semua itu.

Untungnyaaa, saya sudah berpengalaman. Jadi tau strateginya. Untuk Avengers side, cuma perlu 1 hero 90 CP. Bisa diusahakan dengan farming CP intensif, terutama waktu lagi mentok research ato UISOnya abis. Nah, untuk X-Men side, farming 228 CP rada2 susah. Yang bisa diganti dengan alternatif, langsung skip task itu dengan 25 golds, yg notabene lebih gampang diraih lewat naik level. Dan masalah konversi, 25 gold itu setara 50CP (1gold=2CP), jauh lebih hemat ketimbang 228CP. Dan emang sih, yg tadinya gw level 80an, pas dapet Magik itu level agent gw di 100.

Yang juga ga kalah membantu adalah, kejutan2 dengan link2 bonus seperti 2 gold, 2 CP, dsb, yang paling dahsyat tentu bonus 50 CP dan 5 gold. Hohoho, dengan bonus 5 gold itu, gw bisa menyelesaikan misi dan dapetin Magik 2 hari lebih awal. Dan, inilah Magik. Recruited.



Btw, boss-boss untuk tiap misi di special ops ini.
Mission 1.
Avengers side
Mini-Boss: Avalanche
Boss: Emma Frost
X-Men side
Mini-Boss: Juggernaut
Boss: Black Widow & Hawkeye

Mission 2
Avengers side
Mini-Boss: Executioner
Boss: Magik & Colossus
X-Men side
Mini-Boss: Enchantress
Boss: Thor

Mission 3
Avengers side
Mini-Boss: Viper
Boss: Cyclops
Epic-Boss: Phoenix
X-Men side
Mini-Boss: Baron Zemo
Boss: Captain America
Epic-Boss: Iron Man

Wednesday, October 10, 2012

[Review Film] Our Town (2007)


Prelude:

Jadi ceritanya gw lagi liat2 salah satu film Taiwan di RED, salah satu channel tv kabel yg khusus nayangin film2 Asia. Filmnya Would You Still Love Me kalo ga salah, yg mana ceritanya gw ga tau apaan, soalnya cuma ngeliatin pemeran ceweknya doang yg cakep. Lalu pas di iklan liatlah iklan film Korea yg menarik banget. Judulnya Our Town. Dari trailer iklan itu, disebutin a gifted killer meet natural born killer, atau semacam itulah. Wow, another Korean thriller movie. Pasti bagus nih. Karena itulah gw tonton lagi yg siaran ulangnya.

Plot? Hmm, karena biasanya gw beberin plotnya detail banget, kali ini gw coba ulas dengan cara lain.

Years ago, seorang anak kecil hidup bersama ibunya. Ibu yg cuek-cuekan sama anaknya, berprofesi rentenir, dan hampir tiap hari membawa pacar2nya ke rumah, dan menyuruh anaknya diam. Si anak dalam hati membenci ibunya yang despicable itu. (susah nyari padanan bahasa Indonesia yg bagus)

Lalu ada dua orang anak, beberapa tahun lebih tua dari anak tadi, yg berteman baik, hampir seperti saudara. Orangtua Gyeong-ju punya pabrik furnitur, dan dia sering mengajak Jae-shin, temannya itu mampir ke rumahnya.

Kemudian rentetan peristiwa terjadi di masa itu, mencemari sifat baik anak2 itu, dan menyebabkan permasalahan yang terjadi di kemudian hari.

Ayah Gyeong-ju yg pemabuk menghina Jae-shin yg yatim piatu. Hal itu cukup untuk membuat Jae-shin kesal dan kembali setelahnya untuk membakar rumah mereka. Tak terduga, ayah Gyeong-ju muncul, dan Jae-shin sempat berkelahi dengannya, membuatnya pingsan.

Kejadian itu membuat rumah itu terbakar, dan ayah-ibu Gyeong-ju tewas. Gyeong-ju sendiri yang sebenarnya berada di sana, menyelamatkan dirinya sendiri sementara ibunya masih berusaha menyelamatkan ayahnya. Kejadian ini membuatnya merasa bersalah. Juga demikian dengan Jae-shin yang keesokan paginya mendapati bahwa tak hanya rumah yg terbakar, tapi orangtua teman baiknya juga.

Kejadian yang membawa ke kejadian berikutnya. Setelah kebakaran itu, aset2 pabrik gyeong-ju diambil alih oleh wanita rentenir tadi. Gyeong-ju mengira wanita itu turut bertanggung jawab atas kematian ibunya, karena itulah dia membunuh wanita rentenir itu. Wanita yg merupakan ibu dari Hyo-i. Dan Hyo-i menyaksikan kejadian itu. Setelahnya dia terliaht memelintir kepala kucing peliharaannya.

Ketiga anak itu, Gyeong-ju, Jae-shin, dan Hyo-i kemudian sempat berada dalam satu lingkungan yg sama, di panti asuhan (karena Gyeong-ju dan Hyo-i kehilangan orangtuanya, menyusul Jae-shin yg sudah lebih dulu orphan). Di tengah2 bully oleh teman2 seumurannya, Gyeong-ju berperan sebagai kakak Hyo-i dan melindunginya, hingga Hyo-i memanggilnya 'guru'. Ironis, karena Gyeong-ju tidak menyadari kalau anak itu adalah anak dari wanita yang dibunuhnya.

Benih dari peristiwa2 kriminal yang terjadi kemudian.

Pembunuhan berantai, dimana korbannya selalu wanita, dengan modus yang sama.

Gyeong-ju sekarang menjadi penulis yg kesulitan membayar uang sewa rumahnya. Dia menulis cerita kriminal, dengan detail yg akurat, termasuk tingkat kekerasannya. Semua detail yang muncul karena pengalamannya membunuh di waktu kecil. Tak hanya itu, otaknya pun menjadi sangat imaginatif, dalam satu adegan dia membayangkan pembunuhan sepasang orang lewat secara mendetail, yg dilakukan sendiri olehnya. Pertikaian dengan nyonya pemilik rumah yg menagih uang sewa dan menghina orangtuanya, membuatnya melakukan pembunuhan lagi, dan menyamarkannya sebagai copy cat dari pembunuhan berantai yg sedang terjadi.

Jae-shin, yang dulunya anak bandel, menjadi polisi, pangkat letnan, yg menangani kasus pembunuhan berantai ini. Terlepas dari statusnya sebagai orang luar (bukan polisi), Jae-shin sering bertemu dan minum2 bersama Gyeong-ju, sembari menceritakan kasusnya. Hingga kemudian dia menyadari bahwa Gyeong-ju kemungkinan besar adalah pelakunya. Jae-shin menolak untuk menahannya, karena merasa bertanggung jawab telah membuat Gyeong-ju menjadi pembunuh. Tapi kemudian dia pun paham kalau ada pembunuh yang asli, pelaku dari pembunuhan berantai ini.

Hyo-i. Thanks to Gyeong-ju yang membunuh ibunya (yg sebenarnya membuatnya senang), kemudian menjadi pelindungnya di panti, Hyo-i mencontoh Gyeong-ju. Dia pun mulai membunuh. Jika dibandingkan dengan Gyeong-ju, Hyo-i lebih gila. Psikopat sejati. Dan dia cerdas, lebih cerdas ketimbang Gyeong-ju dan Jae-shin. Dia berbaur dan membuka toko.

Kemudian mereka bertiga bertemu pada klimaks cerita.

Gila. Satu lagi film thriller Korea yang membuat gw mikir keras. Bukan sekedar pembunuhan berantai, tapi juga latar belakang dan tiga tokoh utama yang kuat, masing2 punya ceritanya sendiri yang saling berkaitan. Dalem banget pokoknya, apalagi kalo udah bagian flashback. Sedih dan ngeri nontonnya.

Disini kita juga bisa liat dengan jelas gimana psikopat yg sebenarnya itu, si Hyo-i. Yang dengan mudahnya membunuh anjing peliharaannya, karena anjing itu memakan jatah makanan Hyo-i. Bagaimana dia bersikap sebagai anak muda yg sopan dan rajin membantu orang lain. Bagaimana dengan tenangnya dia menyamar sebagai wartawan dan menyelinap ke markas polisi. Bagaimana dia dengan sengaja memberikan banyak petunjuk untuk dipecahkan. He wants to be caught, but he's not gonna make it easy.

Karakter Gyeong-ju menimbulkan simpati. Tadinya gw kira emang dia pembunuhnya lho, termasuk adegan bunuh orang yg lagi parkir mobil di jalan malem2. Ga taunya cuma bayangin. Dia juga, karena pernah membunuh orang, jadi paham cara berpikir pembunuh. Meski masih terlambat, dengan cepat dia bisa menyimpulkan siapa korban yg sebenarnya menjadi sasaran di pembunuhan berantai. Iya, pembunuhan berantai yg mirip pembunuhan ABC-nya Agatha Christie, hanya ada satu korban saja yg sebenarnya diincar. Yang lain hanya melengkapi.

Kemudian teringat kata-kata Gyeong-ju ke Jae-shin: "You want to catch the killer, you gotta think outside the box, think like them."

Rating: 9/10.

Sunday, October 07, 2012

[Review Film] Prometheus (2012)



Director: Ridley Scott
Cast:
Noomi Rapace
Michael Fassbender
Charlize Theron
Idris Elba
Logan Marshall-Green


(Rada telat banget yak gw baru mau ngomongin review buat Prometheus sekarang.)

Plot:

Hmmm.
Alien dateng di jaman dahulu, dan menjadi pendahulu manusia.
Ellie dan Charlie nemu lukisan di gua, dengan starmap yg sama dengan penemuan di lokasi2 lain.
Mereka berangkat, lengkap dengan anggota tim yg lain dengan kapal Prometheus, ke lokasi yg dimaksud, entah di galaksi apa. Tiba di sebuah bulan, dimana diduga the Engineer berada.
Penjelajahan ke gua. Mendapati para Engineer sudah mati. Kembali ke pesawat, mendapati dna mereka sama dengan manusia. Leluhur.
David si android bawa semacam black liquid, dicampur ke minumannya Charlie.
Nyusul Fifield dan Milburn yg ketinggalan di gua, tapi mereka udah mati diserang mahluk kecil2 aneh. Charlie kondisi kritis, karena terinfeksi black liquid.
Vickers melarang Charlie masuk kapal, Charlie sengaja bunuh diri dengan dibakar Vickers.
Ellie tiba2 hamil, hasil infeksi Charlie yg nular ke dia. Susah payah masuk ke medpod dan ngeluarin mahluk asing dari perutnya.
Weyland muncul, sengaja dalam kondisi stasis, siap untuk ketemu the Engineer yg ternyata masih ada satu yg hidup.
Mereka kembali lagi ke gua. David bangunin the Engineer dan coba bicara dengan bahasanya.
Engineer malah nyabut kepala David dan membunuh semua anggota tim. Ellie kabur.
Gua yg dimaksud ternyata pesawatnya the Engineer, siap berangkat ke bumi membawa wabah2 monster.
Ellie minta Janek buat menghentikan pesawat Engineer. Janek nubrukin Prometheus dan menggagalkan pesawat Engineer.
Pesawatnya jatuh, menimpa Vickers.
Ellie pergi ke lifepod milik Vickers, mendapati mahluk yg dikeluarin di perutnya udah jadi monster berukuran besar. Engineer juga datang memburunya. Ellie memancingnya dan mengumpankannya ke monster.
David minta bantuan Ellie, karena dia bisa mengendarai pesawat Engineer.
Ellie minta David untuk membawa mereka, bukan ke bumi, tapi ke planet asal the Engineer.
-the end-

komen:
Let's see, let's see. Ini film yang paling berkesan buat gw di tahun 2012. Apa ya yg mau dibahas?

Creation
Sesaat setelah nonton, komen gw waktu itu adalah: be careful with what you created. Dalam film ini, ada beberapa yg merupakan hasil ciptaan. Manusia, android, dan monster alien.
1) The Engineer yang menjadi pendahulu manusia (atau ada juga yg menyebutnya menciptakan manusia, please ga usah dimaknai secara literal). Itu beribu-ribu tahun yg lalu, dan kemudian sekarang mereka malah ingin memusnahkan manusia. Kenapa? Ellie tentu saja ingin tahu kenapa mereka mengubah pikiran. Apa tujuan mereka, apakah mereka hanya sekedar giant evil gods? (istilah dari The Cabin in the Woods) Yang pasti sifat jahat Engineer ini membuat Ellie kehilangan respek, dan dia pun dengan bersusah payah berhasil menjebak Engineer yg tersisa ke kematiannya.
2) The Engineer juga menciptakan eksperimen berupa tabung2 berisi cairan hitam, yang seperti dikatakan Janek, senjata biologis, yg hendak dipakai untuk memusnahkan manusia. Tapi lihat hasilnya, malah mereka sendiri yang terbunuh oleh monster yg mereka ciptakan.
3) David, the Android, diciptakan oleh manusia, dlm hal ini Weyland Corp. Waktu gw bilang hati2 dengan ciptaan kita, artinya juga adalah, perlakukan mereka dengan baik. Lihat David. Dia menuruti perintah Mr Weyland, tapi apakah dalam pikiran AI-nya dia tidak ingin bebas, free, dari pengaruh Weyland? Yang jelas David  terpancing oleh sikap meremehkan yang ditunjukkan Charlie, dan karenanya tanpa ragu menjadikan Charlie korban percobaannya dengan cairan hitam itu.

Belief
Quote dari Ellie. "That's what I choose to believe."
Begitupun dengan film ini. Film yg bagi sebagian orang kontroversial, karena memberikan ide kalau manusia diciptakan oleh alien, bertentangan dengan kepercayaan yg selama ini kita anut. Apa iya? Pertama, ini film science-fiction. Meskipun memang ide manusia diciptakan alien berasal dari pemikiran2 "what if" para ilmuwan, itu masih sebatas teori2 belaka. Ridley Scott hanya melangkah lebih jauh dengan mengembangkan teori itu menjadi cerita yang seru dan menegangkan. Dan kembali lagi ke Ellie, yg dihadapkan pada situasi alien. Dia tetap percaya pada Tuhan, karena itu adalah "what she choose to believe".

Lagipula, dalam film ini, alien2 itu lebih sebagai pendahulu, semacam manusia purba, bukan pencipta. Yg gw tangkep, dna2 mereka menyatu dengan dna2 manusia purba sehingga berevolusi menjadi manusia yg sekarang. Nah. Lalu, dalam satu scene dibahas juga. "(if) they created us, but who created them?" Nah, masih ada Sang Pencipta yg juga menciptakan alien2 itu.

Tapi sudahlah, film mestinya hanya sebagai hiburan, juga untuk memperluas pikiran kita, ga mesti dipercaya sepenuhnya. Kita sudah dewasa, tau apa yg mesti dipercaya.

Human Arrogance vs Robot
Memperpanjang penjelasan seputar David. Sejak awal mereka ketemu, entah kenapa Charlie bersikap sinis ke David, dan dengan segera mereka menjadi semacam rival Why? Insecure, sentimen terhadap robot? Apapun alasannya, sikap itu sudah mengorbankan nyawanya. David is like, the smartest being on the ship. Satu-satunya hal yang mencegahnya mengambil alih pesawat adalah dia sudah diprogram untuk mematuhi perintah Weyland. Dia hanya butuh diperlakukan dengan baik, paling tidak setara, sebagai teman. Mengingatkan kita akan dunia Harry Potter, dengan Kreacher. Lihat yg terjadi sewaktu Kreacher diperlakukan buruk, liat hal2 apa yg bisa dia lakukan (menyebabkan kematian Sirius), dan lihat bedanya sewaktu dia diperlakukan dengan baik. See?
Treat him good, and David will be your best friend.

Afterall, dari yg gw baca di wiki sih, karakter David ini banyak dapet sambutan positif dari para kritikus. Such a complex character for a robot. Robot yg katanya ga  bisa merasakan emosi, nyatanya dia dibekali hal semacam itu yg bisa membuat dia iri, envy, jealous, dan sedikit jahat. Ah well, bygones. Setelah Engineer mengobrak-abrik Weyland dan kru lainnya, persaingan itu pun jadi tak berarti. Yang tersisa cuma Ellie dan David, yg mesti bekerja sama kalau tetap ingin melanjutkan perjalanan mereka ke planet Engineer. *sequel*

Rating saya: 9.5/10

keren yah pesawatnya..

David yg takjub mendapati teknologi Engineer yg sangat maju

Engineer ini lagi nyoba nyalain pesawatnya... buat nyerbu bumi.


Btw biar ga serius2 amat, coba ini liat parodinya di Youtube, persembahan dari HISHE dotcom. How Prometheus Should Have Ended. Nanti bisa ngetawain hal2 bodoh yg masih ada di film ini.

Saturday, October 06, 2012

True Blood Season 5: Cool Moments

Episode 2

Bill dan Erik dihadapkan ke the Guardian yang menjabarkan kesalahan mereka, kemudian perdebatan kecil di anggota konsel tentang hukuman mereka. Lalu Bill mengajukan penawaran tentang Russell Edgington.


Roman:
"I'm in a real pickle here, boys. According to Nan Flanagan, you... what is it she liked to call you guys? "Fuckup One" and "Fuckup Two" -- you have made egregious errors.
Rocket launchers on Main Street? Not to mention your so-called "Festival of Tolerance", where humans were attacked by vampires in full view of the media, with our official spokesperson in attendance. Keeping that quiet wasn't cheap.
Now, Nan-- was no prize, either. Still, she was Authority.
And that, boys, is the point. We are the Authority. I am the Authority. The true death for Northman means the true death for Northman."

Episode 4

Obrolan para kanselor yang sedang mengamati pergerakan Bill dan Erik, lalu membahas Nora.

Drew: Standing around in Nortman's bar. This is finding Russell Edgington?
Kibwe: Has it occurred to anyone that they may have killed Russell a year ago, and this hunt is a charade to buy more time?


Dieter: Speaking of "radical believers", turn to two.
(Nora praying)
Dieter: What a lunatic. It's like she means it. (lalu nekan tombol utk aktifin cahaya UV)
Wake up, sister. It's just a book. I know the guy who wrote it and he was high the whole time.

Rosalyn: (sambil ketawa) You be careful where you say that. Guardian doesn't like us disparaging the book.
Dieter: I don't see him here.
Drew: He's busy with his own woman on her knees.

Episode 6
Eksekusi Russell yg gagal, yg berujung pada terbunuhnya Roman. Ini menarik banget, satu-satunya momen dimana Russell berduel dengan Roman, masing2 sempet ceramah gitu, dan Russell yg omongannya tegas dibalas dengan Roman yg gak kalah galak.

Russell:
You think you're better than the Sanguinistas? You used Lilith to justify your bloodlust for power, just like they do to justify their bloodlust for humans.
You're both fucking hypocrites.
I am the only honest one here. I wanna gorge on human blood not because some fucking Bible tells me to, but because I like it. It's fun. It makes my dick hard.
You were a pompous, self-righteous prick in the fucking Renaissance and you still are one today.
This is all about your ego.


Roman:
This is about order instead of chaos!
This is about mercy instead of sadism.
This is about balance. This is about peace.

Episode 8
Dewan konsel sedang membicarakan strategi dominasi mereka. Bill mengusulkan untuk menghancurkan pabrik tru blood.


Bill: Tru Blood.
Salome: Excuse me?
Bill: Tru Blood. Fuck politics. Concentrate on the Tru Blood.
Nora: What about it?
Bill: You bomb the factories. There are only five of them. Destroy them publicly. You force mainstreamers to feed on humans. As they were meant to.
Salome: Well done.
Nora: That's genius.
Kibwe: Yes.
Rosalyn: I love it.

Erik: What are you doing?
Bill: Evolving.

Episode 10
Ini adegan favorit gw, waktu Russell memulai debat yg berakhir dengan dia ngamuk dan keluar dari Authority.


Russell: How do you propose we seize our rightful place in the hierarchy of beings when we're helpless as hamsters for 12 hours out of the day?
Kibwe: That is the way we were created.
Russell: But it's not how we have to remain.
The legends are true. The blood of the fae allows us to daywalk.
Compton, Northman, you've both drunk from the same faerie I have.
Erik: And you know it lasts a few minutes at most before you fry.
Russell: The Wright Brothers' first flight lasted 12 seconds. Did they turn to each other and say, "12 seconds is pretty good. Let's give up and try something else"?
We harness the blood. We study it. We capture another faerie even, and breed them. If the Japanese can synthesize human blood, why can't we do the same thing with faerie blood?
Salome: Because we are of the night. The sun is forbidden to us. Fairies are an abomination.
Russell: Their blood is like sucking on heaven.
You know what I wish? I wish that I had just one drop of faerie blood to stuff in your piehole.
Salome: I saved you, Russell. I can put you back in the ground.
(Russell ngelempar Salome sampe jatoh. Bill, Erik dan yg lain hendak bereaksi)
Russell: Oh, please. Give me an excuse to kill the both of you. Or hell, why not all of you?
I am 3000 years old. I am stronger than all of you combined. How long did you think I would be your lapdog?
I offered you the opportunity to share in the greatest advancement in the history of our race, and the small-mindedness of your religion has literally kept you in the dark!
You can have your Lilith. I will not be constrained by your god, or anyone else's. I will have the sun.

Episode 11
Kedatangan tamu dari Pentagon. General Cavanaugh datang dan meminta untuk bertemu Roman, karena situasi antara vampir makin parah dengan hancurnya pabrik Tru Blood yg diperkirakan akibat ulah vampir.

Cavanaugh: We have video of Russell Edgington and Steve Newlin eviscerating 22 fraternity brothers at the local Gamma Kappa Tau house last night.
You assured the world, you assured the president that Russell Edgington was dead, and you lied. So if that video goes viral, human population is gonna rise up against vampires faster than you can say 'molotov cocktail'.
Nora: Your threats are empty, General.


Cavanaugh: Are you really that stupid? We're prepared. You don't think we've been planning for this? We have weapons. Weapons you have never heard of. We own the day. Vampires don't stand a fucking chance.
Now there's only one person standing between you and all-out war with the humans, and you're looking at him. So I suggest you think very carefully about what you say next.
(hening)
Cavanaugh: That's what I thought.