Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Thursday, October 06, 2011

sini aku ajarin

Beberapa hari yang lalu, sekali-kalinya aku dapet kesempatan untuk main ke rumahnya Dian, temen kuliah. Ngerjain tugas kelompok. Bertiga sebenarnya, tapi temen kita yg satu lagi pergi duluan karena ada urusan, jadilah tinggal kita berdua saja di rumahnya. Tugasnya akhirnya selesai, jam setengah 2.

Eh Gus, makan yuk. Udah laper kan?
-Banget.
Yuk, ke kantin deket sini.
-Lho emangnya di sini ga ada makanan?
Cuma nasi, ga ada lauknya.
-Tapi di kulkas tadi ada telor.
Iya, tapi ga ada yg masak. Pembantu lagi mudik.
-Kamu aja gitu ga bisa?
Aku.... aku.... ga bisa.
-Ga bisa apa?
Masak.
-Tapi cuma telor lho...
Iya, ga bisa.
Aku melongo.
-Masa sih kamu ga bisa masak? Sama sekali?
Aku ga pernah nyentuh dapur sama sekali.
Aku melongo lagi.
-Ini tidak bisa dibiarkan. Dian, kamu cewek, sudah 21 tahun. Mau jadi apa kamu kalo ga bisa masak?
Dian menunduk.
-Sudah, sudah. Sini aku ajarin cara bikin telor yang gampang.
Kamu bisa masak?
-Bisa dong. Sebagai orang yang mempersiapkan diri untuk tidak menikah, memasak itu salah satu skill dasar yang mesti dimiliki.
Wow, bisa masak apa aja?
-Yah, standar banget sih. Masak mie, telor, telor campur mie, dan nasi goreng.
Eh itu udah lumayan sih.
-I know. Tapi kita kembali ke inti masalah. Ayo ke dapur!

Dan selama setengah jam berikutnya, aku mengajari dia cara bikin telor dadar. Jadi, aku sekalian praktek, dan dia nyontoh aku. Mulai dari ambil mangkok, ambil telor, pecahin telornya. *Dia panik karena telornya langsung pecah berantakan. 3 telor pecah sia-sia sebelum akhirnya dia bisa mecahin telor yang ke-4 dengan sempurna.*

Trus ambil bawang merah, ambil pisau, ambil tatakan, dan mulai ngiris bawang. *Dia mencoba mengikuti, tapi karena tampaknya dia bakal ngiris jarinya sendiri, tugas ngiris bawangnya aku ambil alih sekalian.*
Kemudian campurin irisan bawang merahnya ama adonan telor, trus diaduk2 pake sendok. *Yang ini keliatannya dia ga ada masalah*

Sampai waktu menggoreng pun aku terus pantau dan bimbing dia biar hasilnya bagus.



Kami pun duduk di meja, berhadapan, dengan sepiring nasi dan telor dadar hasil masakan kami, plus saos yang diratain ke telurnya.

-Sudah siap, mencoba masakanmu sendiri untuk yg pertama kalinya?
Siap.

Dan sewaktu dia menelan suapan pertama, kulihat wajahnya berbinar ceria. Aku ikut tersenyum senang. Kami berhasil. It's a start.





*ah maaf, sepertinya saya harus mengklarifikasi terlebih dahulu kalo cerita ini fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, yakinlah, saya memang sengaja menggunakan nama Dian untuk tokoh ini. Sungkem sama @harigelita dan @DianOnno karena sudah make nama Dian*







epilog.
-Sepertinya kita perlu sering-sering masak bareng seperti ini lagi deh. Biar kamu bisa masak. Dan aku juga mau belajar masak yg laen-laen sih, jadi biar kita sama-sama belajar. Menurut kamu gimana?
Ehm, boleh.
katanya sambil tersenyum malu. :))

4 comments:

Anonymous said...

Kok namanya sama kayak namaku? - harigelita

minky_monster said...

Anggap aja ini tribute untuk semua yg bernama Dian :))

elna said...

Masakin aku juga doong

minky_monster said...

@elna cepet sembuh dulu kak :)

Post a Comment