Featured Post

[Review] Game of Thrones (season 6)

Setelah setahun, GoT kembali di season 6. Sebenarnya gw juga ga begitu nunggu2 sih, karena lagi asik ngikutin serial yg lain (The Flash...

Wednesday, January 25, 2012

Ini Bukan Judul Terakhir

Ini hari pertama aku magang di kantor ini. Seperti yang biasanya terjadi, di awal kedatanganku, supervisor-ku memperkenalkanku ke orang-orang yang bekerja di ruangan yang sama denganku. Dan seperti biasanya juga, aku tidak pernah ingat nama-nama mereka, karena terlalu banyak orang yang berjabat tangan waktu itu. Ah, sudahlah, pokoknya aku mau bekerja sebaik-baiknya aja, biar makin menambah pengalaman.

Menjelang siang, ketika mataku masih sibuk memandangi monitor, tiba-tiba seorang cowok nongol di depan kubikelku.

“Halo, anak baru ya? Kenalan, dong. Namaku Joni.“ cerocos mas ganteng itu.

“Aku Vio. Salam kenal, Mas Joni.” jawabku sambil bersalaman dengannya.

“Udah mau jam istirahat nih, Vio. Kamu ga makan siang?”

“Sebentar lagi, Mas Joni.”

“Sudah, makan bareng aku aja ya, kamu kan belum tau kantin di tempat ini. Biar kukasihtau makanan apa aja yang enak dan murah.”

Entah kenapa aku mengiyakan. Mungkin karena sudah lama tak ada laki-laki yang dekat denganku, makanya begitu ada satu yang muncul, aku langsung merasa senang.

Mas Joni ternyata orangnya ramah, dan lucu. Dia sepertinya punya banyak stok cerita lucu yang tak henti-hentinya membuatku tertawa. Setelah makan siang itu, aku pun add akun YM dia, dan sisa hari itu malah kuhabiskan untuk chatting dengan Mas Joni.

Besok-besoknya pun kami jadi rutin makan siang bareng di kantin kantor. Aku dan Mas Joni makin deket aja, dan kayaknya aku pun jadi suka sama dia. Akhirnya kami janjian hari Jumat besok setelah pulang kantor untuk nonton di 21 berdua terus lanjut makan malam. Hatiku pun berbunga-bunga beberapa hari terakhir ini.

Hari Kamis siang, setelah makan siang, aku dan Mas Joni kembali ke kubikel kami masing-masing, karena dia sebenarnya masuk di departemen lain dan beda ruangan denganku. Tak berapa lama, orang di kubikel sebelah menyapaku.

“Hai, kamu Vio ya, yang baru magang di sini? Kenalkan, namaku Tasya.” sapa kakak cantik berjilbab itu.

“Salam kenal, Mbak Tasya. Kok baru keliatan hari ini?”

“Iya, kemaren-kemaren aku masih cuti honeymoon. Ngomong-ngomong, kulihat kamu deket sama Joni ya?” tanyanya dengan ramah.

Aku tersipu malu. “Iya mbak. Mas Joni tuh emang orangnya baik dan lucu ya.”

Ekspresi wajah Mbak Tasya berubah menjadi serius.

“Vio, aku mau kasih tau aja ya. Joni itu sudah terkenal di kantor ini sebagai penakluk anak magang unyu, seperti kamu ini. Hampir setiap ada anak magang baru di sini, dia akan coba deketin. Lalu kalo masa magangnya sudah selesai, ya biasanya udah selesai aja.”

Aku menatap Mbak Tasya lama.

“Aku bukannya jelekin Joni ya, tapi aku sebenernya kasian ama dia. Setiap anak baru dia deketin, tapi entah apakah ada yang bener-bener dia cinta atau enggak.”

Perasaanku pun campur aduk mendengar cerita Mbak Tasya. Padahal aku baru mulai suka dengan Mas Joni, setelah sekian lama tak merasakan yang seperti ini pada laki-laki lain. Ga taunya, dia sama aja dengan yang lain, playboy! Aku pun jadi kesel sendiri. Sejak itu aku pun memutuskan kontak dengan Mas Joni. Ajakan chattingnya lewat YM kucuekin.

Ketika Jumat sore Mas Joni datang ke kubikelku untuk menepati janji nontonnya, kubilang padanya dengan tegas.

“Mas Joni, aku udah denger cerita tentang Mas. Ternyata Mas Joni cuma seorang playboy yang deketin semua anak baru yang magang di sini kan? Maaf Mas, aku ga berminat jadi koleksi piala Mas Joni. Mendingan cari orang lain aja, dan jangan coba-coba deketin aku lagi! Aku ga sudi!”

Mas Joni sampai terbengong mendengar kemarahanku. Orang-orang di ruangan juga beberapa ada yang menengok ke arah kami, tapi aku tak mempedulikannya dan langsung bergegas pulang.

Mas Joni, ternyata kamu ga lebih baik dari laki-laki lain. Ga lebih baik dari mantanku yang brengsek itu, yang kudapati selingkuh dengan cewek lain. Pedih hati ini.

~

Hari Senin paginya, begitu aku sampai di kubikelku, Mas Joni datang, bersama dengan setangkai bunga mawar.

“Ada apa lagi, Mas Joni?” sahutku dengan ketus.

“Vio, aku minta maaf kalo citraku ga terlalu bagus buatmu. Memang, selama ini aku selalu berusaha deketin anak baru untuk menjaga citraku itu. Tapi aku sudah capek dengan itu semua. Aku mau berusaha menghapus imej itu. Aku beneran suka sama kamu.”

Mas Joni pun pergi setelah menaruh mawar itu di mejaku.

“Hmm, ga biasanya Joni bersikap seperti ini. Apa dia sudah berubah ya?” bahkan Mbak Tasya pun berkomentar dari sebelahku.

Aku ngeliatin mawar itu. Cuma setangkai. Tapi buat apa banyak-banyak kan? Justru yang setangkai ini mungkin menandakan kalau dia hanya mau fokus ke satu orang. Aku malah jadi melamun seharian. Hubunganku dengan Mas Joni praktis berakhir hari Kamis kemaren, tapi... apa mesti berakhir begini saja? Kalau diibaratkan buku, apakah kisahku dan Mas Joni sudah langsung memasuki bab terakhir, atau...

Tidak. Masih terlalu cepat. Aku baru kenal Mas Joni seminggu. Kalau memang nanti terbukti dia bertingkah seperti playboy, aku bisa berhenti di sana. Ini bukan bab yang terakhir. Masih ada judul baru di bab berikutnya.

Sorenya aku mendatangi meja Mas Joni, yang cukup kaget melihatku datang.

“Mas Joni, aku ga mau terburu-buru memutuskan, makanya aku mau kenal Mas Joni lebih dekat lagi. Ajakan nonton dan makan malam yang kemaren masih berlaku kan, Mas Joni?”

Kulihat Mas Joni pun tersenyum.

“Tentu aja masih, Vio.”

-END-


===============
author's note:
Ini kelanjutan dari kisah Joni buatan @plut0saurus, tapi dari sudut pandang ceweknya.
Versi Joni-nya bisa dibaca di blossomandbatman

4 comments:

findingnem0 said...

Sweet. Like it :')

minky_monster said...

iya :p
Pokoknya Joni is back.
dan mesti happy ending :)

Robertus Benny Murdhani said...

Judulnya "SI JONI PLAYBOY INSYAF"..
Bagus...

minky_monster said...

"Akhir yang manis untuk Joni", hehe :p
thank you

Post a Comment